MousesPeripherals

Epomaker EM3 Hadir dengan Casing Carbon Fiber dan Konektivitas Wireless

Epomaker kembali memperluas lini periferal gaming dengan memperkenalkan EM3, sebuah mouse gaming wireless yang menggunakan material komposit ABS dan carbon fiber pada bagian casing. Perusahaan sebelumnya lebih dikenal melalui produk keyboard mekanis dan analog, tetapi kini mulai memperluas portofolionya ke kategori mouse gaming.

Epomaker telah memamerkan EM3 melalui sesi unboxing resmi sekaligus mengungkap spesifikasi lengkap perangkat tersebut. Meski demikian, harga resmi EM3 belum diumumkan.

Dengan bobot 56 gram, EM3 memang bukan mouse gaming paling ringan di pasaran. Namun, kombinasi konektivitas wireless, docking station, sensor hingga 16.000 DPI, serta baterai 600 mAh membuat perangkat ini ditujukan sebagai pilihan yang cukup lengkap di kelasnya.

Epomaker EM3 Menggunakan Casing Komposit Carbon Fiber

Epomaker EM3 memiliki bentuk yang simetris dengan dimensi 121,2 × 63,9 × 37,3 mm. Casing utamanya menggunakan material komposit ABS-carbon fiber, yang menjadi salah satu karakteristik utama mouse ini.

Dengan bobot sekitar 56 gram, EM3 berada pada kategori mouse gaming ringan, meskipun belum masuk ke kelas ultra-light yang biasanya mengutamakan bobot serendah mungkin.

Epomaker juga menyebut permukaan mouse memiliki lapisan dengan tekstur yang sedikit kasar. Dalam sesi unboxing, presenter perusahaan mengatakan tekstur tersebut memberikan grip yang cukup baik saat digunakan.

Desain simetrisnya juga membuat bentuk EM3 tidak terlalu berorientasi pada satu gaya genggaman tertentu. Namun, sumber yang tersedia tidak menjelaskan secara spesifik dukungan optimal untuk grip seperti palm, claw, atau fingertip.

Dilengkapi Dua Tombol Samping yang Dapat Diprogram

Pada bagian samping, Epomaker EM3 memiliki dua tombol yang dapat diprogram. Tombol tersebut dapat digunakan untuk fungsi tambahan sesuai kebutuhan pengguna melalui perangkat lunak pendukungnya.

Sementara itu, tombol klik utama menggunakan Huano Blue Shell White Dot switch. Untuk roda scroll, Epomaker menggunakan F-switch encoder.

Kombinasi komponen tersebut menunjukkan bahwa EM3 tetap mempertahankan karakteristik mouse gaming konvensional dengan tombol utama dan scroll wheel yang dirancang untuk penggunaan harian maupun gaming.

Namun, Epomaker belum mengungkap detail seperti jumlah klik yang dirancang untuk switch utama atau karakteristik teknis lebih lanjut dari encoder yang digunakan.

Sensor PixArt PAW 3315 dengan Maksimal 16.000 DPI

Untuk sensor, Epomaker memilih PixArt PAW 3315.

Sensor tersebut membuat EM3 memiliki spesifikasi hingga 16.000 DPI, akselerasi maksimum 30 G, serta polling rate hingga 1.000 Hz atau 1 kHz.

Dengan polling rate 1 kHz, mouse mengirimkan data posisi ke komputer hingga 1.000 kali per detik. Spesifikasi ini masih umum digunakan pada berbagai mouse gaming, meskipun beberapa produk kelas atas saat ini telah menawarkan polling rate yang jauh lebih tinggi.

Karena menggunakan PAW 3315, EM3 tampaknya lebih berfokus pada kombinasi fitur dan harga dibandingkan mengejar spesifikasi sensor ekstrem seperti yang ditemukan pada mouse gaming premium terbaru.

Docking Station Sekaligus Receiver Wireless

Salah satu fitur yang cukup menarik dari EM3 adalah keberadaan charging docking station.

Dock tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat mengisi daya mouse, tetapi juga menjadi receiver wireless 2,4 GHz. Dengan demikian, pengguna tidak perlu menghubungkan receiver USB secara terpisah langsung ke komputer ketika menggunakan docking station.

Docking station tersebut juga memiliki pencahayaan RGB pada bagian tepinya yang dapat dikustomisasi.

