Polisi dan ACE Tutup Streameast, Jaringan Streaming Ilegal Olahraga Terbesar Dunia
Streameast, jaringan streaming olahraga ilegal terbesar di dunia, resmi dihentikan operasinya melalui kerja sama Alliance for Creativity and Entertainment (ACE) dengan otoritas Mesir. Dalam operasi ini, polisi juga menangkap dua orang yang diduga terkait langsung dengan pengelolaan platform tersebut.
Beroperasi sejak 2018, Streameast menyediakan layanan streaming gratis berbasis iklan dengan akses ke siaran olahraga dari berbagai penyiar resmi dalam kualitas HD. Menurut laporan, jaringan ini mengoperasikan sekitar 80 domain dengan total 136 juta kunjungan bulanan, atau sekitar 1,6 miliar kunjungan per tahun. Mayoritas trafik berasal dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Filipina, dan Jerman.
Siaran Olahraga Tanpa Izin
Streameast diketahui menayangkan pertandingan dari berbagai liga sepak bola ternama, seperti:
- Premier League (Inggris)
- La Liga (Spanyol)
- Serie A (Italia)
- Bundesliga (Jerman)
- Ligue 1 (Prancis)
- Primeira Liga (Portugal)
- Major League Soccer (AS)
Selain itu, platform ini juga menyiarkan kompetisi tim nasional seperti Piala Dunia FIFA, UEFA Euro, UEFA Nations League, Copa América, hingga turnamen klub internasional seperti Liga Champions dan Liga Europa.
Tak hanya sepak bola, Streameast juga menayangkan olahraga besar lainnya di AS, termasuk NFL, NBA, NHL, MLB, serta acara PPV boxing, MMA, Formula One, dan MotoGP.
Operasi Penutupan
Tanda-tanda gangguan pada layanan Streameast muncul enam hari lalu, ketika pengguna di Reddit melaporkan kesulitan mengakses situs maupun memuat fitur streaming dan chat. Hari ini, ACE mengonfirmasi platform tersebut resmi ditutup dengan bantuan otoritas Mesir.
“Pembongkaran Streameast adalah kemenangan besar bagi semua pihak yang berinvestasi dan bergantung pada ekosistem olahraga live,” ujar Ed McCarthy, COO DAZN Group. Ia menambahkan bahwa operasi ilegal ini merugikan industri olahraga sekaligus membahayakan penggemar di seluruh dunia.
Menurut laporan New York Times, dua orang ditangkap di El-Sheikh Zaid, Giza, Mesir, dengan barang bukti berupa laptop, ponsel, uang tunai, serta beberapa kartu kredit. Investigasi juga menemukan hubungan Streameast dengan sebuah perusahaan cangkang di Uni Emirat Arab yang diduga digunakan untuk mencuci pendapatan iklan sebesar $6,2 juta sejak 2010, ditambah $200.000 dalam bentuk kripto.
Kini, 80 domain milik Streameast dialihkan ke situs resmi ACE “Watch Legally” yang berisi tautan menuju platform konten legal. Namun, masih ada beberapa domain yang aktif dan tidak mengarah ke halaman tersebut, kemungkinan karena belum sepenuhnya disita atau adanya domain baru yang segera didaftarkan.








