Kepolisian Australia Tangkap Dua Tersangka Utama di Balik Serangan Rantai Pasok TeamPCP

Otoritas penegak hukum Australia resmi menangkap dan mendakwa dua pemuda yang diduga merupakan bagian dari kelompok peretas TeamPCP. Kelompok ini dikenal luas berada di balik rentetan serangan rantai pasok perangkat lunak (supply-chain attack) berskala global yang menargetkan berbagai platform pengembang dan repositori open-source.
Operasi penangkapan tersebut dilaksanakan oleh Kepolisian Federal Australia (AFP) bekerja sama dengan Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat serta Kepolisian Australia Barat. Kedua tersangka yang masing-masing berusia 21 dan 23 tahun diciduk di kota Cottesloe dan Mandurah pada 26 Agustus 2026. Dalam penindakan tersebut, aparat penyidik turut mengamankan sejumlah perangkat elektronik dan barang bukti pendukung untuk dianalisis secara forensik digital.
Dampak Masif Serangan Global TeamPCP
TeamPCP beroperasi sebagai kolektif peretas longgar yang kerap berkoordinasi melalui forum-forum siber, server Discord, dan saluran Telegram. Selama setahun terakhir, kelompok ini melancarkan serangan terarah dengan menyuntikkan kode berbahaya ke dalam komponen perangkat lunak sumber terbuka. Kode tersebut kemudian tanpa disadari diadopsi oleh para pengembang ke dalam aplikasi mereka, yang digunakan secara luas oleh lembaga pemerintah, institusi akademis, serta sektor swasta.
Beberapa insiden profil tinggi yang diatribusikan kepada TeamPCP berdampak pada paket dan utilitas perangkat lunak terkemuka seperti Trivy, LiteLLM, Telnyx, SAP, dan TanStack. Selain itu, jaringan ini juga dilaporkan sempat menyusup ke sistem keamanan milik Komisi Eropa, Mistral AI, OpenAI, serta GitHub.
Berdasarkan estimasi gabungan AFP, FBI, dan kepolisian setempat, aktivitas siber berbahaya ini berpotensi mengompromikan lebih dari seribu organisasi di seluruh dunia. Serangan tersebut mengakibatkan pencurian sekitar setengah juta kredensial serta eksfiltrasi data minimal 300 gigabita. Total biaya pemulihan global akibat insiden ini diperkirakan mencapai ratusan juta dolar.
Proses Penyidikan dan Jeratan Hukum
Penyidikan mendalam bermula pada April 2026 setelah AFP dan FBI menerima informasi intelijen dari sejumlah perusahaan keamanan siber. Polisi menduga kedua tersangka menerima imbalan dalam bentuk aset kripto atas keterlibatan langsung mereka dalam operasi TeamPCP.
Selepas pengumuman penangkapan, para peneliti keamanan independen turut mempublikasikan temuan yang menunjukkan bagaimana jejak aktivitas Telegram, penggunaan alias yang berulang, serta rekam jejak digital lainnya berhasil mengaitkan para tersangka dengan identitas di dunia nyata.
Saat ini, kedua tersangka menghadapi total 14 dakwaan gabungan, yang mencakup kepemilikan dan penyediaan data untuk pelanggaran komputer serta modifikasi data guna memfasilitasi tindak pidana serius. Tersangka yang lebih muda juga dijerat dengan dakwaan pencucian hasil kejahatan senilai setidaknya 100.000 dolar serta kegagalan mematuhi perintah akses data elektronik. Setiap dakwaan tersebut membawa ancaman hukuman penjara antara 3 hingga 20 tahun.
Pihak AFP menegaskan bahwa investigasi masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka baru seiring pendalaman barang bukti yang telah disita.
Sumber: Australia Arrests Alleged TeamPCP Hackers Behind Supply-Chain Attacks








