Harga NAND Flash Naik Dua Kali Lipat dalam Enam Bulan, Peringatan dari CEO Phison

Harga chip NAND flash — komponen penting untuk SSD, kartu memori, dan perangkat penyimpanan modern — telah melonjak hingga dua kali lipat hanya dalam waktu enam bulan terakhir, menurut Khein-Seng Pua, CEO Phison Electronics.
Lonjakan harga ini menandakan tekanan besar di rantai pasokan global akibat ledakan permintaan untuk infrastruktur AI, yang kini menyerap hampir seluruh kapasitas produksi semikonduktor memori dunia.
📈 Lonjakan Harga Tercepat dalam Satu Dekade
Menurut data Phison, harga 1 Terabit TLC NAND meningkat dari $4,80 pada Juli 2025 menjadi $10,70 pada November 2025 — kenaikan lebih dari 100% dalam waktu kurang dari setengah tahun.
Jenis NAND lainnya, termasuk MLC (Multi-Level Cell) dan QLC (Quad-Level Cell), juga mencatat kenaikan harga spot lebih dari dua kali lipat.
CEO Pua menjelaskan bahwa situasi ini bukan sekadar fluktuasi pasar biasa:
“Permintaan dari infrastruktur AI meningkat jauh lebih cepat daripada kemampuan industri untuk menambah kapasitas produksi NAND. Stok di seluruh rantai pasokan sudah menipis, dan kekurangan ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun,” ujar Pua.
🧠 AI Menyerap Seluruh Kapasitas NAND
Ledakan investasi di sektor AI dan data center telah mengubah arah alokasi produksi semikonduktor.
Sejak 2023, sebagian besar investasi besar di industri memori beralih ke pengembangan High Bandwidth Memory (HBM) — memori yang digunakan untuk melatih model AI seperti ChatGPT dan Gemini — karena margin keuntungannya lebih tinggi dibanding NAND flash konvensional.
Akibatnya, investasi untuk kapasitas NAND baru berkurang drastis, bahkan ketika permintaan penyimpanan untuk inferensi AI, edge computing, dan cloud storage meningkat tajam.
“Pabrik baru memang sedang dibangun, tetapi tidak akan beroperasi sebelum tahun 2027,” jelas Pua.
Hal ini membuat prediksinya sebelumnya — bahwa kekurangan NAND bisa bertahan hingga satu dekade — semakin mungkin menjadi kenyataan.
💹 Kinerja Phison Menguat di Tengah Krisis Pasokan
Meskipun kondisi pasar menantang, Phison justru mencatat lonjakan pendapatan yang signifikan:
- Pendapatan Q3 2025 naik sekitar 30% dibanding tahun lalu.
- Penjualan Oktober 2025 melonjak 90% YoY,
- Dengan penjualan kontroler SSD meningkat hingga 280% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Manajemen kini fokus pada segmen enterprise dan industri yang memiliki margin lebih tinggi, sambil mengurangi pengiriman untuk pasar ritel.
Phison memperkirakan bahwa SSD enterprise akan menyumbang 20–30% pendapatan perusahaan pada 2026.
Untuk mengamankan pasokan, Phison sudah mengunci alokasi NAND hingga 2026 melalui kesepakatan jangka panjang dengan enam pemasok besar, namun Pua memperingatkan bahwa kapasitas global tetap ketat, karena sebagian besar produsen sudah terjual habis hingga tahun depan.
⚠️ Dampak bagi Konsumen dan Industri
Kenaikan harga NAND ini berpotensi menular ke:
- Harga SSD konsumen dan enterprise,
- Perangkat elektronik seperti laptop, smartphone, dan konsol game,
- Serta layanan cloud dan data center yang sangat bergantung pada penyimpanan flash.
Jika tren ini berlanjut, harga penyimpanan digital bisa naik secara signifikan pada 2026, hingga kapasitas produksi baru mulai aktif beberapa tahun mendatang.
🧾 Kesimpulan
Krisis pasokan NAND flash kini menjadi tantangan strategis bagi seluruh ekosistem semikonduktor.
Dengan permintaan AI yang terus tumbuh dan kapasitas produksi yang belum mampu mengejar, harga tinggi diperkirakan akan bertahan hingga setidaknya 2027.
Langkah Phison untuk mengamankan pasokan lebih awal bisa menjadi contoh bagi pemain lain di industri penyimpanan untuk bertahan di tengah badai kekurangan chip global.
Sumber: DigiTimes








