News

IBM Jalankan Algoritma Komputasi Kuantum di Chip FPGA AMD, Percepat Transisi Menuju Sistem Hibrida Kuantum-Klasik

IBM mengumumkan keberhasilan besar dalam pengembangan komputasi kuantum dengan menjalankan salah satu algoritma koreksi kesalahan kuantum utama miliknya secara real time menggunakan chip FPGA (Field-Programmable Gate Array) dari AMD. Langkah ini menandai kemajuan signifikan menuju sistem kuantum hibrida yang lebih hemat biaya dan praktis dibandingkan dengan unit kontrol khusus yang selama ini digunakan.

Menurut Jay Gambetta, Wakil Presiden IBM Quantum, penerapan algoritma ini pada perangkat keras AMD menunjukkan kecepatan 10 kali lebih tinggi dari yang dibutuhkan untuk koreksi kesalahan langsung, menjadikannya pencapaian besar untuk kesiapan komputasi kuantum di dunia nyata.

“Menjalankan koreksi kesalahan kuantum secara langsung pada perangkat FPGA yang umum digunakan adalah terobosan besar. Ini membawa kami satu langkah lebih dekat ke sistem kuantum yang benar-benar stabil dan terjangkau,” ujar Gambetta kepada Reuters.

Koreksi Kesalahan Kuantum Secara Langsung

Algoritma yang digunakan IBM dirancang untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan kuantum secara dinamis saat terjadi. Dalam sistem kuantum, qubit dapat berada dalam dua keadaan sekaligus — 0 dan 1 — namun sangat rentan terhadap gangguan eksternal yang dapat menyebabkan kesalahan perhitungan.

Dengan menempatkan logika koreksi kesalahan langsung pada chip FPGA AMD yang tersedia luas di pasar, IBM berhasil mengurangi ketergantungan pada sistem kontrol eksklusif yang mahal dan kompleks. Pendekatan ini mempercepat pengembangan sistem Starling Quantum System milik IBM, yang dijadwalkan untuk 2029, setidaknya satu tahun lebih cepat dari rencana awal.

Langkah Menuju Sistem Kuantum Hibrida

Keberhasilan ini menunjukkan bagaimana komputasi klasik dan kuantum kini semakin terintegrasi. Dalam konfigurasi baru ini, perangkat keras konvensional seperti FPGA menangani tugas-tugas kontrol, koreksi, dan pemantauan real time, sementara prosesor kuantum berfokus pada pemrosesan algoritma yang kompleks.

Pendekatan ini tidak hanya menurunkan biaya produksi sistem kuantum, tetapi juga memungkinkan skalabilitas yang lebih mudah seiring peningkatan jumlah qubit di masa depan. Dengan memanfaatkan chip komersial yang sudah digunakan di pusat data, IBM menegaskan bahwa komputasi kuantum kini bergerak keluar dari laboratorium menuju dunia bisnis dan industri.

Kolaborasi Strategis IBM dan AMD

Kemitraan IBM dan AMD semakin memperlihatkan hasil nyata. Sebelumnya, pada Agustus 2025, kedua perusahaan mengumumkan kerja sama untuk mengembangkan arsitektur komputasi generasi berikutnya yang menggabungkan komputasi kuantum dan komputasi berkinerja tinggi (HPC) — dikenal sebagai konsep quantum-centric supercomputing.

Selain itu, pada awal Oktober, IBM dan AMD juga meluncurkan proyek bersama untuk menyediakan infrastruktur AI canggih bagi Zyphra, perusahaan riset dan pengembang AI sumber terbuka berbasis di San Francisco. Melalui perjanjian multi-tahun, IBM akan menyediakan kluster besar GPU AMD Instinct MI300X di IBM Cloud untuk melatih model AI multimodal generasi berikutnya.

Menuju Era Kuantum yang Lebih Terjangkau

Dengan menampilkan bagaimana chip FPGA AMD mampu menangani algoritma koreksi kuantum secara efisien, IBM memperlihatkan potensi besar dalam menjembatani masa kini dan masa depan komputasi kuantum tanpa kesalahan. Langkah ini membuka peluang baru bagi penerapan teknologi kuantum dalam lingkungan komersial dan enterprise, bukan hanya riset akademik.


Sumber: Reuters

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button