AAEON UP Xtreme PTL Edge Air Hadir dengan AirJet, Tebal Hanya 35,8 mm

AAEON resmi meluncurkan UP Xtreme PTL Edge Air, Mini PC untuk kebutuhan edge computing yang menggunakan prosesor Intel Core Ultra Series 3 berbasis Panther Lake dan teknologi pendingin aktif solid-state AirJet dari Frore Systems.
Berbeda dari Mini PC konvensional yang mengandalkan kipas, sistem pendingin AirJet menggunakan getaran membran pada frekuensi ultrasonik untuk menghasilkan aliran udara berdenyut berkecepatan tinggi. Teknologi ini memungkinkan pembuangan panas berkapasitas tinggi tanpa membutuhkan heatsink besar yang menambah ketebalan perangkat.
35 Persen Lebih Tipis dan 43 Persen Lebih Ringan
Salah satu keunggulan utama UP Xtreme PTL Edge Air adalah dimensinya yang jauh lebih ringkas dibandingkan versi UP Xtreme PTL Edge yang menggunakan pendingin berbasis kipas.
AAEON menyebut model terbaru ini 35 persen lebih tipis dan 43 persen lebih ringan. Ketebalannya hanya 35,8 mm, sedangkan bobotnya sekitar 1,57 lb atau 712 gram.
Pengurangan ukuran tersebut membuat perangkat lebih mudah diintegrasikan ke berbagai sistem yang memiliki keterbatasan ruang. AAEON secara khusus menargetkan perangkat ini untuk aplikasi seperti kiosk ultra-tipis, housing Autonomous Mobile Robot (AMR) dengan ruang terbatas, serta unit kesehatan mobile berukuran ringkas.
Tidak digunakannya kipas juga menghilangkan getaran yang biasanya dihasilkan sistem pendingin konvensional.

AirJet Menghilangkan Getaran dari Kipas
Teknologi AirJet menjadi bagian paling menarik dari desain UP Xtreme PTL Edge Air. Sistem pendingin solid-state ini memanfaatkan membran yang bergetar pada frekuensi ultrasonik untuk menghasilkan aliran udara berdenyut berkecepatan tinggi.
Pendekatan tersebut memungkinkan pendinginan aktif tetap digunakan tanpa motor kipas konvensional. Selain membantu menghemat ruang, desain ini juga menghilangkan getaran yang berasal dari kipas.
AAEON menyebut UP Xtreme PTL Edge Air memiliki tingkat kebisingan di bawah 21 dBA. Karakteristik tersebut membuatnya cocok digunakan sebagai platform untuk perangkat yang membutuhkan lingkungan kerja lebih tenang dan stabil.
Untuk aplikasi robotika, absennya getaran dari kipas juga dapat membantu mengurangi gangguan mekanis pada aktuator, sensor, dan kamera. Menurut AAEON, karakteristik tersebut berpotensi mengurangi torsi pada sambungan robot yang bergerak sekaligus meminimalkan gangguan terhadap perangkat sensing yang membutuhkan presisi.

Tiga Pilihan Prosesor Intel Core Ultra Series 3
UP Xtreme PTL Edge Air tersedia dalam tiga pilihan prosesor dari keluarga Intel Core Ultra Series 3, yang sebelumnya dikenal dengan nama kode Panther Lake.
Konfigurasinya mencakup:
- Intel Core Ultra X7 Processor 358H
- Intel Core Ultra 7 Processor 356H
- Intel Core Ultra 5 Processor 325
Ketiga pilihan tersebut membawa kemampuan pemrosesan AI dan grafis terintegrasi dari platform Intel Core Ultra Series 3.
AAEON menyebut sistem ini memiliki Intel Arc GPU dengan 12 Xe-core serta Intel NPU 5.0, dengan performa AI hingga 180 TOPS.
Kombinasi CPU, GPU terintegrasi, dan NPU tersebut membuat perangkat tidak hanya ditujukan untuk komputasi umum, tetapi juga dapat digunakan sebagai platform edge AI untuk kebutuhan seperti analisis sensor, visi komputer, otomasi industri, dan aplikasi robotika.
I/O Tetap Lengkap Meski Bodi Lebih Tipis
Meskipun desainnya dibuat lebih tipis dan ringan, AAEON mempertahankan konfigurasi I/O yang sama seperti UP Xtreme PTL Edge generasi sebelumnya.
Perangkat ini menyediakan empat port USB, terdiri dari:
- Dua USB Type-C dengan dukungan USB4.0
- Dua USB Type-A dengan USB 3.2 Gen 2
Untuk konektivitas jaringan, tersedia dua port 2.5GbE LAN. Sistem juga menyediakan dua port COM dengan dukungan RS-232/422/485, sehingga dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan berbagai perangkat industri.
Untuk kebutuhan display, tersedia dua HDMI 2.1 serta dua DisplayPort 2.1 melalui USB Type-C. Konfigurasi tersebut memungkinkan perangkat menjalankan hingga empat layar secara bersamaan.
Dua Slot NVMe dan GPIO 40-Pin
Dari sisi ekspansi internal, UP Xtreme PTL Edge Air menyediakan dua slot M.2 2280 M-Key yang dapat digunakan untuk perangkat penyimpanan NVMe.
Tersedia pula satu slot M.2 2230 E-Key untuk modul Wi-Fi serta konektor GPIO 40-pin, yang menjadi salah satu karakteristik platform UP untuk kebutuhan integrasi dan pengembangan perangkat.
Kombinasi konektivitas tersebut membuat Mini PC ini dapat diintegrasikan ke berbagai sistem embedded maupun edge computing tanpa harus menggunakan perangkat tambahan dalam jumlah besar.
Konsekuensi dari Desain Pendingin Baru
Penggunaan AirJet memberikan keuntungan dari sisi dimensi, bobot, kebisingan, dan getaran. Namun, AAEON juga mencatat beberapa konsekuensi dibandingkan UP Xtreme PTL Edge dengan pendingin kipas.
UP Xtreme PTL Edge Air memiliki konsumsi daya sekitar 6 persen lebih tinggi. Selain itu, rentang suhu operasionalnya lebih sempit, yaitu -10°C hingga 45°C.
Di luar dua perbedaan tersebut, perangkat mempertahankan konfigurasi I/O utama dari pendahulunya.
Dengan desain pendingin solid-state, AAEON menempatkan UP Xtreme PTL Edge Air sebagai Mini PC edge AI yang mengutamakan kepadatan komputasi dalam bentuk fisik yang sangat ringkas. Ketebalan 35,8 mm dan bobot sekitar 712 gram membuatnya dapat dipasang pada sistem yang sulit mengakomodasi Mini PC dengan heatsink dan kipas berukuran lebih besar.
Bagi pengembang dan system integrator, kombinasi Intel Core Ultra Series 3, Intel Arc GPU 12 Xe-core, NPU 5.0 hingga 180 TOPS, dual 2.5GbE, USB4, empat output display, NVMe ganda, dan pendingin AirJet menjadikan UP Xtreme PTL Edge Air sebagai platform yang dirancang khusus untuk kebutuhan edge computing dengan keterbatasan ruang.
Sumber: AAEON








