Intel Tunjuk Pushkar Ranade sebagai CTO Interim

Intel mengumumkan perubahan penting dalam jajaran pimpinan seniornya dengan menunjuk Pushkar Ranade sebagai Chief Technology Officer (CTO) interim. Posisi strategis ini sebelumnya kosong sejak kepergian Sachin Katti beberapa minggu lalu, dan kini kembali terisi untuk mendukung arah teknologi jangka panjang perusahaan.
Sebagai CTO interim, Pushkar Ranade akan berperan dalam merumuskan strategi teknologi lanjutan Intel serta mengonsolidasikan dan mengembangkan teknologi-teknologi kunci yang sedang berkembang. Fokus utamanya mencakup bidang seperti komputasi kuantum, interkoneksi canggih, dan material baru, yang akan berada di bawah struktur baru CTO Office. Dalam perannya ini, Ranade akan bekerja langsung mendukung CEO Intel, Lip-Bu Tan, dalam mewujudkan visi revitalisasi perusahaan.
Ranade bukan sosok baru di Intel. Ia telah bergabung lebih dari satu dekade dan berkontribusi dalam berbagai pengembangan node manufaktur Intel, mulai dari era 65 nm hingga pengembangan SoC 7 nm. Pengalaman teknis yang luas ini dinilai menjadi modal penting dalam memimpin arah inovasi Intel di tengah persaingan industri semikonduktor yang semakin ketat.
Selain penunjukan CTO interim, Intel juga mengumumkan beberapa perubahan kepemimpinan lainnya. Robin Colwell kini memimpin urusan pemerintahan global Intel, dengan tanggung jawab menjalin hubungan dengan pembuat kebijakan, regulator, dan pemangku kepentingan industri di seluruh dunia. Sementara itu, Annie Shea Weckesser bergabung sebagai Senior Vice President sekaligus Chief Marketing and Communications Officer, memimpin organisasi pemasaran dan komunikasi global yang baru terintegrasi. Peran ini mencakup penguatan reputasi perusahaan, strategi merek, dan keterlibatan pasar.
CEO Intel, Lip-Bu Tan, menegaskan bahwa para eksekutif baru ini membawa keahlian khusus dan visi strategis yang dibutuhkan untuk memastikan kesuksesan Intel dalam jangka panjang. Dengan susunan kepemimpinan yang diperbarui, Intel berharap dapat mempercepat transformasi teknologi dan memperkuat posisinya di industri semikonduktor global.
Sumber: Intel








