News

Samsung Tunda Produksi Massal V9 QLC NAND hingga Paruh Pertama 2026 Akibat Masalah Performa

Samsung dikabarkan menghadapi kendala teknis pada teknologi NAND flash generasi ke-9 (V9), khususnya varian QLC (quad-level cell). Menurut laporan industri, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini terpaksa menunda produksi massal penuh chip V9 QLC hingga setidaknya paruh pertama 2026.

Masalah pada Desain V9 QLC

Samsung mulai memproduksi V9 NAND dengan desain 280 layer sejak April 2024, dimulai dengan varian TLC (triple-level cell) berkapasitas 1 TB. Selanjutnya, pada September 2024, perusahaan mulai mengembangkan versi QLC. Namun, batch awal V9 QLC dilaporkan mengalami masalah desain mendasar yang berdampak pada kinerja chip.

Ketertinggalan Samsung di QLC

Walau masih mendominasi pasar NAND secara keseluruhan, posisi Samsung di segmen QLC justru tertinggal dibanding kompetitor. Produk QLC andalan mereka masih berbasis teknologi V7, sementara tidak ada varian QLC yang dirilis untuk generasi V8.

Pada Februari 2025 lalu, Samsung sempat memamerkan teknologi V10-class TLC NAND dengan lebih dari 400 layer dan kapasitas 1 TB per chip, namun belum ada kepastian kapan produk tersebut akan diproduksi massal.

Kompetisi Semakin Ketat

Sementara Samsung menghadapi penundaan, para pesaing terus bergerak:

  • Kioxia (Jepang) mengumumkan NAND V10-class dengan 332 layer, meski masih dalam tahap menuju produksi massal.
  • SK Hynix berhasil mencapai terobosan dengan QLC NAND 321 layer berkapasitas 2 TB, menunjukkan progres signifikan di segmen yang sama.

Implikasi bagi Pasar

Penundaan ini berpotensi memengaruhi daya saing Samsung di pasar QLC, khususnya di tengah meningkatnya permintaan untuk solusi penyimpanan berkapasitas besar dan efisien. Jika masalah teknis tidak segera diatasi, dominasi Samsung di pasar NAND bisa terancam oleh pesaing yang lebih agresif dalam inovasi QLC.


Sumber: ZDNet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button