Security

CISA Terbitkan Panduan Isolasi Sistem Penting Saat Terjadi Serangan Siber

Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur Amerika Serikat (CISA) bersama pemerintah Australia merilis panduan baru yang mendorong organisasi pengelola infrastruktur kritis untuk mempersiapkan isolasi sistem operasional penting ketika menghadapi serangan siber maupun gangguan besar lainnya.

Panduan berjudul CI Fortify – Advice for Isolating Vital Systems ini disusun oleh CISA, Australian Cyber Security Centre (ACSC), FBI, serta sejumlah mitra internasional sebagai acuan bagi organisasi yang mengoperasikan layanan penting.

Fokus pada Perlindungan Teknologi Operasional

Panduan tersebut berfokus pada Operational Technology (OT), yaitu perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk mengendalikan proses fisik, seperti:

  • Instalasi pengolahan air.
  • Jaringan kelistrikan.
  • Mesin industri.
  • Sistem transportasi.
  • Infrastruktur telekomunikasi.

Dalam kondisi darurat, sistem-sistem tersebut disarankan dapat diputus sementara dari jaringan perusahaan, internet, maupun jaringan lain yang tingkat kepercayaannya lebih rendah, tanpa menghentikan layanan penting kepada masyarakat.

Ancaman terhadap Infrastruktur Kritis Terus Meningkat

CISA menegaskan bahwa kelompok peretas yang didukung negara maupun pelaku kejahatan siber terus menjadikan infrastruktur penting sebagai target utama.

Selain untuk pencurian informasi, akses yang diperoleh sering kali dipertahankan dalam jangka panjang agar dapat digunakan pada saat terjadi konflik atau krisis.

Pelaku ransomware juga dinilai semakin sering menyasar operator infrastruktur penting karena tingginya nilai data yang dimiliki dan besarnya tekanan agar layanan segera dipulihkan.

Latar Belakang Ancaman

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kelompok peretas telah dikaitkan dengan serangan terhadap infrastruktur penting.

Salah satunya adalah Volt Typhoon, yang diketahui berhasil menyusup ke sektor komunikasi, energi, transportasi, dan pengelolaan air. Pada salah satu kasus, kelompok tersebut dilaporkan mampu bertahan di jaringan korban selama lima tahun tanpa terdeteksi.

Selain itu, kelompok Salt Typhoon juga dikaitkan dengan berbagai kompromi terhadap jaringan pemerintahan, operator telekomunikasi, sektor transportasi, hingga organisasi militer di berbagai negara.

Sektor penyedia air bersih juga beberapa kali menjadi sasaran. Beberapa fasilitas pengolahan air bahkan terpaksa beralih ke operasi manual setelah sistem mereka mengalami gangguan akibat serangan siber.

Pentingnya Rencana Isolasi

Melalui panduan ini, CISA menekankan bahwa organisasi sebaiknya menyiapkan prosedur isolasi sebelum insiden terjadi, bukan ketika serangan sedang berlangsung.

Langkah pertama adalah mengidentifikasi sistem minimum yang wajib tetap beroperasi agar layanan utama tetap berjalan.

Selanjutnya, organisasi perlu mendokumentasikan seluruh koneksi yang menghubungkan sistem tersebut dengan:

  • Jaringan perusahaan.
  • Layanan akses jarak jauh.
  • Infrastruktur cloud.
  • Sistem yang terhubung ke internet.
  • Vendor dan kontraktor.
  • Mitra infrastruktur lainnya.

Seluruh titik koneksi tersebut harus memiliki mekanisme pemutusan yang telah direncanakan sebelumnya.

Konsep Penting dalam Panduan

Panduan ini memperkenalkan beberapa konsep utama, antara lain:

Vital Systems merupakan sistem OT minimum yang diperlukan agar layanan penting tetap dapat diberikan.

Isolation Point adalah titik yang telah ditentukan sebelumnya untuk memutus koneksi antara jaringan penting dan jaringan non-kritis sehingga penyebaran serangan dapat dihentikan.

Physical Isolation berarti memutus seluruh koneksi jaringan sehingga sistem penting benar-benar terpisah dari infrastruktur lainnya. Pendekatan ini dianggap sebagai perlindungan paling efektif.

Graduated Isolation merupakan proses isolasi bertahap sesuai tingkat ancaman, misalnya dimulai dengan memutus akses vendor dan pekerja jarak jauh sebelum akhirnya memutus seluruh koneksi eksternal.

Panduan juga menjelaskan penggunaan data diode, yaitu perangkat yang hanya mengizinkan aliran data satu arah sehingga lalu lintas berbahaya tidak dapat kembali masuk ke jaringan.

Rencana Harus Diuji Secara Berkala

CISA menekankan pentingnya melakukan pengujian menyeluruh terhadap skenario isolasi, bukan hanya menguji masing-masing sistem secara terpisah.

Pengujian lengkap dapat membantu menemukan ketergantungan tersembunyi yang baru akan muncul ketika seluruh prosedur isolasi benar-benar dijalankan.

Selain itu, organisasi disarankan menyimpan salinan rencana isolasi dalam bentuk cetak atau media offline agar tetap dapat diakses apabila jaringan internal tidak lagi tersedia.

Isolasi Juga Memiliki Tantangan

Meski menjadi langkah perlindungan yang efektif, isolasi fisik juga membawa sejumlah konsekuensi.

Sistem yang terisolasi dapat tertinggal dalam pembaruan keamanan, kemampuan pemantauan menjadi terbatas, dan proses pertukaran data sering kali harus menggunakan media penyimpanan fisik yang memiliki risiko tersendiri.

Karena itu, organisasi tidak hanya perlu mempersiapkan cara memutus koneksi sistem penting, tetapi juga memastikan sistem tersebut tetap dapat dioperasikan, dipantau, dan diperbarui secara manual hingga akhirnya dapat dihubungkan kembali dengan aman.

Panduan terbaru ini menjadi pengingat bahwa kesiapan menghadapi serangan siber tidak hanya bergantung pada kemampuan mendeteksi ancaman, tetapi juga pada rencana pemulihan dan isolasi yang telah disiapkan jauh sebelum insiden terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button