Security

Remaja 19 Tahun yang Diduga Anggota Scattered Spider Diekstradisi ke Amerika Serikat

Seorang remaja berusia 19 tahun yang diduga merupakan anggota kelompok peretas Scattered Spider telah diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi berbagai dakwaan terkait kejahatan siber. Tersangka dituduh terlibat dalam serangkaian peretasan terhadap perusahaan-perusahaan besar yang menyebabkan kerugian jutaan dolar.

Pria bernama Peter Stokes, yang memiliki kewarganegaraan ganda Amerika Serikat dan Estonia, sebelumnya ditangkap di Bandara Helsinki, Finlandia, pada 10 April 2026 saat hendak menaiki pesawat menuju Jepang.

Diduga Terlibat Sejak Usia 16 Tahun

Berdasarkan dokumen pengadilan, Stokes diduga menggunakan beberapa nama samaran di internet, yaitu “Bouquet”, “Spencer”, dan “Jordan”.

Jaksa menuduhnya terlibat dalam sedikitnya empat serangan yang dilakukan kelompok Scattered Spider, termasuk peretasan terhadap sebuah platform komunikasi online pada Maret 2023, saat usianya baru 16 tahun.

Serangan-serangan tersebut disebut berujung pada tuntutan pembayaran uang tebusan bernilai jutaan dolar kepada para korban.

Menyamar sebagai Karyawan untuk Membobol Sistem

Salah satu kasus yang tercantum dalam dakwaan terjadi pada Mei 2025, ketika kelompok tersebut diduga menyerang sebuah perusahaan ritel barang mewah bernilai miliaran dolar yang identitasnya tidak diungkap.

Dalam serangan itu, pelaku disebut menelepon helpdesk TI perusahaan dengan menyamar sebagai karyawan. Melalui teknik rekayasa sosial tersebut, mereka berhasil meminta reset kredensial hingga memperoleh akses administrator.

Kelompok tersebut kemudian mengklaim telah mencuri sekitar 100 GB data dan menuntut uang tebusan sebesar US$8 juta.

Perusahaan korban menolak membayar tebusan, namun tetap mengalami kerugian lebih dari US$2 juta akibat gangguan operasional dan biaya pemulihan sistem.

Menghadapi Sejumlah Dakwaan Pidana

Setelah diekstradisi ke Amerika Serikat, Peter Stokes kini menghadapi sejumlah dakwaan, antara lain:

  • penipuan (fraud);
  • konspirasi;
  • penyusupan sistem komputer secara ilegal.

Ia juga telah menjalani sidang perdana di pengadilan federal Chicago dan saat ini masih ditahan.

Menurut Departemen Kehakiman Amerika Serikat, Scattered Spider telah melakukan lebih dari 100 intrusi jaringan yang menghasilkan pembayaran uang tebusan lebih dari US$100 juta, belum termasuk kerugian operasional yang dialami para korban.

Siapa Scattered Spider?

Scattered Spider merupakan kelompok peretas yang muncul pada 2022 dan dikenal terdiri dari para remaja hingga dewasa muda yang berasal dari Amerika Serikat dan Inggris.

Kelompok ini dikenal mengandalkan teknik social engineering, antara lain:

  • serangan MFA fatigue (membanjiri korban dengan permintaan autentikasi hingga disetujui);
  • phishing melalui SMS;
  • penyamaran sebagai staf TI untuk memperoleh kredensial pengguna.

Menurut jaksa, kelompok ini juga memanfaatkan emulator Android Genymobile dalam sebagian operasinya serta pernah menggunakan ransomware DragonForce saat menyerang perusahaan ritel di Inggris.

Daftar Korban Mencakup Perusahaan Besar Dunia

Selama beberapa tahun terakhir, Scattered Spider dikaitkan dengan berbagai serangan terhadap perusahaan dan organisasi ternama, di antaranya:

  • Caesars Entertainment;
  • MGM Resorts;
  • Riot Games;
  • DoorDash;
  • Reddit;
  • MailChimp;
  • Twilio;
  • Allianz Life;
  • Transport for London (TfL);
  • Co-op;
  • Marks & Spencer (M&S);
  • Harrods;
  • WestJet;
  • Jaguar Land Rover.

Kasus ini menjadi salah satu langkah penegakan hukum terbesar terhadap anggota kelompok Scattered Spider, yang selama beberapa tahun terakhir dikenal sebagai salah satu pelaku serangan rekayasa sosial paling aktif di dunia.


Sumber: U.S. Department of Justice

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button