Security

AS Dakwa Dua Orang Terkait Pencucian Uang US$43 Juta dari Penipuan Investasi

Departemen Kehakiman Amerika Serikat mendakwa dua orang yang diduga berperan penting dalam jaringan pencucian uang berskala besar yang memproses dana hasil penipuan investasi online.

Dua terdakwa tersebut adalah Zhuoying Chen, 27 tahun, dari Brooklyn, New York, dan Haojie Zhang, 38 tahun, dari Queens, New York. Keduanya diduga mengelola jaringan lebih dari selusin orang yang berbasis di Queens dan Brooklyn dalam periode 2020 hingga 2022.

Berdasarkan dakwaan yang telah dibuka ke publik, jaringan tersebut menggunakan sekitar 140 rekening bank atas nama kurang lebih 45 perusahaan cangkang untuk mencuci sedikitnya US$43 juta dana hasil skema penipuan investasi. Dana tersebut kemudian diduga dipindahkan ke rekening bank di China melalui kerja sama dengan konspirator yang berbasis di luar negeri.

Modus penipuan yang menjadi sumber dana melibatkan pendekatan terhadap korban melalui media sosial atau layanan pesan. Pelaku membangun hubungan, mendapatkan kepercayaan korban, lalu membujuk mereka mengirim uang untuk peluang investasi yang diklaim menguntungkan.

Korban kemudian diperlihatkan keuntungan palsu pada profil atau platform investasi yang dikendalikan pelaku. Setelah korban terdorong untuk menambah dana, uang yang sudah dikirim akhirnya dicuri dan dialirkan ke jaringan pencucian uang.

Kasus ini menggambarkan bagaimana operasi investment fraud modern tidak hanya bergantung pada pelaku yang berinteraksi langsung dengan korban, tetapi juga pada jaringan finansial yang membantu memindahkan, menyamarkan, dan mengirimkan hasil kejahatan ke luar negeri.

Menurut otoritas AS, Chen dan Zhang didakwa atas konspirasi untuk melakukan pencucian uang. Jika terbukti bersalah, keduanya menghadapi ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Penyelidikan kasus ini melibatkan FBI New York, Homeland Security Investigations New York, IRS Criminal Investigation New York, serta U.S. Postal Inspection Service New York. Penuntutan dilakukan oleh Criminal Division bersama kantor jaksa federal terkait.

Otoritas AS menekankan bahwa penindakan terhadap jaringan pencucian uang menjadi bagian penting dalam memutus rantai penipuan investasi, karena jaringan semacam ini memungkinkan pelaku scam terus memindahkan dana korban dan memperluas operasi mereka.

Meski dakwaan telah diajukan, kedua terdakwa tetap dianggap tidak bersalah sampai terbukti bersalah di pengadilan. Kasus ini juga kembali menjadi pengingat bagi pengguna internet untuk berhati-hati terhadap tawaran investasi yang datang melalui pesan pribadi, terutama jika menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat.

Sumber: U.S. Department of Justice

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button