Security

Prancis Tangkap Tersangka Terkait Serangan Siber ke Kementerian Dalam Negeri

Otoritas Prancis menangkap seorang pria berusia 22 tahun yang diduga terlibat dalam serangan siber terhadap Kementerian Dalam Negeri Prancis yang terjadi awal bulan ini. Penangkapan dilakukan pada Selasa, 17 Desember 2025, sebagai bagian dari penyelidikan resmi atas insiden tersebut.

Dalam pernyataan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum Paris, Laure Beccuau, disebutkan bahwa tersangka ditangkap oleh unit kejahatan siber kejaksaan Paris. Ia didakwa atas tuduhan akses ilegal ke sistem pemrosesan data otomatis milik negara yang dilakukan secara terorganisir, menyusul serangan siber terhadap Kementerian Dalam Negeri.

Tersangka dituduh melakukan akses tanpa izin ke sistem data pemerintah sebagai bagian dari kelompok terorganisir. Pelanggaran ini di Prancis dapat dikenai hukuman maksimal hingga 10 tahun penjara. Jaksa juga mengungkap bahwa tersangka, yang lahir pada 2003, bukan sosok baru bagi aparat penegak hukum dan telah divonis bersalah pada 2025 atas pelanggaran serupa.

Penyelidikan kasus ini ditangani oleh OFAC, lembaga nasional Prancis yang bertugas memberantas kejahatan siber. Pihak berwenang menyatakan bahwa keterangan tambahan akan disampaikan setelah masa penahanan polisi berakhir, yang dapat berlangsung hingga 48 jam. Hingga kini, kejaksaan belum memberikan rincian terkait vonis sebelumnya yang pernah dijatuhkan kepada tersangka.

Penangkapan ini terjadi beberapa hari setelah pemerintah Prancis mengonfirmasi bahwa Kementerian Dalam Negeri menjadi korban serangan siber yang mengakibatkan kompromi pada server email internal. Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez menjelaskan bahwa intrusi tersebut terdeteksi pada malam hari antara Kamis, 11 Desember, dan Jumat, 12 Desember, dan memungkinkan pelaku mengakses sejumlah file dokumen.

Pemerintah belum memastikan apakah ada data yang dicuri dalam insiden tersebut. Menurut Nuñez, prosedur pengamanan standar langsung diterapkan setelah serangan terdeteksi. Ia juga menyebutkan bahwa motif serangan masih belum dapat dipastikan, apakah terkait campur tangan asing, upaya menantang otoritas negara, atau murni kejahatan siber.

Pasca-insiden, Kementerian Dalam Negeri memperketat protokol keamanan dan memperkuat kontrol akses pada seluruh sistem informasi yang digunakan oleh pegawainya. Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Menariknya, serangan terhadap Kementerian Dalam Negeri ini terjadi hampir bersamaan dengan kemunculan kembali forum peretasan BreachForums. Salah satu administrator forum tersebut secara terbuka mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui sebuah unggahan. Dalam pernyataannya, pelaku mengaku menyerang lembaga pemerintah sebagai aksi balas dendam atas penangkapan rekan-rekan mereka, yang diduga merujuk pada penangkapan lima moderator dan administrator BreachForums pada 2025.

Unggahan tersebut juga mengklaim bahwa pelaku berhasil mencuri data lebih dari 16 juta orang dari arsip dan catatan kepolisian Prancis, serta memberikan tenggat waktu satu minggu kepada pemerintah untuk bernegosiasi agar data tersebut tidak dipublikasikan. Namun, klaim ini belum dikonfirmasi oleh otoritas Prancis, dan belum jelas apakah tersangka yang ditangkap memiliki keterkaitan langsung dengan pernyataan yang beredar di BreachForums.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button