News

Microsoft dan Micron Pindahkan Produksi Perangkat Keras dari Tiongkok

Jakarta, Oktober 2025 – Dua raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Microsoft dan Micron Technology, tengah mempercepat langkah strategis mereka untuk memindahkan produksi perangkat keras dari Tiongkok, sebagai bagian dari upaya diversifikasi rantai pasok global di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat.

Microsoft Relokasi Produksi Surface dan Server

Menurut laporan TrendForce yang mengutip Nikkei Asia, Microsoft telah meminta para pemasoknya untuk menyiapkan proses produksi laptop Surface dan server pusat data di luar Tiongkok, dengan target memindahkan hingga 80% komponen server dan proses perakitan akhir sebelum tahun 2026.

Langkah ini tidak hanya mencakup tahap perakitan akhir, tetapi juga menyentuh tingkat komponen dan bahan baku, seperti kabel, konektor, serta papan sirkuit tercetak (PCB). Hal ini menandai pertama kalinya perusahaan teknologi besar Amerika melakukan diversifikasi rantai pasok hingga ke tingkat material dasar.

Perubahan strategi ini menjadi bagian dari dorongan yang lebih luas oleh perusahaan AS untuk mengurangi ketergantungan manufaktur terhadap Tiongkok, khususnya untuk perangkat yang digunakan dalam infrastruktur sensitif seperti pusat data berbasis AI dan layanan cloud.

Micron Hengkang dari Bisnis Server Chip di Tiongkok

Sementara itu, Micron Technology dilaporkan akan meninggalkan bisnis chip server di Tiongkok, setelah gagal pulih dari larangan pemerintah Beijing pada tahun 2023 yang melarang produk Micron digunakan di infrastruktur penting negara tersebut.

Larangan ini dianggap sebagai balasan atas pembatasan ekspor teknologi tinggi yang diberlakukan Washington terhadap Tiongkok, dan menjadikan Micron sebagai perusahaan semikonduktor AS pertama yang menjadi sasaran langsung Beijing.

Akibatnya, Micron kehilangan akses ke pasar pusat data Tiongkok yang berkembang pesat, yang kini didominasi oleh Samsung Electronics, SK hynix, serta produsen lokal seperti YMTC dan CXMT.

Meski demikian, Micron akan tetap memasok pelanggan di luar Tiongkok, termasuk Lenovo dan perusahaan lain yang memiliki operasi internasional, serta mempertahankan bisnis di sektor otomotif dan perangkat seluler.

Menurut laporan Reuters, meski telah mengurangi tenaga kerja di divisi NAND Tiongkok awal tahun ini, Micron masih mengoperasikan dan memperluas fasilitas pengemasan di Xi’an, yang menjadi salah satu pusat produksi penting mereka di Asia.

Pergeseran Rantai Pasok Global

Langkah Microsoft dan Micron mencerminkan tren yang lebih luas di kalangan perusahaan Amerika untuk memindahkan produksi strategis ke wilayah seperti Vietnam, India, dan Meksiko, guna meminimalkan risiko dari ketegangan perdagangan AS–Tiongkok dan memastikan keberlanjutan pasokan komponen penting.

Peralihan ini juga menandakan transformasi besar dalam industri manufaktur global, di mana keamanan rantai pasok kini menjadi faktor utama di samping efisiensi biaya.


Sumber: TrendForce, Nikkei, Reuters

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button