MSI EdgeXpert 64 GB Meluncur, AI Supercomputer Ringkas Berbasis NVIDIA DGX Spark

MSI memperluas jajaran desktop AI supercomputer EdgeXpert dengan memperkenalkan EdgeXpert 64 GB, model baru berbasis platform NVIDIA DGX Spark yang ditujukan untuk menjalankan agentic AI dan local inference di lingkungan enterprise.
Model ini dilengkapi 64 GB LPDDR5x unified memory dan menawarkan performa AI hingga 1 petaFLOP FP4, dengan kemampuan menjalankan open-source AI model hingga 100 miliar parameter secara lokal.
EdgeXpert 64 GB melengkapi model 128 GB yang sudah tersedia. MSI memosisikan varian baru tersebut sebagai opsi yang lebih ekonomis untuk organisasi yang ingin melakukan deployment AI agent dalam jumlah besar di kantor cabang, pabrik, toko, maupun lingkungan dengan persyaratan data governance yang ketat.
MSI menjadwalkan EdgeXpert 64 GB mulai tersedia pada 23 Oktober 2026.

Berbasis NVIDIA DGX Spark
MSI EdgeXpert menggunakan platform NVIDIA DGX Spark, yang dirancang untuk membawa kemampuan AI development dan inference ke desktop dengan form factor ringkas.
Platform tersebut menawarkan kemampuan komputasi hingga 1 petaFLOP FP4 AI compute.
Pada EdgeXpert 64 GB, MSI memasangkan platform tersebut dengan 64 GB LPDDR5x unified memory.
Kapasitas memory tersebut memungkinkan sistem menjalankan open-source model dengan ukuran hingga 100 miliar parameter secara lokal.
Unified memory memungkinkan CPU dan GPU mengakses memory pool yang sama, karakteristik yang penting untuk workload AI dengan kebutuhan memory besar.

