News

MaxLinear Luncurkan Puma 9 untuk Percepat Migrasi DOCSIS 4.0 dan Layanan Multigigabit

MaxLinear resmi memperkenalkan Puma 9, platform DOCSIS generasi terbaru yang dirancang untuk membantu operator broadband mempercepat penyediaan layanan multigigabit berbasis DOCSIS 4.0, DOCSIS 3.1+, serta mendukung kebutuhan Edge AI, Personal AI, dan konektivitas Wi-Fi 8.

Platform ini menggabungkan dukungan berbagai generasi standar DOCSIS dalam satu SoC, sehingga operator dapat mempertahankan investasi pada infrastruktur DOCSIS 3.1 sekaligus menyiapkan jaringan untuk kebutuhan broadband generasi berikutnya. MaxLinear juga menempatkan efisiensi biaya, keamanan post-quantum, fleksibilitas memori DDR5, serta pemrosesan AI sebagai bagian penting dari Puma 9.

Satu SoC untuk DOCSIS 3.1 hingga DOCSIS 4.0

Puma 9 dibangun menggunakan proses fabrikasi 8 nm dan menjadi platform DOCSIS yang diklaim MaxLinear mampu mendukung DOCSIS 3.1, DOCSIS 3.1+, dan DOCSIS 4.0 dalam satu SoC.

Pendekatan tersebut dirancang untuk mengurangi kebutuhan penggantian perangkat ketika operator melakukan peningkatan jaringan. Alih-alih harus mengganti customer premises equipment (CPE) setiap kali standar jaringan berkembang, perangkat berbasis Puma 9 dapat dipersiapkan untuk melakukan peningkatan kemampuan melalui pembaruan di lapangan.

Model ini memungkinkan operator menentukan waktu migrasi berdasarkan kebutuhan jaringan dan kondisi bisnis, tanpa harus melakukan penggantian perangkat secara besar-besaran.

Bagi operator, fleksibilitas tersebut menjadi penting karena migrasi menuju DOCSIS 4.0 biasanya membutuhkan investasi perangkat keras, proses kualifikasi, serta perencanaan jaringan yang cukup besar.

Mendukung Kecepatan hingga 12 Gbps pada DOCSIS 3.1+

Salah satu kemampuan utama Puma 9 adalah dukungan terhadap lima kanal OFDM dalam konfigurasi DOCSIS 3.1+.

MaxLinear menyebut konfigurasi tersebut memungkinkan throughput downstream hingga 12 Gbps. Dengan demikian, operator dapat menghadirkan pengalaman layanan yang mendekati kelas DOCSIS 4.0 pada jaringan DOCSIS 3.1 yang sudah tersedia, sebelum melakukan migrasi jaringan secara penuh.

Pendekatan ini memungkinkan peningkatan kapasitas dilakukan secara bertahap. Operator dapat menawarkan layanan multigigabit terlebih dahulu di wilayah yang memiliki kebutuhan tinggi, kemudian memperluas migrasi DOCSIS 4.0 sesuai kebutuhan.

MaxLinear juga mengklaim desain Puma 9 dapat menurunkan biaya CPE sekitar 30% hingga 50% dibandingkan solusi DOCSIS 4.0 alternatif, meskipun angka tersebut merupakan klaim perusahaan dan hasil aktual akan bergantung pada desain serta konfigurasi produk masing-masing OEM.

Memori DDR5 untuk Memperpanjang Siklus Produk

Puma 9 membawa dukungan DDR5, yang menurut MaxLinear memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pemilihan pemasok memori sekaligus membantu mengurangi risiko pasokan komponen dalam jangka panjang.

Hal ini menjadi semakin relevan karena industri memori mulai beralih dari DDR4 ke generasi yang lebih baru. Perangkat broadband memiliki siklus hidup yang panjang, sehingga ketersediaan komponen menjadi salah satu faktor penting dalam perencanaan produk.

MaxLinear menyebut Puma 9 sebagai platform DOCSIS yang mendukung DDR5 sekaligus mempertahankan fleksibilitas untuk pengembangan gateway generasi berikutnya.

Keamanan Post-Quantum Menjadi Bagian dari Desain

Selain performa jaringan, MaxLinear memasukkan Post-Quantum Cryptography (PQC) ke dalam kesiapan keamanan Puma 9.

Teknologi tersebut ditujukan untuk membantu operator mempersiapkan jaringan broadband menghadapi ancaman kriptografi di masa depan yang dapat muncul seiring perkembangan komputer kuantum.

Puma 9 dirancang menggunakan pendekatan secure-by-design dan ditujukan untuk membantu memenuhi berbagai kerangka keamanan serta regulasi, termasuk NIST IR 8425A di Amerika Serikat, Radio Equipment Directive (RED), dan Cyber Resilience Act (CRA) di Uni Eropa.

