Security

FTC Larang GM Menjual Data Lokasi Pengemudi Selama Lima Tahun

Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC) merampungkan perintah final terhadap General Motors dan anak perusahaannya, OnStar, terkait praktik pengumpulan dan penjualan data lokasi serta perilaku mengemudi jutaan pengguna tanpa persetujuan yang jelas. Kesepakatan ini menutup tuduhan bahwa data sensitif tersebut dikomersialkan dan berdampak langsung pada penetapan premi asuransi hingga penolakan perlindungan bagi konsumen.

General Motors menaungi merek GMC, Cadillac, Chevrolet, dan Buick, dengan produksi tahunan lebih dari 6,1 juta kendaraan. Sementara itu, OnStar menyediakan layanan kendaraan terhubung seperti navigasi, komunikasi, keamanan, layanan darurat, dan diagnostik jarak jauh. Menurut FTC, melalui fitur OnStar yang kini telah dihentikan bernama “Smart Driver”, GM mengumpulkan data geolokasi presisi dan detail perilaku berkendara dari jutaan kendaraan setiap tiga detik—tanpa persetujuan konsumen yang memadai. Fitur tersebut dipasarkan sebagai alat evaluasi kebiasaan mengemudi, bukan sebagai mekanisme pengumpulan data.

Data yang terkumpul kemudian dijual kepada pihak ketiga, termasuk lembaga pelaporan konsumen, yang selanjutnya menyediakannya kepada perusahaan asuransi. Alur ini disebut berkontribusi pada kenaikan tarif asuransi atau bahkan penolakan pertanggungan bagi pengemudi.

Melalui perintah final yang disetujui komisi, FTC melarang GM membagikan data geolokasi dan perilaku mengemudi konsumen kepada lembaga pelaporan konsumen selama lima tahun. Selain itu, selama 20 tahun masa berlaku perintah, GM diwajibkan memperoleh persetujuan tegas dari konsumen sebelum mengumpulkan, menggunakan, atau membagikan data kendaraan terhubung—dengan pengecualian terbatas untuk layanan darurat.

Kewajiban lain mencakup pemberian hak kepada konsumen di AS untuk meminta salinan data mereka dan mengajukan penghapusan, menyediakan opsi menonaktifkan pengumpulan geolokasi presisi, serta memungkinkan pemilik kendaraan memilih keluar dari pengumpulan data lokasi dan perilaku berkendara dengan pengecualian terbatas. FTC menyatakan langkah pembatasan ini proporsional mengingat pelanggaran kepercayaan konsumen yang dinilai serius.

Pihak GM menyampaikan bahwa FTC telah secara resmi menyetujui kesepakatan tersebut dan menegaskan tidak ada pembayaran denda finansial dalam penyelesaiannya. Perusahaan juga menyatakan komitmen untuk melindungi privasi pelanggan seiring meningkatnya peran konektivitas kendaraan dalam pengalaman berkendara.

Kasus ini muncul di tengah sorotan yang lebih luas terhadap praktik pelacakan data pengemudi. Pada Januari 2025, Jaksa Agung Texas juga mengajukan gugatan terhadap perusahaan asuransi Allstate atas dugaan pengumpulan dan penjualan data berkendara puluhan juta warga AS tanpa persetujuan. Aktivitas tersebut disebut dilakukan melalui SDK milik anak usaha Allstate, Arity, yang disematkan pada sejumlah aplikasi populer. Gugatan itu turut menyeret sejumlah produsen otomotif yang diduga terlibat dalam alur pengumpulan dan penjualan data serupa.

Keputusan FTC ini menjadi preseden penting bagi industri otomotif dan layanan kendaraan terhubung, menegaskan batasan tegas atas penggunaan data sensitif serta menempatkan persetujuan dan kontrol konsumen sebagai prasyarat utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button