Dirancang untuk Agentic AI yang Berjalan 24/7
MSI menargetkan EdgeXpert untuk perubahan penggunaan AI dari chatbot menuju autonomous AI agents.
Agentic AI dapat menjalankan workflow multi-step, mengakses data lokal, mengambil tindakan berdasarkan kondisi tertentu, serta beroperasi dalam waktu panjang tanpa harus menunggu prompt pengguna untuk setiap langkah.
Karakteristik tersebut membutuhkan sistem yang mampu mempertahankan model di memory dan menjalankan inference secara terus-menerus.
MSI menyebut EdgeXpert dirancang untuk always-on workloads, termasuk penggunaan selama 24 jam.
Cooling system juga dirancang agar mampu mempertahankan performa dalam workload berkelanjutan tanpa membutuhkan chassis workstation berukuran besar.
Model 64 GB Bisa Jalankan AI hingga 100B Parameter
Perbedaan utama antara dua tier EdgeXpert berada pada kapasitas unified memory dan skala AI model yang ditargetkan.
Model EdgeXpert 64 GB ditujukan untuk deployment dan mampu menjalankan model open-source hingga sekitar 100B parameter.
Sementara itu, EdgeXpert 128 GB diposisikan untuk development team dengan workload lebih berat.
Menurut MSI, model 128 GB dapat digunakan untuk menjalankan model hingga 200B parameter atau melakukan fine-tuning terhadap model hingga 70B parameter.
Pendekatan tersebut memungkinkan organisasi menggunakan konfigurasi 128 GB pada pusat pengembangan AI, kemudian menyebarkan unit 64 GB dalam jumlah lebih besar ketika model sudah siap digunakan di lapangan.
Konsep Develop Big, Deploy Lean
MSI menyebut strategi tersebut sebagai “Develop Big, Deploy Lean.”
Dalam skenario enterprise, organisasi dapat menempatkan EdgeXpert 128 GB di kantor pusat atau AI Center untuk development, experimentation, dan fine-tuning.
Setelah AI agent siap digunakan, organisasi dapat melakukan deployment menggunakan EdgeXpert 64 GB di berbagai lokasi.
Unit tersebut dapat ditempatkan di branch office, factory floor, retail location, maupun regulated environment.
Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mengurangi biaya per unit deployment tanpa harus mengorbankan kemampuan menjalankan model secara lokal.
AI untuk Manufacturing hingga Perbankan
MSI memberikan sejumlah contoh penggunaan EdgeXpert dalam lingkungan enterprise.
Pada sektor manufacturing, sistem dapat menjalankan visual quality inspection agent untuk melakukan deteksi defect secara real-time dan membantu menentukan corrective action.
Untuk banking dan legal, EdgeXpert dapat digunakan menjalankan fraud investigation maupun audit agent sambil mempertahankan data di infrastructure lokal.
Pada healthcare, AI agent dapat menangani clinical documentation dekat dengan operational data.
Sementara itu, retailer dapat menjalankan inventory agent secara lokal untuk memproses informasi operasional tanpa seluruh data harus dikirim ke cloud.
MSI juga menyebut penggunaan sebelumnya mencakup legal IP governance, factory intelligence, offline voice translation, dan agentic workflows.
Data Diproses di Dalam Firewall
Salah satu fokus utama EdgeXpert adalah on-premises AI inference.
AI model dan data dapat dijalankan di dalam firewall organisasi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada public cloud.
Pendekatan tersebut dapat menjadi penting bagi perusahaan yang menangani intellectual property, dokumen legal, data manufacturing, atau informasi bisnis yang memiliki persyaratan governance ketat.
Local inference juga memberikan organisasi kontrol lebih besar terhadap lokasi pemrosesan data.
Namun, tingkat keamanan dan compliance aktual tetap bergantung pada konfigurasi jaringan, access control, software, serta kebijakan keamanan yang diterapkan organisasi.
10GbE dan ConnectX-7 200GbE untuk Clustering
Meski dapat digunakan sebagai standalone AI workstation, EdgeXpert juga dirancang agar beberapa unit dapat digabungkan menjadi cluster.
Sistem menyediakan 10GbE networking serta NVIDIA ConnectX-7 NIC dengan konektivitas hingga 200GbE untuk system clustering.
Konektivitas berkecepatan tinggi tersebut memungkinkan beberapa EdgeXpert bekerja dalam satu infrastructure ketika organisasi membutuhkan kapasitas komputasi lebih besar.
NVIDIA Sync dapat digunakan untuk membantu tim menyiapkan cluster dari beberapa sistem yang terhubung.
Software tersebut juga memungkinkan administrator memonitor aktivitas CPU dan GPU dari satu desktop application.
Chassis Hanya 1,2 Liter dengan Bobot 1,2 Kg
Seluruh kemampuan tersebut ditempatkan dalam chassis berkapasitas hanya 1,2 liter.
EdgeXpert memiliki bobot sekitar 1,2 kg, membuatnya jauh lebih ringkas dibandingkan workstation AI tradisional.
MSI juga mengklaim cooling system bekerja dengan tingkat kebisingan rendah meskipun sistem dirancang untuk workload yang berjalan terus-menerus.
Form factor kecil menjadi salah satu bagian penting dari strategi deployment EdgeXpert karena perusahaan dapat menempatkan banyak unit di berbagai lokasi tanpa membutuhkan ruang server khusus untuk setiap deployment.
Sudah Dilengkapi NVIDIA DGX OS
MSI EdgeXpert dikirim dengan NVIDIA DGX OS yang telah terpasang.
Sistem juga mendapatkan NVIDIA AI software stack sehingga pengguna dapat mulai membangun atau menjalankan workload AI tanpa menyiapkan seluruh software environment dari awal.
Turnkey software menjadi bagian penting dari positioning EdgeXpert sebagai desktop AI supercomputer untuk enterprise.
Kombinasi DGX OS, NVIDIA AI software stack, unified memory, dan high-speed networking memberikan satu platform yang dapat digunakan dari tahap development hingga deployment.
EdgeXpert 64 GB Tersedia 23 Oktober
MSI akan mulai menyediakan EdgeXpert 64 GB pada 23 Oktober 2026.
Model baru tersebut melengkapi EdgeXpert 128 GB dengan menawarkan konfigurasi yang lebih berorientasi pada deployment AI dalam jumlah besar.
Dengan 64 GB LPDDR5x unified memory, kemampuan menjalankan model hingga 100B parameter, 1 petaFLOP FP4 AI compute, ConnectX-7 200GbE, dan chassis 1,2 liter, EdgeXpert diposisikan sebagai infrastructure AI lokal yang dapat ditempatkan langsung dekat dengan sumber data.
Pendekatan ini memberikan alternatif bagi perusahaan yang ingin menjalankan agentic AI secara lokal tanpa seluruh workload dan data harus diproses melalui cloud.
Sumber: MSI