Siap untuk Wi-Fi 8 dan Edge AI

Puma 9 tidak hanya berfokus pada peningkatan kecepatan DOCSIS. Platform ini juga dirancang sebagai fondasi untuk gateway generasi berikutnya yang mengintegrasikan Wi-Fi 8 dan kemampuan AI.

MaxLinear menyertakan MaxAI NPU untuk pemrosesan Edge AI. NPU tersebut dapat digunakan untuk membantu optimasi Quality of Service (QoS), meningkatkan efisiensi jaringan, memperbaiki pengalaman pengguna, serta berpotensi mengurangi biaya operasional operator.

Integrasi pemrosesan AI langsung pada gateway memungkinkan sebagian fungsi komputasi dilakukan lebih dekat dengan pengguna, tanpa selalu bergantung pada pemrosesan di cloud.

Bagi operator broadband, kemampuan tersebut dapat menjadi fondasi untuk layanan baru yang memanfaatkan AI, termasuk layanan Personal AI dan aplikasi berbasis Edge AI.

Mengurangi Risiko Migrasi DOCSIS 4.0

Migrasi menuju DOCSIS 4.0 menghadirkan tantangan tersendiri bagi operator. Penggantian CPE dalam skala besar dapat meningkatkan biaya investasi, sementara proses kualifikasi perangkat baru juga membutuhkan waktu.

Puma 9 dirancang untuk mengatasi persoalan tersebut dengan memungkinkan operator menggunakan satu platform yang dapat berkembang dari DOCSIS 3.1 menuju DOCSIS 3.1+ dan kemudian DOCSIS 4.0.

Dalam skenario ini, operator dapat memasang perangkat yang sudah siap untuk DOCSIS 4.0 sejak awal, tetapi mengaktifkan kemampuan tersebut ketika jaringan dan model bisnis sudah membutuhkannya.

MaxLinear mengatakan pendekatan ini memungkinkan operator mempertahankan investasi perangkat keras sekaligus mengurangi kebutuhan penggantian CPE secara berkala.

Dirancang untuk Siklus Investasi Broadband Berikutnya

MaxLinear mengacu pada proyeksi industri Dell’Oro yang memperkirakan investasi DOCSIS 4.0 dan ekspansi fiber memasuki siklus belanja baru yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 2028.

Dalam kondisi tersebut, operator membutuhkan cara untuk menyelaraskan investasi CPE dengan perkembangan jaringan. Puma 9 dirancang untuk memberikan fleksibilitas agar pengeluaran perangkat pelanggan tidak harus dilakukan bersamaan dengan setiap tahapan peningkatan infrastruktur jaringan.

Platform ini juga mengandalkan teknologi front-end DOCSIS 4.0 MaxLinear yang telah digunakan di lapangan serta software DOCSIS dan voice yang sudah digunakan secara global. Menurut perusahaan, pendekatan tersebut dapat membantu mengurangi risiko implementasi dan mempercepat waktu menuju pasar.

Didukung Sejumlah Mitra Industri

Puma 9 telah menarik perhatian sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang perangkat broadband dan jaringan.

Askey menyatakan sedang mengembangkan gateway generasi berikutnya berbasis Puma 9 dengan kombinasi Wi-Fi 8, pemrosesan AI, keamanan post-quantum, dan arsitektur DOCSIS yang dapat berkembang mengikuti kebutuhan operator.

Gemtek juga menggunakan Puma 9 sebagai dasar pengembangan gateway DOCSIS dan Wi-Fi generasi berikutnya, dengan fokus pada dukungan DDR5, kesiapan PQC, dan peningkatan kemampuan broadband di masa mendatang.

Sementara itu, Mediacom Communications menyatakan tertarik mengevaluasi kemampuan platform yang mendukung DOCSIS 3.1+, DOCSIS 4.0, serta layanan masa depan tanpa peningkatan biaya CPE yang signifikan.

Puma 9 Sudah Tersedia untuk Operator dan OEM

MaxLinear menyatakan Puma 9 sudah tersedia bagi operator broadband dan OEM yang sedang mengembangkan gateway DOCSIS serta perangkat eMTA generasi berikutnya.

Perusahaan juga menyebut akan ada pengumuman tambahan mengenai produk dan mitra sepanjang 2026.

Dengan dukungan DOCSIS 3.1, 3.1+, dan 4.0 dalam satu platform, throughput hingga 12 Gbps pada konfigurasi D3.1+, DDR5, Wi-Fi 8, MaxAI NPU, serta kesiapan keamanan post-quantum, Puma 9 diposisikan MaxLinear sebagai platform untuk membantu operator melakukan transisi menuju jaringan multigigabit secara bertahap.

Sumber: MaxLinear

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button