Security

Produsen Kapal Perang Prancis, Naval Group, Selidiki Dugaan Kebocoran Data 1TB

Naval Group, produsen kapal perang asal Prancis yang memasok angkatan laut di berbagai negara, sedang menyelidiki dugaan insiden kebocoran data besar-besaran setelah seorang peretas mengklaim telah mencuri 1 terabyte data sensitif dari sistem internal perusahaan. Insiden ini berpotensi menjadi salah satu pelanggaran keamanan terbesar yang melibatkan sektor pertahanan Eropa tahun ini.

Data Diduga Bocor Termasuk Informasi Sensitif

Dalam klaim yang diposting di forum hacker, pelaku menyebut telah mengakses dan mengekstrak data internal Naval Group, termasuk:

  • Desain kapal perang dan cetak biru teknis
  • Dokumen keuangan dan kontrak internasional
  • Informasi internal perusahaan dan komunikasi email
  • Data pribadi karyawan

Pihak penyerang juga merilis sebagian screenshot direktori file dan struktur dokumen sebagai bukti keterlibatan mereka, meskipun belum ada verifikasi independen terhadap isi dari data yang diunggah.

Naval Group: Investigasi Sedang Berlangsung

Naval Group mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan insiden ini. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut telah mengaktifkan protokol respons insiden dan bekerja sama dengan otoritas keamanan siber Prancis serta pakar eksternal untuk memverifikasi klaim dan mengamankan sistem yang mungkin terdampak.

Perusahaan juga menyatakan belum dapat memastikan validitas volume dan jenis data yang diklaim bocor, namun menganggap insiden ini serius mengingat posisi mereka sebagai kontraktor pertahanan utama.

Ancaman Serius terhadap Keamanan Nasional

Naval Group terlibat dalam proyek-proyek strategis seperti kapal selam nuklir, kapal fregat, serta sistem peperangan laut canggih untuk angkatan laut Prancis dan mitra internasional seperti Australia, India, dan Brasil. Kebocoran data teknis dari proyek-proyek ini berpotensi membuka celah keamanan yang sangat kritis.

Meski belum ada konfirmasi keterlibatan aktor negara (nation-state), skala dan sensitivitas data yang dicuri mengindikasikan kemungkinan keterlibatan pelaku dengan sumber daya tingkat tinggi.

Serangan terhadap Industri Pertahanan Meningkat

Insiden ini menambah daftar panjang serangan siber yang menargetkan industri pertahanan dan manufaktur militer global. Tahun-tahun terakhir menunjukkan peningkatan aktivitas dari kelompok APT (Advanced Persistent Threat) yang membidik teknologi militer, cetak biru, dan rantai pasokan strategis.

Pengawasan terhadap rantai pasok, segmentasi jaringan, dan hardening sistem IT di sektor pertahanan menjadi perhatian utama setelah insiden semacam ini.


Sumber: France’s warship builder Naval Group investigates 1TB data breach

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button