Security

Anggota The Com Dipenjara karena Pemerasan dan Sextortion terhadap 117 Korban

Seorang anggota kelompok kejahatan siber The Com dijatuhi hukuman dua tahun penjara setelah terbukti terlibat dalam aksi pemerasan dan sextortion terhadap puluhan anak dan remaja di berbagai negara.

Justin Swaddle, pria berusia 20 tahun asal Leeds, Inggris, diketahui menggunakan sejumlah alias seperti “Epstein”, “Rugen”, dan “Moscow” saat beraktivitas di Snapchat, Telegram, dan Discord.

Swaddle pertama kali ditangkap oleh West Yorkshire Police pada Oktober 2023. Ia kemudian mengaku bersalah atas sejumlah tindak pidana yang berkaitan dengan eksploitasi seksual anak dan pemerasan dalam persidangan di Leeds Crown Court pada 2 Juli 2026.

Selain hukuman penjara, Swaddle akan dimasukkan ke dalam National Sex Offenders Register dan dikenai Sexual Harm Prevention Order selama 10 tahun.

Menargetkan 117 Korban di Berbagai Negara

Setelah mengambil alih penyelidikan pada Januari 2024, UK National Crime Agency (NCA) mengidentifikasi sedikitnya 117 korban perempuan yang tersebar di berbagai negara.

Para korban berusia antara 13 hingga 17 tahun.

Swaddle menggunakan pendekatan manipulatif untuk membangun kepercayaan dengan korbannya sebelum mengumpulkan informasi pribadi yang kemudian digunakan sebagai alat pemerasan.

Pelaku mengancam akan menyebarkan materi pribadi korban atau menghubungi orang tua maupun pihak sekolah apabila korban tidak memenuhi tuntutannya.

Menurut penyidik, pola tersebut digunakan untuk mempertahankan kendali terhadap korban dan memaksa mereka melakukan tindakan yang semakin ekstrem.

Bukti Ditemukan dari Perangkat yang Disita

Penyidik menemukan sejumlah bukti penting setelah memeriksa perangkat milik Swaddle yang disita selama penyelidikan.

Pesan yang ditemukan di Telegram menunjukkan bahwa Swaddle berusaha memanipulasi seorang anak untuk melakukan tindakan seksual terhadap anak lain dan merekamnya, disertai ancaman penyebaran materi pribadi apabila korban tidak memenuhi tuntutan.

Penyidik juga menemukan berbagai materi eksploitasi anak pada perangkat tersebut serta bukti yang menunjukkan dampak serius dari tekanan dan manipulasi yang dilakukan terhadap para korban.

NCA menyatakan bahwa sejumlah korban mengalami tindakan menyakiti diri sendiri setelah berada di bawah pengaruh dan tekanan pelaku.

The Com Memiliki Struktur Kelompok yang Terfragmentasi

The Com, singkatan dari Community, bukan merupakan satu organisasi kejahatan siber dengan struktur tunggal. Kelompok ini terdiri dari berbagai komunitas dan subkelompok yang beroperasi melalui platform online.

Kelompok-kelompok tersebut memiliki fokus berbeda, mulai dari eksploitasi korban muda hingga aktivitas kejahatan siber.

Salah satu bagian yang dikenal sebagai (S)extortion Com berfokus pada pemerasan seksual dan manipulasi terhadap anak di bawah umur.

Ada pula Cyber Com yang dikaitkan dengan intrusi jaringan dan serangan ransomware, sementara 764 menjadi salah satu subkelompok yang dikenal karena merekrut dan memanipulasi anak muda untuk menghasilkan materi eksploitasi yang kemudian dapat digunakan sebagai alat pemerasan.

The Com Juga Dikaitkan dengan Kejahatan Siber

Aktivitas The Com tidak hanya berkaitan dengan pemerasan seksual terhadap anak.

Kelompok dan individu yang dikaitkan dengannya juga pernah terhubung dengan berbagai serangan siber terhadap organisasi besar, termasuk serangan ransomware dan intrusi jaringan.

Kelompok tersebut sebelumnya dikaitkan dengan serangan terhadap sejumlah kasino di Las Vegas pada 2023 serta serangkaian serangan terhadap perusahaan ritel besar di Inggris pada 2025.

Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem The Com mencakup berbagai jenis aktivitas kriminal, dengan pelaku yang dapat berpindah antara eksploitasi korban, pemerasan, social engineering, hingga kejahatan siber.

Operasi Internasional Memburu Anggota The Com

Penegak hukum di berbagai negara dalam beberapa tahun terakhir meningkatkan operasi untuk membongkar jaringan The Com.

Pada Februari 2026, operasi internasional yang dipimpin Europol dan diberi nama Project Compass menghasilkan 30 penangkapan serta mengidentifikasi 179 tersangka yang diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok tersebut.

Dalam operasi lanjutan pada Juli, Europol juga menandai ribuan URL untuk dihapus karena terkait dengan konten yang berhubungan dengan aktivitas The Com.

Sementara itu, dua orang yang diduga sebagai pemimpin subkelompok 764, yaitu Leonidas Varagiannis dan Prasan Nepal, ditangkap pada April 2025 dan menghadapi dakwaan serius terkait operasi eksploitasi anak berskala internasional.

Kasus Justin Swaddle menjadi pengingat bahwa aktivitas kelompok seperti The Com tidak hanya berlangsung di forum kejahatan siber, tetapi juga memanfaatkan platform komunikasi populer untuk melakukan manipulasi, pemerasan, dan eksploitasi terhadap korban yang masih di bawah umur.

Sumber: National Crime Agency

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button