Security

AS Jatuhkan Sanksi pada Perusahaan dan Warga Korea Utara di Balik Skema Pekerja IT Ilegal

Pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru terhadap sebuah perusahaan dan dua warga negara Korea Utara yang terlibat dalam skema penempatan pekerja IT palsu di perusahaan-perusahaan AS dan global. Skema ini memungkinkan Korea Utara memperoleh ratusan juta dolar secara ilegal, yang sebagian besar digunakan untuk mendanai program senjata nuklir dan rudal balistik.

Modus: Menyusup sebagai Pekerja IT Freelance

Departemen Keuangan AS mengungkap bahwa individu Korea Utara menyamar sebagai warga negara asing—termasuk berpura-pura berasal dari AS, Korea Selatan, Jepang, dan negara lain—untuk mendapatkan pekerjaan freelance dalam bidang pengembangan perangkat lunak, desain grafis, dan layanan IT lainnya.

Mereka bekerja untuk berbagai perusahaan, termasuk di sektor keuangan, kesehatan, dan teknologi, serta menggunakan identitas palsu yang mereka beli secara online. Untuk memperkuat penyamaran, para pelaku menggunakan VPN, server jarak jauh, dan bahkan pihak ketiga di AS yang menyediakan alamat rumah serta koneksi internet untuk menghindari pendeteksian lokasi.

Perusahaan dan Individu yang Disanksi

Sanksi dijatuhkan terhadap perusahaan Chinyong Information Technology Cooperation Company, yang dianggap sebagai salah satu entitas utama yang mengatur perekrutan dan operasi pekerja IT asal Korea Utara. Selain itu, dua individu bernama Kang Hyok dan Mun Chol Myong juga masuk dalam daftar sanksi karena peran aktif mereka dalam mengelola dan mengoordinasikan aktivitas para pekerja palsu ini.

Menurut otoritas AS, Kang Hyok menjabat sebagai manajer proyek dan pelatih teknis bagi para pekerja IT, sementara Mun Chol Myong bertindak sebagai penghubung finansial, mengatur pencucian uang hasil pendapatan ilegal ke dalam sistem keuangan internasional.

Kerugian Global dan Pendanaan Nuklir

Skema ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan diyakini menghasilkan pendapatan ratusan juta dolar bagi rezim Korea Utara. Dana tersebut secara langsung berkontribusi pada program senjata pemusnah massal yang terus dikembangkan Pyongyang, termasuk peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM).

Pemerintah AS menyatakan bahwa selain mengancam keamanan nasional, aktivitas ini juga merusak integritas pasar tenaga kerja digital global, serta menempatkan perusahaan-perusahaan di posisi rentan terhadap penyusupan siber dan kebocoran data.

Tindakan Pencegahan untuk Perusahaan

Pemerintah AS mengimbau perusahaan untuk meningkatkan verifikasi identitas pekerja jarak jauh dan tidak hanya bergantung pada data permukaan seperti profil LinkedIn atau dokumen digital. Sistem kerja hybrid dan remote membuka celah baru yang kini dieksploitasi oleh aktor negara seperti Korea Utara.

Sanksi ini menjadi bagian dari upaya lanjutan AS untuk menekan jalur pendanaan ilegal Korea Utara dan mempersempit ruang gerak mereka dalam mengeksploitasi infrastruktur TI global untuk kepentingan militer.


Sumber: US sanctions North Korean firm, nationals behind IT worker schemes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button