News

Huawei Kirin 9030 Muncul di Pengujian Geekbench, Performa Awal Masih Tertinggal

Huawei resmi meluncurkan lini ponsel flagship Mate 80, seluruhnya ditenagai oleh chipset terbaru Kirin 9030. Chip ini disebut sebagai salah satu pencapaian teknis penting bagi industri semikonduktor China, karena diyakini diproduksi oleh SMIC menggunakan proses manufaktur N+3—yang digadang-gadang mendekati kelas 5 nm untuk aplikasi smartphone.

Menjelang peluncuran resmi, sebuah perangkat berkode SGT-AL10 muncul di basis data Geekbench. Pengamat industri menilai kode tersebut merujuk pada model Mate 80 Pro Max, sehingga skor yang muncul memberikan gambaran awal kemampuan Kirin 9030. Chip generasi baru ini tampaknya menggunakan konfigurasi CPU 9-core (1 + 4 + 4), berbeda dari pendahulunya Kirin 9020 yang hanya mengusung delapan inti.

Dalam bocoran pengujian Geekbench 6.2 (Android AArch64), Kirin 9030 terlihat menggunakan satu inti “Taishan” sebagai prime core pada 2,75 GHz. Empat inti lain berjalan pada 1,72 GHz, sementara empat inti sisanya beroperasi di 2,27 GHz. Hasil pengujian awal mencatat skor 1131 untuk single-core dan 4277 untuk multi-core—angka yang menempatkannya cukup jauh di belakang SoC premium dari Qualcomm, MediaTek, maupun Apple.

Sumber industri yang dikenal luas, Digital Chat Station, menilai hasil tersebut kemungkinan tidak mencerminkan performa penuh Kirin 9030. Ia menyebut bahwa chipset ini mungkin belum berjalan pada konfigurasi final atau batas optimalnya. Meski demikian, pengamat sepakat bahwa secara teknologi Kirin 9030 masih menghadapi kesenjangan besar dibandingkan para kompetitor global yang sudah mengandalkan proses manufaktur lebih maju.

Walaupun hasil awal kurang memimpin, kehadiran Kirin 9030 tetap menjadi langkah strategis bagi Huawei dalam memperkuat kemandirian ekosistem perangkat kerasnya, sekaligus menandai perkembangan signifikan dalam kemampuan produksi semikonduktor domestik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button