Pendekatan ini membuat sistem EM3 terlihat lebih terintegrasi dibandingkan mouse wireless yang hanya menggunakan dongle USB kecil. Saat mouse ditempatkan pada dock, perangkat sekaligus dapat mengisi baterai dan tetap memiliki receiver wireless yang terpasang di meja.

Mendukung Bluetooth dan Wireless 2,4 GHz

Untuk konektivitas, Epomaker EM3 mendukung dua metode wireless, yaitu Bluetooth dan 2,4 GHz.

Koneksi 2,4 GHz ditujukan untuk penggunaan dengan latensi rendah, terutama ketika mouse digunakan untuk gaming. Sementara itu, Bluetooth memberikan fleksibilitas tambahan untuk perangkat yang mendukung koneksi tersebut.

Keberadaan dua mode konektivitas membuat EM3 dapat digunakan pada lebih banyak perangkat tanpa harus selalu bergantung pada receiver 2,4 GHz.

Namun, Epomaker menyebut bahwa polling rate maksimal mouse adalah 1 kHz, sehingga pengguna tidak mendapatkan fitur polling rate ekstrem yang kini tersedia pada sejumlah mouse gaming kelas enthusiast.

Baterai 600 mAh dengan Daya Tahan hingga 55 Jam

Epomaker membekali EM3 dengan baterai berkapasitas 600 mAh. Kapasitas tersebut cukup besar untuk sebuah mouse gaming wireless.

Meski demikian, klaim daya tahan baterainya relatif moderat. Epomaker memperkirakan EM3 dapat digunakan hingga sekitar 50 jam dengan RGB menyala, sementara penggunaan tanpa pencahayaan RGB meningkatkan daya tahan menjadi sekitar 55 jam.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pencahayaan RGB memberikan dampak terhadap konsumsi daya, meskipun selisih antara kedua mode hanya sekitar lima jam berdasarkan klaim perusahaan.

Docking station yang sekaligus berfungsi sebagai tempat pengisian daya juga membuat pengguna tidak perlu terlalu sering menghubungkan kabel secara langsung ke mouse.

Harga Epomaker EM3 Belum Diumumkan

Meskipun spesifikasi EM3 telah dipublikasikan, Epomaker belum mengumumkan harga resmi untuk mouse tersebut.

Informasi pada halaman produknya mengindikasikan bahwa EM3 kemungkinan akan ditempatkan pada segmen harga yang lebih terjangkau dibandingkan mouse gaming premium. Namun, tanpa harga resmi, posisi produk tersebut belum dapat dipastikan.

Harga nantinya akan menjadi faktor penting mengingat EM3 menggunakan sensor PAW 3315 dengan polling rate maksimum 1 kHz. Di sisi lain, perangkat ini menawarkan material komposit carbon fiber, konektivitas Bluetooth dan 2,4 GHz, baterai 600 mAh, serta docking station dengan RGB dan receiver terintegrasi.

Spesifikasi Utama Epomaker EM3

Berikut spesifikasi yang telah diumumkan Epomaker:

  • Model: Epomaker EM3
  • Tipe: Mouse gaming wireless
  • Material casing: Komposit ABS-carbon fiber
  • Bentuk: Simetris
  • Dimensi: 121,2 × 63,9 × 37,3 mm
  • Bobot: 56 gram
  • Tombol samping: 2 tombol programmable
  • Main switch: Huano Blue Shell White Dot
  • Scroll encoder: F-switch
  • Sensor: PixArt PAW 3315
  • Sensitivitas: Hingga 16.000 DPI
  • Akselerasi: Hingga 30 G
  • Polling rate: Hingga 1 kHz
  • Konektivitas: Bluetooth dan wireless 2,4 GHz
  • Baterai: 600 mAh
  • Daya tahan: Hingga 50 jam dengan RGB menyala atau 55 jam tanpa RGB
  • Docking station: Charging dock dengan RGB edge lighting dan receiver 2,4 GHz
  • Harga: Belum diumumkan

Dengan EM3, Epomaker mulai memperluas bisnis periferal gaming di luar keyboard yang selama ini menjadi salah satu kategori utamanya. Mouse ini menggabungkan desain ringan, material carbon fiber composite, konektivitas wireless ganda, serta docking station dalam satu paket.

Meski belum menjadi mouse dengan spesifikasi sensor tertinggi di kelasnya, EM3 berpotensi menarik perhatian apabila Epomaker menetapkan harga yang kompetitif. Posisi akhirnya di pasar akan sangat bergantung pada harga resmi yang masih belum diumumkan.

Sumber: Epomaker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button