Celah Kritis SAP Commerce Cloud dengan Severity Maksimal Mulai Dieksploitasi

Kerentanan kritis dengan tingkat severity maksimum pada SAP Commerce Cloud yang baru ditambal beberapa hari lalu kini mulai menjadi target serangan di dunia nyata.
Perusahaan threat intelligence Defused menemukan adanya upaya eksploitasi terhadap celah tersebut hanya tiga hari setelah SAP merilis patch keamanan. Kondisi ini meningkatkan risiko bagi organisasi yang masih menjalankan instance SAP Commerce Cloud yang belum diperbarui.
SAP Commerce Cloud, yang sebelumnya dikenal sebagai SAP Hybris, merupakan platform e-commerce berbasis cloud yang digunakan oleh berbagai perusahaan global dan retailer besar untuk mengoperasikan toko online serta layanan perdagangan digital mereka.
Kerentanan SAP Commerce Cloud Memiliki CVSS 10.0
Kerentanan tersebut tercatat sebagai CVE-2026-58231 dan memiliki tingkat keparahan maksimum dengan skor CVSS 10.0.
Celah ini berasal dari kelemahan improper authorization pada Data Hub Adapter extension yang menjadi bagian dari SAP Commerce Cloud. Penyerang tanpa hak akses dapat memanfaatkan kerentanan tersebut melalui serangan dengan tingkat kompleksitas rendah untuk menjalankan arbitrary code pada sistem yang terdampak.
SAP menjelaskan bahwa celah tersebut memungkinkan attacker yang tidak terautentikasi menyalahgunakan default authentication client dan mengirimkan input yang telah dimanipulasi ke sejumlah fungsi yang tidak memiliki validasi memadai.
Jika eksploitasi berhasil, penyerang dapat memperoleh kemampuan menjalankan kode arbitrer dan berpotensi mengambil alih komponen internal. Dampaknya dapat mencakup kerahasiaan, integritas, serta ketersediaan aplikasi.
Eksploitasi Sudah Terdeteksi di Honeypot
Meskipun SAP belum memasukkan CVE-2026-58231 sebagai kerentanan yang telah dieksploitasi secara aktif dalam advisory keamanannya, peneliti Defused menemukan bukti bahwa serangan terhadap celah tersebut sudah berlangsung.
Upaya eksploitasi pertama terdeteksi pada honeypot milik Defused tiga hari setelah patch dirilis. Temuan ini menjadi indikasi bahwa pelaku ancaman mulai melakukan scanning dan mencoba mengeksploitasi sistem yang rentan meskipun belum tersedia public Proof of Concept (PoC).
SAP kemudian menyatakan telah mengetahui laporan tersebut dan sedang melakukan investigasi. Perusahaan juga mengarahkan pelanggan serta partner untuk segera memasang pembaruan keamanan yang telah dirilis pada SAP August Patch Day.
Lebih dari 4.200 IP Terdeteksi Menjalankan SAP Commerce Cloud
Risiko serangan menjadi semakin signifikan karena SAP Commerce Cloud digunakan oleh organisasi berskala besar dan sejumlah instance dapat ditemukan dari internet.
Kelompok pemantau keamanan internet Shadowserver saat ini melacak lebih dari 4.200 alamat IP yang memiliki fingerprint SAP Commerce Cloud. Sebagian besar sistem yang teridentifikasi berada di wilayah Eropa dan Amerika Utara.
Namun, belum diketahui berapa banyak dari alamat IP tersebut yang merupakan honeypot, sudah mendapatkan patch, atau masih rentan terhadap CVE-2026-58231.
Keberadaan instance yang dapat diakses langsung dari internet membuat sistem yang belum diperbarui menjadi sasaran potensial bagi attacker yang melakukan automated scanning terhadap layanan rentan.
SAP Sebelumnya Menambal Puluhan Kerentanan
CVE-2026-58231 bukan satu-satunya masalah keamanan yang baru ditemukan pada produk SAP.
Dalam paket Security Patch Juli 2026, SAP memperbaiki 16 kerentanan. Sebelumnya, perusahaan juga menambal 30 kerentanan dalam pembaruan keamanan pada Juni dan Mei.
Beberapa di antaranya juga merupakan kerentanan kritis yang memengaruhi Commerce Cloud, termasuk CVE-2026-44761, CVE-2026-22732, dan CVE-2026-34263.
Riwayat tersebut menunjukkan bahwa platform Commerce Cloud terus menjadi target perhatian peneliti keamanan maupun pelaku ancaman, terutama karena platform ini digunakan untuk menjalankan sistem e-commerce perusahaan besar.
SAP Pernah Menjadi Target Supply Chain Attack
Ancaman terhadap ekosistem SAP juga tidak hanya berasal dari eksploitasi vulnerability pada server.
Pada April 2026, perusahaan keamanan siber Aikido dan Socket melaporkan bahwa sejumlah package npm resmi SAP telah disusupi dalam supply chain attack. Serangan tersebut bertujuan mencuri credentials dari sistem milik developer.
Selain itu, sejak November 2021, U.S. Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA) telah memasukkan 14 kerentanan SAP ke dalam Known Exploited Vulnerabilities (KEV) Catalog. Tiga di antaranya diketahui pernah dimanfaatkan dalam serangan ransomware.
Dengan jumlah pelanggan yang sangat besar, kompromi terhadap sistem SAP dapat memberikan dampak luas. SAP menyebut layanannya digunakan oleh 99 dari 100 perusahaan terbesar di dunia dan perusahaan tersebut mencatatkan total pendapatan lebih dari €36 miliar pada tahun fiskal 2025.
Untuk organisasi yang menggunakan SAP Commerce Cloud, prioritas utama saat ini adalah memastikan patch untuk CVE-2026-58231 telah diterapkan, terutama pada instance yang dapat diakses dari internet. Administrator juga sebaiknya memeriksa log dan aktivitas mencurigakan untuk memastikan tidak terdapat indikasi eksploitasi sebelum patch diterapkan.








