Celah Kritis Langflow Dieksploitasi untuk Mencuri API Key OpenAI dan AWS

Pelaku ancaman siber kini mengeksploitasi kerentanan remote code execution (RCE) tanpa autentikasi pada Langflow untuk mencuri kredensial, token, dan API key. Salah satu target utama serangan adalah OpenAI API key serta kredensial AWS yang tersimpan pada sistem korban.
Kerentanan tersebut dilacak sebagai CVE-2026-0768 dan memiliki tingkat keparahan kritis. Celah ini berada pada mekanisme validasi kode di editor custom component milik Langflow.
Aktivitas eksploitasi ditemukan oleh perusahaan intelijen ancaman VulnCheck, yang mendeteksi serangan pada honeypot mereka di Inggris. Setidaknya 50 percobaan eksploitasi terdeteksi selama akhir pekan, dengan sebagian besar traffic serangan berasal dari Rusia.
Namun, aktivitas tersebut meningkat dengan cepat. Caitlin Condon, lead security researcher VulnCheck, mengatakan jumlah serangan yang diamati telah mencapai 360 percobaan.
Penyerang Memburu Kredensial Cloud dan AI
Setelah berhasil mengeksploitasi Langflow, penyerang melakukan reconnaissance terhadap lingkungan korban sebelum mencari informasi sensitif yang dapat digunakan untuk mendapatkan akses lebih lanjut.
Salah satu teknik yang diamati adalah membaca environment variables untuk menemukan kredensial administrator Langflow, AWS secrets, dan API key OpenAI.
Beberapa variabel yang menjadi sasaran antara lain:
LANGFLOW_SUPERUSER
OPENAI_API*
AWS_ACCESS*
AWS_SECRET*
Penyerang juga mencoba membaca file berikut:
/root/.cache/langflow/secret_key
Selain itu, aktivitas eksploitasi mencakup pemeriksaan akses SSH serta ukuran file .bash_history.
Jika kredensial cloud berhasil dicuri, dampaknya dapat meluas jauh melampaui server Langflow. API key dan secret AWS yang valid dapat memberikan penyerang akses ke layanan cloud, sementara OpenAI API key dapat disalahgunakan untuk menjalankan permintaan API menggunakan akun korban.
Langflow Digunakan untuk Membangun Aplikasi AI
Langflow merupakan platform open-source berbasis Python yang digunakan untuk membangun aplikasi AI secara low-code. Platform ini memungkinkan pengembang membuat workflow dengan menghubungkan berbagai komponen seperti model bahasa, prompt, database, API, dan tool lainnya melalui antarmuka grafis.
Teknologi tersebut banyak digunakan untuk membangun:
- Aplikasi berbasis AI.
- AI agent.
- Chatbot.
- Sistem retrieval-augmented generation (RAG).
- Workflow yang terhubung dengan database dan API.
Karena Langflow sering ditempatkan di lingkungan yang memiliki akses ke berbagai layanan AI dan cloud, kompromi terhadap platform ini dapat memberikan penyerang jalan menuju kredensial bernilai tinggi.
CVE-2026-0768 Bisa Menjalankan Kode sebagai Root
CVE-2026-0768 pertama kali diungkap pada Januari 2026 dan memengaruhi Langflow versi 1.4.2 dan sebelumnya.
Masalahnya terdapat pada pemrosesan parameter code yang diberikan ke endpoint validate. Input dari pengguna tidak divalidasi dengan benar sebelum digunakan untuk menjalankan kode Python.
Akibatnya, penyerang dapat mengeksekusi kode arbitrer tanpa perlu melakukan autentikasi. Eksekusi tersebut juga dapat dilakukan dengan hak akses root pada sistem yang terdampak.
Kombinasi antara RCE tanpa autentikasi dan hak akses tinggi membuat kerentanan ini sangat berbahaya, khususnya apabila instance Langflow dapat diakses langsung dari internet.
Langflow Sudah Beberapa Kali Dieksploitasi
CVE-2026-0768 bukan satu-satunya kerentanan Langflow yang telah dimanfaatkan penyerang sepanjang 2026.
Pada Maret, pelaku ancaman mengeksploitasi CVE-2026-33017, sebuah kerentanan code injection kritis, hanya sekitar satu hari setelah kerentanan tersebut diungkap. Serangan tersebut digunakan untuk menjalankan script Python serta mencuri file .ENV dan database.
Serangan kemudian berlanjut dengan mengeksploitasi CVE-2026-5027, yang memungkinkan penyerang menulis file arbitrer ke server rentan.
Kerentanan lain, CVE-2026-55255, dimanfaatkan untuk mengakses workflow AI milik pengguna lain, mencuri data sensitif, dan mengirimkan implant tahap kedua.
Langflow juga pernah menjadi sasaran melalui CVE-2026-0770, yang memungkinkan eksekusi perintah dengan hak akses root. Dalam serangkaian serangan tersebut, pelaku mencoba memasang malware sekaligus mencuri kredensial cloud, environment variables, dan metadata container.
Yang lebih baru, CISA memperingatkan bahwa CVE-2026-9198 telah dieksploitasi setelah beberapa exploit proof-of-concept (PoC) tersedia untuk publik.
Tidak Ada PoC Publik untuk CVE-2026-0768
Meski eksploitasi aktif telah terdeteksi, VulnCheck mengatakan sejauh ini belum menemukan proof-of-concept publik untuk CVE-2026-0768.
Hal tersebut tidak berarti pengguna Langflow aman. Aktivitas yang terdeteksi menunjukkan bahwa pelaku sudah memiliki kemampuan untuk mengeksploitasi celah tersebut dan secara aktif mencari kredensial yang tersimpan di lingkungan korban.
Dengan riwayat berbagai kerentanan Langflow yang cepat dieksploitasi setelah disclosure, administrator sebaiknya tidak menunggu hingga exploit publik tersedia sebelum melakukan patching.
Pengguna Langflow Diminta Segera Update
Pengguna Langflow disarankan segera memperbarui instalasi ke versi 1.11.6, yang mengatasi seluruh kerentanan yang telah diketahui pada tool tersebut.
Selain melakukan upgrade, administrator sebaiknya memeriksa environment variables dan secret yang tersimpan pada server, terutama apabila instance Langflow sebelumnya dapat diakses dari internet.
Jika terdapat indikasi eksploitasi, kredensial seperti OpenAI API key, AWS access key, AWS secret key, serta kredensial administrator Langflow sebaiknya segera dirotasi.
Administrator juga perlu memeriksa aktivitas server, koneksi outbound, akun dan SSH key yang tidak dikenal, serta indikasi eksekusi perintah mencurigakan.
Dengan meningkatnya eksploitasi terhadap platform AI seperti Langflow, keamanan instance AI infrastructure kini menjadi semakin penting. Server yang menjalankan tool AI tidak lagi hanya menyimpan konfigurasi aplikasi, tetapi sering memiliki akses langsung ke API key, cloud infrastructure, database, dan berbagai layanan internal.
Sumber: VulnCheck, Langflow, CISA








