Western Digital Gebrak Computex 2026: Rebranding Fokus Enterprise Ultrastar dan Rilis JBOD Data 3000 Series untuk Data Masif AI

Raksasa teknologi penyimpanan data, Western Digital (WD), unjuk gigi di ajang Computex 2026 dengan membawa visi baru yang berani di era kecerdasan buatan. Di bawah tema “AI Doesn’t Just Run on Compute – It Runs on Data,” WD menegaskan reposisi bisnis mereka: seluruh lini media penyimpanan flash konsumen kini dialihkan ke merek SanDisk, sementara Western Digital berfokus penuh pada lini hard drive enterprise Ultrastar serta solusi penyimpanan profesional G-DRIVE.
Dalam pameran di Taipei, WD menyoroti bahwa beban kerja AI yang berkelanjutan—mulai dari pelatihan model awal (initial training models) hingga sistem agen cerdas yang aktif (active agentic systems)—terus memproduksi volume data yang masif dan terakumulasi secara eksponensial. Menghadapi ledakan data tersebut dengan efisiensi ekonomi tinggi menjadi tantangan utama bagi pusat data (cloud computing) saat ini.
Reorientasi Infrastruktur AI: Memposisikan AI sebagai Sistem Data
Western Digital berupaya mengubah pola pikir industri dengan memperlakukan AI sebagai sistem data, bukan sekadar sistem komputasi (compute system). Menurut WD, kemampuan menyimpan, mengelola, dan mengarsipkan data secara jangka panjang adalah pondasi utama agar operasional AI berskala besar tetap ekonomis dan dapat terus berjalan.
Untuk mendukung arsitektur yang berpusat pada data ini, WD memamerkan portofolio hard drive mekanikal tradisional berspesifikasi mutakhir. Mereka mendemonstrasikan jajaran HDD Ultrastar berkapasitas masif yang memanfaatkan tiga pilar teknologi perekaman magnetik tercanggih saat ini:
- ePMR (enhanced Perpendicular Magnetic Recording)
- UltraSMR (Ultra Shingled Magnetic Recording)
- HAMR (Heat-Assisted Magnetic Recording)


Ultrastar Data 3000 Series JBOD: Solusi Rak Server AI Kerapatan Tinggi
Guna mengintegrasikan hard drive berkapasitas masif tersebut ke dalam lingkungan server korporat secara fungsional, Western Digital memperkenalkan platform laci penyimpanan terbaru: Ultrastar Data 3000 series JBODs (Just a Bunch of Disks).
Sasis ekspansi eksternal yang modular dan fleksibel ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan bandwidth tinggi serta kestabilan server AI tingkat lanjut.
Spesifikasi dan Fitur Unggulan Ultrastar Data 3000 Series:
- Konektivitas SAS-4 Kilat: Dilengkapi dengan 12 port native konektivitas host SAS-4 berkecepatan 24 Gb/s, memastikan jalur transmisi data tidak mengalami hambatan latensi (bottleneck) saat kapasitas penyimpanan disk diskalakan secara masif.
- ArcticFlow™ Multizone Cooling: Sistem rekayasa fisik pendinginan cerdas yang membagi sasis menjadi beberapa zona udara. Sistem ini secara agresif menyedot hawa dingin untuk meredam titik panas (hotspot) di area tengah rak server tanpa menimbulkan kebisingan ekstrem.
- IsoVibe™ Vibration Isolation: Teknologi isolasi mekanikal yang dipatenkan WD untuk meredam rambatan getaran resonansi antardrive. Dalam skenario server berkerapatan tinggi (high-density deployments), getaran mikro dari putaran piringan HDD berdekatan sering kali memicu malfungsi baca-tulis.
Reduksi Kerusakan hingga 62%: Melalui kontrol lingkungan yang ketat lewat kombinasi mekanis ArcticFlow dan IsoVibe ini, Western Digital secara impresif mengeklaim mampu menekan tingkat pengembalian atau kerusakan hard drive (drive return rates) hingga 62% lebih rendah dibandingkan sasis generasi sebelumnya tanpa kedua fitur tersebut.
Melalui demonstrasi di Computex 2026, Western Digital membuktikan bahwa hard drive mekanikal belum mati. Di tengah gempuran tren SSD Flash storage, investasi WD pada teknologi mekanikal efisiensi tinggi terbukti menjadi kunci krusial untuk menampung data mentah kecerdasan buatan (AI lifecycle data) dengan Total Cost of Ownership (TCO) yang jauh lebih hemat bagi perusahaan skala hyperscale.
Sumber: Western Digital Computex 2026








