OpenAI Siapkan “o”, Asisten ChatGPT Always-On yang Disebut Bisa Menangani Email

OpenAI diduga sedang mengembangkan fitur baru bernama “o”, sebuah asisten ChatGPT dengan konsep always-on yang dirancang untuk terus membantu pengguna tanpa harus selalu membuka dan berinteraksi dengan ChatGPT secara aktif.
Informasi mengenai fitur yang belum diumumkan tersebut sempat muncul secara online dan ditemukan pengguna dalam konfigurasi layanan ChatGPT. OpenAI sendiri sejauh ini belum mengonfirmasi maupun membantah keberadaan asisten “o”.
Referensi mengenai fitur tersebut sempat tercantum sebagai salah satu manfaat paket ChatGPT Pro seharga US$100 per bulan, dengan deskripsi “o, your always-on assistant”.
Jika benar dikembangkan seperti yang ditunjukkan oleh referensi tersebut, “o” dapat menjadi salah satu langkah OpenAI untuk mengubah ChatGPT dari aplikasi yang digunakan ketika pengguna memberikan perintah menjadi asisten yang dapat terus bekerja di latar belakang.
Referensi “o” Muncul di Paket ChatGPT Pro
Keberadaan “o” pertama kali menjadi perhatian setelah sejumlah pengguna menemukan referensi fitur tersebut pada informasi paket ChatGPT Pro.
Deskripsi “o, your always-on assistant” muncul bersama sejumlah manfaat lain, seperti akses lebih banyak untuk Work dan Codex, kapasitas memory maksimum, penyimpanan file hingga 100 GB, serta akses awal terhadap fitur-fitur baru.
Kemunculan tersebut menarik perhatian karena OpenAI belum pernah mengumumkan secara resmi produk bernama “o” sebagai asisten always-on.
Informasi yang muncul secara online juga menunjukkan bahwa fitur tersebut kemungkinan masih berada dalam tahap pengembangan atau pengujian. Karena belum ada pengumuman resmi, detail mengenai cara kerja dan kemampuan sebenarnya masih belum diketahui.
Konfigurasi Menunjukkan Kemungkinan Integrasi Email
Salah satu petunjuk menarik berasal dari konfigurasi dinamis yang ditemukan dalam sistem.
Konfigurasi tersebut mencantumkan:
display_name: "o"
email_suffix: "-o"
Keberadaan parameter email_suffix memunculkan dugaan bahwa asisten “o” nantinya dapat memiliki identitas atau kemampuan yang berkaitan dengan email.
Namun, parameter tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa “o” memang akan memiliki kemampuan membaca, mengirim, atau mengelola email.
Jika konsep tersebut benar-benar diterapkan, kemampuan email akan masuk akal untuk sebuah asisten yang dirancang selalu aktif.
Asisten yang dapat bekerja secara berkelanjutan berpotensi membantu menangani tugas yang tidak harus dilakukan secara langsung oleh pengguna, seperti memantau pesan masuk, merangkum komunikasi, menyiapkan respons, atau menjalankan tugas berdasarkan instruksi yang telah diberikan sebelumnya.
Tetapi sejauh ini belum diketahui apakah “o” hanya akan membantu mengelola email atau nantinya juga dapat melakukan tindakan langsung seperti mengirim pesan atas nama pengguna.
Konsep Always-On Berbeda dari Chatbot Biasa
Sebagian besar penggunaan ChatGPT saat ini bersifat interaktif. Pengguna membuka layanan, memberikan instruksi, kemudian menerima respons.
Konsep always-on assistant membawa pendekatan yang berbeda.
Alih-alih menunggu pengguna memberikan perintah setiap saat, asisten dapat terus tersedia dan berpotensi menjalankan pekerjaan tertentu ketika pengguna sedang tidak aktif menggunakan ChatGPT.
Jika diterapkan secara penuh, pendekatan tersebut dapat membuat AI lebih menyerupai asisten digital pribadi yang memiliki konteks pekerjaan dan dapat membantu menangani tugas secara berkelanjutan.
