Microsoft Perkenalkan Cobalt 200: CPU Server 132-Core Berbasis Arm untuk Azure

Microsoft resmi mengumumkan Cobalt 200, prosesor server kustom generasi terbaru yang dirancang khusus untuk memperkuat infrastruktur cloud Azure. Dibangun di atas arsitektur Arm Neoverse V3 dan diproduksi menggunakan proses TSMC 3 nm, chip ini menghadirkan peningkatan performa sekitar 50% dibandingkan Cobalt 100, sekaligus meningkatkan efisiensi energi secara signifikan.
Beberapa sistem berbasis Cobalt 200 telah beroperasi di pusat data Microsoft, dengan ketersediaan yang lebih luas untuk pelanggan Azure direncanakan pada 2026.

Arsitektur Dual-Chiplet dengan 132 Core
Cobalt 200 mengusung konfigurasi dual-chiplet dengan total 132 inti, masing-masing memiliki kemampuan kontrol daya yang sangat presisi. Setiap core dapat beroperasi pada voltase dan frekuensi independen, memungkinkan peningkatan performa adaptif berdasarkan beban kerja aktual.
Spesifikasi penting lainnya mencakup:
- 192 MB L3 cache untuk throughput data yang lebih besar
- 12 kanal memori untuk bandwidth tinggi
- Akselerator kompresi dan kriptografi terintegrasi, mengatasi ~33% beban kerja cloud umum tanpa membebani core utama
Pendekatan ini bertujuan memaksimalkan efisiensi cloud dan menurunkan konsumsi daya pada skala pusat data.

Optimasi Berbasis Simulasi AI
Microsoft menerapkan strategi desain unik dengan memodelkan lebih dari 140 skenario Azure nyata, lalu menjalankan 350.000 konfigurasi simulasi berbasis AI sebelum finalisasi arsitektur Cobalt 200. Proses iteratif ini bertujuan menyesuaikan chip secara tepat terhadap pola beban kerja khas Azure.
Hasil awal penerapan produksi menunjukkan performa menjanjikan, salah satunya pada layanan kolaborasi internal yang mengalami:
- 45% peningkatan performa, dan
- 35% pengurangan kebutuhan komputasi dibanding platform sebelumnya.
Keamanan: Memori Terenkripsi dan Confidential Compute
Cobalt 200 hadir dengan enkripsi memori berbasis hardware secara default, serta mendukung fitur Arm confidential compute untuk meningkatkan isolasi dan keamanan beban kerja perusahaan. Hal ini menjadikannya solusi yang lebih aman untuk aplikasi enterprise dan cloud-native berskala besar.
Dengan Cobalt 200, Microsoft memperkuat strategi desain prosesor internalnya dan siap menghadirkan fondasi hardware yang lebih cepat, efisien, dan aman bagi layanan Azure generasi berikutnya.
Sumber: Microsoft









