Museum Seni LACMA Konfirmasi Kebocoran Data Sensitif Nomor Jaminan Sosial dan Rekam Medis

Los Angeles County Museum of Art (LACMA) secara resmi mengumumkan bahwa insiden pembobolan siber yang terjadi pada tahun lalu telah mengekspos data pribadi milik pelanggan maupun karyawannya. Pengumuman ini dirilis setelah proses audit forensik menyeluruh berhasil memetakan ruang lingkup data yang terdampak secara definitif.
Insiden tersebut bermula ketika pihak museum mendeteksi aktivitas mencurigakan pada sistem internalnya pada 11 Juli 2025, yang diperkirakan telah berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya. Investigasi lanjutan yang rampung pada Agustus 2025 mengonfirmasi adanya penyusupan jaringan, sementara identifikasi mendalam terhadap jenis data yang bocor baru mulai menemui titik terang pada Februari 2026.
Rincian Data Pribadi dan Medis yang Terekspos
Lebih dari satu tahun sejak deteksi awal, pihak LACMA mengidentifikasi bahwa pelaku peretasan berpotensi mengakses berbagai informasi sensitif, yang mencakup:
- Nama lengkap dan tanggal lahir.
- Nomor Jaminan Sosial (Social Security Number / SSN).
- Nomor Surat Izin Mengemudi (SIM) atau identitas resmi yang diterbitkan pemerintah.
- Sebagian nomor rekening finansial dan rincian parsial kartu pembayaran.
- Informasi asuransi kesehatan.
- Data medis terperinci, termasuk nama penyedia layanan medis, jenis perawatan, diagnosa dokter, serta tanggal dan lokasi penanganan medis.
Langkah Mitigasi dan Bantuan Korban
Merespons temuan tersebut, LACMA telah melaporkan kejadian ini kepada aparat penegak hukum dan mulai mendistribusikan surat pemberitahuan resmi (breach notification) kepada seluruh individu yang terdampak. Pihak museum mengimbau para penerima notifikasi untuk memantau mutasi rekening bank secara berkala, mengajukan fraud alert atau pembekuan kredit (security freeze) pada biro kredit, serta segera melaporkan setiap indikasi pencurian identitas.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan mitigasi dampak, LACMA memfasilitasi layanan pemantauan dan proteksi pencurian identitas secara gratis selama satu tahun melalui Financial Shield, dengan batas waktu pendaftaran hingga 22 November mendatang. Saluran telepon khusus (hotline) juga telah diaktifkan untuk memberikan asistensi langsung bagi para korban.
LACMA sendiri merupakan salah satu museum seni terbesar di kawasan barat Amerika Serikat yang mengoleksi sekitar 155.000 karya seni lintas peradaban dan rutin menarik lebih dari satu juta pengunjung setiap tahunnya.
Sumber: Pemberitahuan Resmi Pelanggaran Data LACMA








