Agen AI Hermes Dipakai Otomatiskan Serangan ke Kementerian Keuangan Thailand

Agen AI open-source Hermes digunakan dalam mode otomatis untuk membantu aktivitas post-exploitation dalam dugaan serangan terhadap Kementerian Keuangan Thailand. Temuan ini memperlihatkan bagaimana operator serangan mulai memanfaatkan autonomous AI agent untuk mempercepat pekerjaan teknis yang biasanya dilakukan manual setelah akses awal diperoleh.
Aktivitas tersebut diungkap oleh Hunt.io bersama peneliti keamanan Bob Diachenko setelah mereka menemukan beberapa direktori web yang terekspos di server berbasis Hong Kong. Direktori tersebut berisi ratusan file yang terkait dengan operasi, termasuk exploit code, web shell, HTTP tunneling tool, custom script, kredensial, payload terkompilasi, serta log yang dihasilkan oleh Hermes AI agent.
Menurut analisis yang dipublikasikan, artefak yang ditemukan menunjukkan adanya upaya kompromi terhadap beberapa sistem di lingkungan Kementerian Keuangan Thailand. Namun, perlu dicatat bahwa kementerian tersebut belum mengonfirmasi adanya pelanggaran sistem, dan sebagian artefak hanya menunjukkan bahwa sistem tertentu menjadi target, bukan bukti pasti bahwa seluruh sistem berhasil ditembus.
Direktori Serangan Terekspos di Internet
Antara 9 hingga 13 Juli 2026, Hunt.io mengarsipkan tiga direktori terbuka pada server 43.246.208[.]207 yang dihosting di Hong Kong. Secara total, direktori tersebut memuat 585 file berukuran sekitar 470 MB. Materinya mencakup exploit untuk beberapa CVE, web shell, tunnel suo5, script dengan kredensial hardcoded, serta log eksekusi Hermes.
Beberapa file secara eksplisit merujuk sistem Kementerian Keuangan Thailand melalui nama sistem, hostname, dan alamat IP internal. Target yang disebutkan mencakup panel administrasi, infrastruktur Hadoop, platform manajemen Apache Ambari, console administratif GlassFish, serta layanan email kementerian.
Peneliti juga menemukan script yang dirancang untuk menguji autentikasi ke server email menggunakan alamat dan password yang tertanam langsung di dalam kode. Selain itu, sebuah PHP web shell disebut telah ditempatkan pada salah satu server web kementerian, meski detail dampak operasionalnya masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Implant Hades dan Infrastruktur C2
Selain artefak eksploitasi, direktori yang ditemukan juga berisi build Windows dan Linux dari implant berbasis Go yang sebelumnya belum terdokumentasi secara luas. Operator menyebut implant tersebut sebagai Hades. Payload ini disiapkan dalam berbagai nama yang menyerupai proses sistem sah, seperti ctfmon, csrss, conhost, kworker, dan accounts-daemon.
Analisis terhadap sampel Windows dan Linux menunjukkan bahwa keduanya berasal dari codebase yang sama. Implant tersebut mendukung komunikasi C2 melalui HTTPS, transfer file, SOCKS proxy, shell interaktif, serta mekanisme persistensi yang berbeda pada Windows dan Linux. Build Windows juga dilaporkan memiliki kemampuan screenshot, sementara varian Linux tidak menunjukkan fitur tersebut.
Pivot melalui sertifikat TLS mengaitkan server awal dengan dua host tambahan di Malaysia dan Hong Kong. Salah satu server kemudian terhubung langsung dengan operasi melalui alamat command-and-control yang tertanam dalam implant Hades.
Hermes Berjalan dalam Mode YOLO
Bagian paling menonjol dari temuan ini adalah penggunaan Hermes, sebuah AI agent open-source yang dirilis pada Februari 2026. Hermes berjalan sebagai service persisten, dapat menyimpan memori antar sesi tugas, dan mampu berinteraksi dengan tool serta menjalankan perintah berdasarkan objektif yang diberikan operator.
Log yang ditemukan menunjukkan bahwa Hermes dijalankan dalam mode YOLO, yaitu konfigurasi yang menghapus prompt persetujuan untuk perintah berisiko. Dengan mode ini, agen dapat menjalankan perintah dan melanjutkan enumerasi sistem tanpa harus menunggu konfirmasi manusia untuk setiap langkah.
Lima log panggilan Hermes memperlihatkan agen tersebut digunakan untuk mencari jalur privilege escalation, memindai potensi kerentanan kernel, melakukan enumerasi service, mencari binary SUID dan SGID, memeriksa container, serta menelusuri file system. Hermes juga diberi versi khusus dari script LinPEAS untuk mengumpulkan informasi dari host yang terkait jaringan kementerian.
Tidak Menunjukkan AI Memilih Target Sendiri
Temuan ini tidak menunjukkan bahwa Hermes secara independen memilih Kementerian Keuangan Thailand sebagai target. Bukti yang tersedia lebih mengarah pada operator manusia yang memberikan objektif, akses, dan tooling, sementara Hermes dipakai untuk mengotomatisasi tugas-tugas post-exploitation yang berulang.
Dalam salah satu tugas, operator meminta Hermes menelusuri direktori web yang terkait dengan Office of Permanent Secretary for Finance. Agen tersebut mengatalogkan file PDF, DOC, dan XLS, termasuk dokumen penilaian kinerja serta catatan personel sejak 2012. Namun, laporan tersebut menyebut tidak ada bukti bahwa file-file itu dieksfiltrasi.
Hunt.io menyatakan bahwa artefak yang dipulihkan menggambarkan intrusi aktif, dengan tool yang sudah disiapkan dan akses internal yang tampaknya sedang diperluas. Meski demikian, bagaimana akses awal diperoleh belum dapat ditentukan dari dokumen yang dianalisis.
Risiko Baru dari Agentic AI dalam Serangan Siber
Kasus ini menjadi contoh terbaru bahwa agentic AI tidak hanya dipakai untuk eksperimen keamanan, tetapi juga mulai muncul dalam operasi ofensif nyata. Dalam konteks serangan, AI agent dapat mempercepat enumerasi, analisis output, pencarian jalur privilege escalation, hingga penyesuaian perintah berdasarkan hasil yang ditemukan di lingkungan target.
Bagi tim keamanan, tren ini meningkatkan kebutuhan untuk mendeteksi aktivitas post-exploitation yang cepat dan berulang. Indikator seperti eksekusi otomatis script enumerasi, pencarian massal file sensitif, penggunaan tunneling tool, serta koneksi ke infrastruktur C2 harus dipantau secara ketat, terutama pada server yang mengelola data pemerintahan atau keuangan.
Hunt.io dan Bob Diachenko telah memberi tahu ThaiCERT serta National Cyber Security Agency Thailand pada 15 Juli 2026. Kedua organisasi dilaporkan mengakui penerimaan notifikasi pada hari yang sama.
Sumber: Hunt.io








