News
TSMC Catat Rekor Pendapatan Q2 2025 Meski Dihantam Fluktuasi Mata Uang dan Tarif
TSMC mengumumkan rekor pendapatan untuk kuartal kedua tahun 2025, mencapai NT$673,5 miliar (sekitar USD 20,8 miliar), di tengah tantangan nilai tukar dan tekanan tarif internasional. Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya permintaan chip AI dan proses manufaktur 3 nm.
Ringkasan
Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) berhasil membukukan pendapatan tertinggi sepanjang sejarahnya untuk Q2 2025, meski menghadapi tekanan dari pelemahan mata uang dan beban tarif perdagangan global. Performa kuat ini terutama ditopang oleh meningkatnya permintaan untuk chip berbasis proses 3 nm dan 5 nm, serta lonjakan di sektor AI dan server.
Detail Finansial:
- Pendapatan Q2 2025:
- NT$673,5 miliar (setara USD 20,86 miliar)
- Naik 36% YoY dan 13% QoQ
- Kontribusi Proses 3 nm:
- Memberikan 15% dari total pendapatan
- Permintaan tinggi dari perusahaan seperti Apple, NVIDIA, dan AMD
- Segmentasi Pendapatan:
- 51% dari teknologi 5 nm dan 3 nm
- Kontribusi besar dari sektor AI, HPC (High Performance Computing), dan mobile
- Margin Kotor: Sekitar 54,1%, tetap sehat meski tekanan biaya dan nilai tukar
Tantangan Global:
- Fluktuasi nilai tukar Taiwan Dollar (TWD) terhadap USD memberikan tekanan konversi
- Kebijakan tarif perdagangan dari beberapa negara memperumit rantai pasokan
- Meski begitu, TSMC tetap mampu mempertahankan momentum produksi dan ekspansi
Strategi dan Outlook:
- Fokus pada perluasan kapasitas produksi 3 nm dan pengembangan node 2 nm
- Tetap agresif dalam peningkatan fasilitas di Taiwan, Jepang, dan AS
- Proyeksi kuartal selanjutnya tetap optimis dengan permintaan chip AI yang terus melonjak
Target Pasar:
- Vendor chip AI seperti NVIDIA, AMD, dan Intel
- Produsen smartphone dan perangkat mobile kelas flagship
- Pelanggan cloud dan data center yang migrasi ke komputasi performa tinggi