Kemampuan seperti ini juga dapat menjadi bagian penting dari perkembangan AI agent, ketika model tidak hanya menghasilkan jawaban tetapi juga menjalankan serangkaian tindakan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan.
Meski demikian, belum ada informasi resmi mengenai apakah “o” dapat menjalankan tugas secara mandiri, berapa lama tugas dapat berjalan, atau sistem kontrol apa yang akan digunakan untuk memastikan tindakan asisten tetap berada dalam batas yang diberikan pengguna.
OpenAI Belum Mengonfirmasi Fitur “o”
Penting untuk membedakan antara referensi yang ditemukan dalam sistem dan pengumuman produk resmi.
OpenAI belum mengonfirmasi bahwa “o” akan diluncurkan sebagai produk publik. Karena itu, nama, fitur, harga, maupun kemampuan yang sedang diuji masih dapat berubah sebelum peluncuran.
Kemunculan referensi dalam konfigurasi layanan memang memberikan indikasi bahwa fitur tersebut sedang dipersiapkan atau setidaknya pernah dipertimbangkan, tetapi tidak menjamin bahwa seluruh kemampuan yang terlihat dalam konfigurasi akan tersedia untuk pengguna.
Hal ini juga berarti kemampuan menangani email masih sebatas indikasi berdasarkan keberadaan parameter email_suffix, bukan fitur yang telah diumumkan OpenAI.
DevDay 2026 Bisa Menjadi Tempat Pengumuman
OpenAI telah mengonfirmasi bahwa DevDay 2026 akan digelar pada 29 September di San Francisco.
Acara tersebut diperkirakan menjadi tempat OpenAI memperkenalkan sejumlah fitur dan teknologi baru, termasuk perkembangan terkait agent, tools, serta kemampuan baru untuk pengembang.
Karena “o” berkaitan dengan konsep asisten yang selalu aktif dan kemungkinan integrasi dengan berbagai layanan, DevDay dapat menjadi salah satu kesempatan bagi OpenAI untuk memberikan informasi lebih lanjut jika fitur tersebut memang sudah siap diperkenalkan.
Namun, belum ada konfirmasi bahwa “o” akan menjadi bagian dari pengumuman DevDay 2026.
“o” Disebut Berbeda dari Sistem Internal “Aeon”
Selain referensi mengenai “o”, terdapat pula informasi mengenai sistem internal yang disebut “Aeon” dan berkaitan dengan custom agent untuk workspace ChatGPT.
Namun, “o” tampaknya merupakan proyek yang berbeda dan lebih ditujukan sebagai pengalaman bagi pengguna umum.
Jika perbedaan tersebut benar, OpenAI tampaknya sedang mengembangkan beberapa pendekatan sekaligus untuk memperluas kemampuan agent di ChatGPT.
Satu sisi berfokus pada agent untuk lingkungan kerja dan workspace, sementara “o” diduga diarahkan menjadi asisten pribadi yang dapat terus tersedia bagi pengguna.
Masa Depan ChatGPT Bisa Lebih Proaktif
Kemunculan referensi “o” memperlihatkan arah pengembangan yang menarik bagi ChatGPT. Jika konsep always-on tersebut benar-benar diluncurkan, interaksi dengan AI dapat bergeser dari model “pengguna bertanya, AI menjawab” menjadi “AI membantu memantau dan menjalankan tugas secara berkelanjutan”.
Integrasi email juga berpotensi menjadi salah satu komponen penting karena email merupakan bagian dari aktivitas kerja sehari-hari bagi banyak pengguna.
Namun, kemampuan seperti membaca komunikasi pribadi atau mengirim email atas nama pengguna tentu membutuhkan kontrol akses dan mekanisme keamanan yang lebih ketat dibandingkan chatbot biasa.
Untuk saat ini, “o” masih belum menjadi produk yang diumumkan secara resmi. Referensi yang ditemukan hanya memberikan gambaran awal mengenai kemungkinan arah pengembangan OpenAI.
Informasi lebih lengkap mengenai fitur, kemampuan, integrasi email, dan mekanisme kerja asisten tersebut masih harus menunggu pengumuman resmi dari OpenAI.
Sumber: OpenAI








