Modifikasi GeForce RTX 2080 Ti 22 GB Buktikan Kapasitas VRAM Ekstra Masih Ampuh Angkat Performa Arsitektur Turing

Pengujian mendalam yang dilakukan oleh media teknologi PC Games Hardware (PCGH) terhadap kartu grafis modifikasi GeForce RTX 2080 Ti dengan kapasitas VRAM 22 GB berhasil membuktikan bahwa penambahan memori secara masif memberikan dampak signifikan ketika kartu grafis mulai kehabisan ruang (headroom).
Dalam skenario pengujian resolusi 4K dengan mengaktifkan fitur DLSS Performance dan FSR 3.1 Frame Generation, modifikasi kartu grafis lawas tersebut mampu mencatatkan rata-rata framerate hingga 52,5 FPS pada Flight Simulator 2024. Angka ini melonjak drastis sekitar 74% lebih cepat jika dibandingkan dengan varian standar berkapasitas 11 GB yang hanya mampu meraup 30,2 FPS. Lonjakan serupa juga terlihat pada judul Spider-Man 2 yang melompat dari 39,4 FPS menjadi 64,0 FPS, sementara Indiana Jones and the Great Circle bahkan tercatat langsung mengalami crash to desktop pada model standar 11 GB akibat keterbatasan VRAM.
Kendati demikian, pada pengujian di resolusi 1440p dengan mode DLSS Quality, kesenjangan performa tersebut tidak terlalu kentara, meski dua gim pertama tetap berjalan sekitar 20% lebih lambat pada versi 11 GB. Tentu saja, pihak PCGH secara sengaja memilih sembilan judul gim yang dikenal sangat rakus memori (memory-hungry games) untuk pengujian ini, mengingat sebagian besar gim di pasaran masih dapat berjalan dengan baik pada kapasitas 11 GB.

Detail Teknis Modifikasi dan Keterbatasan Perangkat Keras
Modifikasi peningkatan VRAM ini kini mulai banyak bermunculan di berbagai platform marketplace global seperti Alibaba hingga eBay dengan banderol harga sekitar 499 dolar AS. Unit yang diuji oleh PCGH sendiri merupakan kiriman dari salah satu pembaca setia mereka.
Secara teknis, proses modifikasi ini melibatkan penggantian kesebelas keping chip memori bawaan dengan modul Samsung berkapasitas 2 GB per keping. Menariknya, modifikasi ini sama sekali tidak memerlukan perubahan pada tingkat firmware atau VBIOS. Teknisi hanya perlu memindahkan satu buah strap resistor pada papan PCB guna menginformasikan kepada GPU mengenai kapasitas memori baru yang terpasang, sehingga driver resmi NVIDIA dapat langsung mendeteksinya secara otomatis.
Mengingat kartu modifikasi tersebut kerap menggunakan pendingin bawaan berjenis blower dengan batas daya (power limit) 250 W yang cukup membatasi, tim PCGH sempat menyamakan parameter kedua kartu dengan menyetel pengaturan identik di angka 1,9 GHz, memory speed 15 GT/s, dan power limit 280 W untuk keperluan benchmark.

Alternatif Murah Meriah yang Berisiko
Dengan harga jual di kisaran 500 euro (sekitar Rp8,3 jutaan), kartu grafis modifikasi 22 GB ini dibanderol jauh lebih murah dibandingkan lini kartu grafis modern seperti RTX 5060 Ti 16 GB yang di Jerman, misalnya, dijual seharga 770 euro.
Meski demikian, pihak PCGH tetap mengingatkan bahwa meminang kartu modifikasi semacam ini merupakan sebuah pertaruhan (gamble). Selain berbasis perangkat keras yang kini telah berusia cukup tua, kualitas pengerjaan soldering atau penyolderan manual dari para modifikator pihak ketiga berpotensi mengalami kegagalan di kemudian hari. Calon pembeli sangat disarankan untuk memeriksa reputasi penjual secara teliti serta memastikan adanya jaminan garansi yang melampaui batas waktu pengembalian standar 30 hari.
Sumber: PC Games Hardware








