NCSC Belanda Peringatkan Eksploitasi Celah Kritis Check Point VPN Segera Terjadi

Pusat keamanan siber Belanda, Nationaal Cyber Security Centrum (NCSC), memperingatkan bahwa eksploitasi terhadap dua kerentanan kritis pada produk Check Point VPN kemungkinan akan segera terjadi. Kedua celah tersebut memungkinkan penyerang jarak jauh menjalankan kode berbahaya pada perangkat Security Gateway dan server terkait.
Dua kerentanan yang dimaksud adalah CVE-2026-85102 dan CVE-2026-85103. Hingga saat ini belum ada proof-of-concept (PoC) yang dipublikasikan, tetapi NCSC menilai kemungkinan eksploitasi dan dampaknya sama-sama tinggi.
“NCSC menilai kemungkinan eksploitasi dan potensi dampaknya tinggi serta memperkirakan upaya eksploitasi akan segera terjadi.”
Karena itu, organisasi yang menggunakan Check Point VPN diminta segera memasang pembaruan keamanan dan tidak menunggu hingga exploit tersedia secara publik.
Dua Celah Kritis Dapat Memicu Remote Code Execution
CVE-2026-85102 berkaitan dengan validasi data sertifikat yang tidak tepat ketika proses negosiasi VPN berlangsung. Kerentanan tersebut dapat dieksploitasi oleh penyerang dari jarak jauh untuk menjalankan arbitrary code pada Security Gateway.
Sementara itu, CVE-2026-85103 merupakan heap overflow pada decoder sertifikat ASN.1 VPN. Celah ini juga dapat memungkinkan remote code execution (RCE) pada Security Gateway maupun Security Management Server.
Kedua kerentanan tersebut sangat berbahaya karena komponen VPN biasanya berada di perimeter jaringan perusahaan dan dapat diakses dari internet. Jika berhasil dieksploitasi, penyerang berpotensi memperoleh kendali penuh terhadap sistem yang terdampak.
NCSC memperingatkan bahwa eksploitasi dapat memungkinkan attacker melihat atau mengubah data rahasia serta mengganggu operasional organisasi.
Check Point Sudah Merilis Patch
Check Point merilis perbaikan keamanan untuk kedua kerentanan tersebut pada 9 September 2026, bersamaan dengan security advisory masing-masing.
Perbaikan tersedia melalui Check Point LivePatch Take 24 untuk R81.20, R82, dan R82.10. Patch juga telah disertakan dalam sejumlah versi Jumbo Hotfix Accumulator:
- R82.10 Jumbo Hotfix Accumulator Take 44 atau lebih baru
- R82 Jumbo Hotfix Accumulator Take 126 atau lebih baru
- R81.20 Jumbo Hotfix Accumulator Take 166 atau lebih baru
- Spark R82.00.10 Build 2325 atau lebih baru
- Spark R81.10.17 Build 4968 atau lebih baru
Sementara itu, Check Point VPN R82.20 tidak terdampak oleh kedua kerentanan tersebut.
Beberapa versi lama juga masuk dalam daftar terdampak, termasuk R80 hingga R80.40, R81, dan R81.10 yang sudah berstatus End of Support (EoS). Pengguna versi tersebut perlu memperhatikan jalur upgrade yang didukung karena perbaikan keamanan untuk versi yang sudah tidak didukung dapat berbeda.
Pengguna LivePatch Mungkin Sudah Mendapat Mitigasi Otomatis
Check Point juga menjelaskan bahwa pelanggan yang menggunakan Check Point Live Patch (CPLP) seharusnya sudah menerima perlindungan terhadap kedua celah tersebut sejak 9 September.
Salah satu keuntungan LivePatch adalah perlindungan dapat diterapkan tanpa harus melakukan reboot server. Namun, administrator tetap disarankan memeriksa status perangkat untuk memastikan mitigasi otomatis benar-benar sudah aktif.
Perlindungan CPLP tersebut hanya tersedia untuk R82.10, R82, dan R81.20 serta tidak mendukung seluruh konfigurasi. Artinya, penggunaan LivePatch saja tidak boleh diasumsikan sebagai jaminan bahwa seluruh sistem telah terlindungi.
Administrator Site-to-Site VPN Diminta Membatasi Akses
Selain memasang pembaruan, NCSC memberikan langkah mitigasi tambahan bagi organisasi yang menggunakan komponen Site-to-Site VPN.
Administrator disarankan mengubah aturan VPN sehingga akses hanya diperbolehkan dari IP address yang spesifik dan tepercaya. Pembatasan ini dapat mengurangi permukaan serangan sambil menunggu proses patching selesai.
Langkah tersebut sangat relevan karena kedua kerentanan dapat dieksploitasi dari jarak jauh melalui mekanisme VPN.
Eksploitasi Belum Terlihat, tetapi Jangan Menunggu PoC
Saat ini belum ada laporan mengenai PoC publik untuk CVE-2026-85102 maupun CVE-2026-85103. Namun, NCSC secara khusus menilai eksploitasi terhadap kedua celah tersebut kemungkinan akan terjadi dalam waktu dekat.
Situasi seperti ini membuat waktu respons menjadi penting. Setelah detail teknis dan PoC tersedia, perangkat yang belum diperbarui dapat menjadi target serangan yang jauh lebih mudah.
Organisasi yang menggunakan Check Point VPN sebaiknya segera melakukan inventarisasi versi yang digunakan, memastikan apakah perangkat termasuk versi terdampak, memeriksa status LivePatch jika tersedia, kemudian memasang versi atau hotfix yang telah diperbaiki.
Untuk sistem yang masih menggunakan versi End of Support, upgrade ke versi yang masih mendapatkan dukungan keamanan juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko serangan berikutnya.
Sumber: Nationaal Cyber Security Centrum (NCSC) Belanda








