Rumah Sakit Belgia AZ Monica Matikan Seluruh Server Usai Serangan Siber

AZ Monica, rumah sakit besar di Belgia yang memiliki kampus di Antwerp dan Deurne, terpaksa mematikan seluruh server pada Selasa pagi setelah mengalami serangan siber serius.
Pihak rumah sakit memutus seluruh sistem IT sekitar pukul 06.32 pagi waktu setempat sebagai langkah darurat. Dampaknya, seluruh tindakan medis terjadwal dibatalkan, dan layanan gawat darurat hanya beroperasi dengan kapasitas terbatas.
Dampak Langsung ke Layanan Pasien
Dalam pernyataan resminya, AZ Monica menyampaikan:
- ❌ Semua prosedur terjadwal dibatalkan
- ⚠️ IGD beroperasi terbatas
- 🚑 Layanan MUG (emergency mobile unit) dan PIT (intensive care transport) tidak beroperasi
- 📄 Pendaftaran pasien baru dilakukan secara manual (kertas) karena sistem rekam medis digital tidak dapat diakses
Sebanyak 7 pasien kritis terpaksa dipindahkan ke rumah sakit lain dengan bantuan Palang Merah Belgia. Pasien lain tetap dirawat di AZ Monica, meskipun dengan proses administrasi yang jauh lebih lambat.
Investigasi Sedang Berlangsung
Manajemen rumah sakit telah:
- Melaporkan insiden ke otoritas terkait
- Melibatkan kepolisian dan jaksa
- Melakukan pemantauan ketat terhadap perkembangan situasi
Hingga kini, AZ Monica belum mengonfirmasi jenis serangan yang terjadi. Namun, laporan media lokal menyebut adanya indikasi permintaan tebusan (ransomware) berdasarkan informasi internal—meski klaim ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak rumah sakit maupun kejaksaan.
Ancaman Nyata untuk Sektor Kesehatan
Serangan terhadap rumah sakit bukan hal baru. Fasilitas kesehatan sering menjadi target karena:
- Menyimpan data medis sensitif
- Operasionalnya sangat kritis dan tidak boleh berhenti
- Rentan terhadap double-extortion ransomware (enkripsi + ancaman kebocoran data)
AZ Monica menegaskan bahwa keselamatan dan kontinuitas perawatan pasien tetap menjadi prioritas utama, dan pihaknya akan memberikan pembaruan resmi begitu informasi lebih lanjut tersedia.








