Tool UEFI Baru Berhasil Buka Limitasi Tensor Core GPU NVIDIA RTX 20 hingga RTX 40 di Windows

Setelah pekan lalu kalangan modder berhasil menemukan cara untuk menggandakan performa tensor throughput pada lini kartu grafis GeForce RTX 20, RTX 30, dan RTX 40 di sistem operasi Linux melalui tool buatan Zagitta, kini terobosan serupa akhirnya hadir untuk pengguna Windows. Seorang modder asal Tiongkok dengan nama alias physicsdolphin baru saja merilis nv-uefi-unlocker, sebuah tool berbasis UEFI yang mampu membuka batasan performa tersebut secara langsung di lingkungan Windows.
Selama ini, NVIDIA sengaja membatasi kecepatan komputasi matematika tensor FP16, BF16, dan TF32 dengan akumulasi FP32 menjadi setengahnya (half rate) pada lini kartu grafis konsumen GeForce. Padahal, keping silikon yang sama persis pada lini kartu grafis kelas profesional (Workstation/Data Center) diizinkan berjalan dalam kecepatan penuh.
Berbeda dengan porting versi Windows sebelumnya garapan impacifist yang hanya dirancang spesifik untuk satu sistem berbasis RTX 3090, nv-uefi-unlocker langsung mendukung ketiga generasi arsitektur GeForce RTX sekaligus. Menariknya, tool ini bekerja menghapus batasan tersebut di level UEFI bahkan sebelum driver grafis dimuat oleh sistem operasi, tanpa mengharuskan pengguna melakukan flashing VBIOS yang berisiko.

Lonjakan Performa Signifikan dan Konsekuensi Daya
Peningkatan performa komputasi yang dihasilkan dari modifikasi ini terbilang sangat masif. Dalam salah satu pengujian pengguna, kinerja komputasi FP16 pada kartu grafis RTX 4070 Ti Super dilaporkan melonjak drastis dari angka bawaan 57,00 TFLOPS menjadi 150,93 TFLOPS—meningkat hingga 2,65 kali lipat. Kendati demikian, lonjakan performa tersebut turut dibarengi dengan kenaikan konsumsi daya (board power) dari 227 W menjadi hampir 292 W. Sementara pada pengujian lainnya, performa sebuah unit RTX 2070 juga tercatat melompat dari kisaran 36 TFLOPS menjadi sekitar 60 hingga 63 TFLOPS.
Meski menjanjikan, belum semua model kartu grafis di pasaran telah diuji coba secara menyeluruh. Khusus bagi para pemilik seri RTX 20 (Turing), mereka diwajibkan mengaktifkan GSP firmware mode terlebih dahulu agar tool dapat bekerja. Di sisi lain, jajaran kartu grafis generasi terbaru RTX 50 dipastikan sama sekali tidak didukung oleh metode ini.
Karena modifikasi ini tidak bersifat permanen dan akan kembali ke pengaturan awal (reset) setiap kali komputer dimatikan sepenuhnya, nv-uefi-unlocker harus dijalankan melalui USB flash drive setiap kali pengguna melakukan cold boot. Prosedur ini juga menuntut fitur Secure Boot pada motherboard untuk dinonaktifkan, atau mengharuskan pengguna mendaftarkan self-signed certificate secara manual. Persyaratan ini tentu bisa menjadi kendala tersendiri bagi pengguna yang memainkan judul game kompetitif tertentu, mengingat banyak sistem anti-cheat modern yang mewajibkan fitur Secure Boot tetap aktif.

Khusus Beban Kerja AI Lokal, Bukan untuk Gaming
Perlu digarisbawahi bahwa pembukaan limitasi ini sama sekali tidak memberikan dampak peningkatan performa bagi kalangan gamer. Baik performa gaming maupun beban kerja komputasi regular FP32 CUDA tidak akan mengalami perubahan apa pun.
Eksploitasi kemampuan tensor core ini sepenuhnya ditujukan untuk mengakselerasi beban kerja Artificial Intelligence (AI) lokal, seperti proses pembuatan gambar (image generation) serta fine-tuning model AI secara mandiri di komputer lokal.
Mengingat beban kerja komputasi yang meningkat tajam, sang pengembang turut memberikan peringatan keras kepada para pengguna yang berniat mencoba. Mengombinasikan tool ini dengan modifikasi pembuka batas daya (power limit unlock) dapat mendorong konsumsi listrik dan suhu panas melampaui batas aman pabrik, sehingga pengguna sangat disarankan untuk memantau temperatur kartu grafis mereka secara ketat.
Sumber: Notebookcheck








