Signal Tambahkan Fitur Keamanan Baru untuk Mencegah Serangan Man-in-the-Middle

Signal memperkenalkan fitur keamanan baru bernama Automatic Key Verification yang memungkinkan pengguna memastikan bahwa percakapan terenkripsi mereka tidak mengalami penyadapan atau perubahan kunci enkripsi oleh pihak lain.
Fitur ini menjadi bagian dari sistem key transparency yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan pengguna dalam memverifikasi integritas koneksi terenkripsi tanpa harus melakukan pemeriksaan manual secara langsung dengan lawan bicara.
Dalam sistem tersebut, Signal melibatkan pihak ketiga independen, yaitu Cloudflare dan Trail of Bits, sebagai auditor untuk membantu memverifikasi integritas percakapan dan konsistensi public encryption key.
Automatic Key Verification Perkuat Sistem Safety Number
Sebelumnya, pengguna Signal dapat memverifikasi identitas lawan bicara dengan mencocokkan safety number secara manual.
Metode tersebut memberikan tingkat kepastian yang tinggi, tetapi biasanya membutuhkan pertemuan langsung atau penggunaan saluran komunikasi lain untuk memastikan nomor keamanan yang ditampilkan pada kedua perangkat benar-benar sama.
Automatic Key Verification menggunakan pendekatan berbeda.
Sistem ini menggabungkan proses verifikasi yang dilakukan oleh pengguna, koneksi Signal mereka, serta auditor pihak ketiga. Ketiganya bekerja bersama untuk memberikan jaminan yang serupa dengan pemeriksaan safety number secara manual.
Perbedaannya, proses tersebut dapat dilakukan secara independen tanpa mengharuskan dua pengguna bertemu secara langsung atau menggunakan saluran komunikasi tambahan.
Key Transparency Mendeteksi Perubahan Encryption Key
Fitur baru tersebut menggunakan konsep key transparency untuk memastikan hubungan antara nomor telepon atau username dengan public encryption key tetap konsisten di seluruh ekosistem Signal.
Hal ini penting karena perubahan public key tanpa sepengetahuan pemilik akun dapat menjadi salah satu indikasi serangan man-in-the-middle (MITM).
Dalam skenario tersebut, pihak yang berhasil menguasai atau mengganggu sistem dapat mencoba mengganti encryption key yang terkait dengan koneksi pengguna dengan key lain.
Jika perubahan tersebut tidak terdeteksi, attacker berpotensi menyisipkan dirinya ke dalam komunikasi terenkripsi.
Dengan key transparency, perubahan semacam itu dapat lebih mudah teridentifikasi karena konsistensi key diperiksa secara global dan transparan.
Cara Mengaktifkan Automatic Key Verification
Pengguna Signal dapat mengaktifkan fitur Automatic Key Verification melalui pengaturan aplikasi.
Caranya dengan membuka:
Settings > Privacy > Advanced > Automatic Key Verification
Setelah fitur diaktifkan, pengguna juga dapat melakukan verifikasi public key dari pengguna Signal yang sedang diajak berkomunikasi.
Pada halaman verifikasi safety number, pengguna dapat memilih opsi “Verify Automatically”.
Jika proses verifikasi berhasil, Signal akan menampilkan tanda centang hijau dan pesan “Encryption verified”.
Indikator tersebut memberikan konfirmasi bahwa encryption key yang terkait dengan koneksi tersebut berhasil diverifikasi oleh sistem.
Pengguna Tetap Bisa Melakukan Verifikasi Manual
Signal tidak memaksa pengguna untuk menggunakan sistem Automatic Key Verification.
Pengguna yang tidak ingin mengandalkan Signal maupun auditor independen tetap dapat menonaktifkan fitur tersebut melalui privacy settings.
Setelah dinonaktifkan, pengguna masih dapat menggunakan metode manual safety number verification seperti sebelumnya.
Pilihan ini penting bagi pengguna yang ingin melakukan pemeriksaan identitas secara langsung dan tidak ingin bergantung pada mekanisme verifikasi otomatis.
Signal menjelaskan bahwa key transparency dirancang sebagai lapisan tambahan yang melengkapi sistem safety number yang sudah tersedia, bukan menggantikannya sepenuhnya.
Verifikasi Dilakukan Secara Berkelanjutan
Salah satu aspek penting dari sistem baru ini adalah proses verifikasi tidak hanya terjadi satu kali ketika pengguna mengaktifkannya.
Konsistensi encryption key akan terus diperiksa melalui kombinasi verifikasi dari koneksi Signal pengguna dan auditor pihak ketiga.
Dengan demikian, sistem dapat membantu mendeteksi perubahan pada key yang terkait dengan suatu koneksi di kemudian hari.
Pendekatan tersebut memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap skenario ketika key diganti setelah komunikasi antara dua pengguna sebelumnya telah berhasil diverifikasi.
Signal Sebelumnya Memperkuat Perlindungan dari Phishing
Automatic Key Verification bukan satu-satunya fitur keamanan baru yang diperkenalkan Signal.
Pada Mei 2026, Signal juga menambahkan sejumlah warning message dan konfirmasi di dalam aplikasi untuk membantu pengguna mengevaluasi permintaan eksternal yang berpotensi berbahaya.
Fitur tersebut ditujukan untuk menghadapi serangan phishing dan social engineering yang berusaha memanipulasi pengguna agar memberikan akses ke akun mereka.
Langkah tersebut dilakukan setelah adanya serangan yang dikaitkan dengan hacker yang disponsori negara Rusia dan menargetkan pengguna Signal dengan pemberitahuan palsu yang mengatasnamakan Signal Support.
Serangan tersebut memanfaatkan fitur Linked Device untuk berusaha mendapatkan akses ke akun, percakapan, dan daftar kontak korban.
Ancaman terhadap Pengguna Signal Terus Berkembang
Serangan terhadap platform komunikasi terenkripsi tidak selalu membutuhkan kelemahan pada algoritma enkripsinya.
Attacker dapat menargetkan proses di sekitar sistem keamanan, seperti phishing, social engineering, manipulasi linked device, atau perubahan encryption key.
Karena itu, Signal terus menambahkan lapisan keamanan yang dirancang untuk melindungi pengguna dari berbagai jenis serangan tersebut.
Automatic Key Verification secara khusus berfokus pada memastikan bahwa public encryption key yang terkait dengan suatu koneksi tetap konsisten.
Bagi pengguna yang menggunakan Signal untuk komunikasi sensitif, fitur ini memberikan cara yang lebih praktis untuk memverifikasi keamanan koneksi tanpa harus selalu melakukan pencocokan safety number secara manual.
Sumber: Signal








