
Overclocker ternama Vince “KINGPIN” Lucido mengungkap bahwa perselisihan antara EVGA dan NVIDIA mengenai penggunaan konektor daya menjadi salah satu penyebab terganggunya pengembangan dan peluncuran EVGA GeForce RTX 3090 Ti KINGPIN. Kartu grafis tersebut merupakan produk terakhir EVGA yang menggunakan nama KINGPIN sebelum perusahaan menghentikan bisnis GPU pada 2022.
Melalui video pertama di kanal YouTube terbarunya, Overclocking Kingpin, Lucido menjelaskan bahwa dirinya menginginkan RTX 3090 Ti KINGPIN menggunakan dua konektor daya 12VHPWR. Namun, menurut pengakuannya, NVIDIA pada awalnya menghendaki penggunaan satu konektor saja.
Perbedaan pandangan tersebut disebut mengganggu jadwal produksi dan berkontribusi terhadap terbatasnya jumlah kartu grafis yang akhirnya dipasarkan.
Meskipun EVGA RTX 3090 Ti KINGPIN akhirnya dirilis dengan dua konektor 16-pin sesuai rancangan Lucido, produk tersebut baru tersedia sekitar tiga bulan setelah peluncuran GeForce RTX 3090 Ti secara umum.
Kartu grafis flagship tersebut dipasarkan dengan harga US$2.500, termasuk power supply berkapasitas 1.600 watt dalam paket penjualan.
Pernyataan Lucido memberikan gambaran baru mengenai tantangan pengembangan GPU extreme overclocking pada masa akhir kemitraan EVGA dengan NVIDIA. Namun, informasi tersebut masih berasal dari perspektif KINGPIN, sementara NVIDIA belum memberikan penjelasan mengenai alasan keberatannya terhadap konfigurasi dua konektor daya.

KINGPIN Ungkap Perselisihan dengan NVIDIA Mengenai Dua Konektor 12VHPWR
Dalam video terbarunya, Vince Lucido membahas sejumlah pengalaman selama mengembangkan kartu grafis flagship bersama EVGA.
Salah satu topik yang menjadi perhatian adalah pengembangan EVGA GeForce RTX 3090 Ti KINGPIN, yang dirancang sebagai kartu grafis untuk kebutuhan extreme overclocking.
Menurut Lucido, sejak tahap pengembangan dirinya ingin menggunakan dua konektor daya 12VHPWR pada kartu tersebut.
Pada generasi GeForce RTX 3090 Ti, konektor 12VHPWR mulai digunakan untuk menyediakan daya tinggi melalui konektor yang lebih ringkas dibandingkan konfigurasi beberapa konektor PCIe 8-pin.
Satu konektor 12VHPWR dirancang untuk menyediakan daya hingga 600 watt apabila digunakan dengan kabel dan konfigurasi yang sesuai.
Dengan dua konektor, rancangan kartu grafis dapat menyediakan jalur suplai daya lebih besar untuk kebutuhan overclocking ekstrem.
Namun, Lucido menyatakan NVIDIA tidak menginginkan konfigurasi tersebut dan mendorong penggunaan satu konektor.
Perbedaan keputusan desain tersebut disebut menyebabkan hambatan dalam proses pengembangan.
Lucido menggambarkan perselisihan itu sebagai faktor yang sangat mengganggu jadwal produksi.
Menurutnya, persoalan tersebut juga berkaitan dengan jumlah unit RTX 3090 Ti KINGPIN yang akhirnya dapat diproduksi.
Meski demikian, Lucido tidak menjelaskan seluruh proses komunikasi teknis antara EVGA dan NVIDIA.
Belum diketahui pula apakah keberatan NVIDIA berkaitan dengan persyaratan desain reference, validasi hardware, kebijakan daya, atau faktor lainnya.
Karena itu, penyebab teknis di balik keputusan NVIDIA masih belum dapat dipastikan.
EVGA RTX 3090 Ti KINGPIN Akhirnya Menggunakan Dua Konektor 16-Pin
Meskipun sempat terjadi perselisihan, EVGA akhirnya berhasil merilis GeForce RTX 3090 Ti KINGPIN dengan dua konektor daya 16-pin.
Konfigurasi tersebut sesuai dengan pendekatan yang diinginkan Lucido untuk memberikan ruang suplai daya lebih besar.
Namun, proses pengembangannya memerlukan waktu lebih lama dibandingkan peluncuran GeForce RTX 3090 Ti standar.
NVIDIA memperkenalkan GeForce RTX 3090 Ti pada akhir Maret 2022 sebagai salah satu kartu grafis tercepat berbasis arsitektur Ampere.
GPU tersebut menggunakan GA102 dengan 10.752 CUDA core dan memori GDDR6X sebesar 24 GB.
GeForce RTX 3090 Ti memiliki Total Graphics Power (TGP) reference sebesar 450 watt.
Sementara itu, EVGA RTX 3090 Ti KINGPIN dikembangkan untuk pengguna enthusiast yang membutuhkan kemampuan overclocking lebih tinggi daripada konfigurasi standar.
Produk tersebut menggunakan desain PCB khusus, sistem power delivery yang diperkuat, serta solusi pendinginan hybrid.
EVGA akhirnya mulai memasarkan RTX 3090 Ti KINGPIN pada Juli 2022.
Dengan demikian, produk tersebut baru tersedia sekitar tiga bulan setelah GeForce RTX 3090 Ti generasi reference diluncurkan.
Lucido menilai keterlambatan tersebut memiliki hubungan langsung dengan perdebatan mengenai desain konektor daya.
Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan teknis dari NVIDIA yang mengonfirmasi penjelasan tersebut.
Mengapa KINGPIN Membutuhkan Dua Konektor Daya?
Penggunaan dua konektor daya pada kartu grafis extreme overclocking memiliki tujuan berbeda dibandingkan desain GPU gaming standar.
Pada penggunaan normal, sistem power delivery dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daya GPU sesuai spesifikasi yang ditetapkan produsen.
Namun, extreme overclocking dapat melibatkan peningkatan tegangan dan frekuensi GPU secara signifikan.
Ketika tegangan dan frekuensi dinaikkan, konsumsi daya dapat meningkat jauh melampaui konfigurasi reference.
Kondisi tersebut membutuhkan rangkaian pengiriman daya yang mampu menangani beban listrik tinggi secara konsisten.
Selain komponen Voltage Regulator Module (VRM), konektor daya dan jalur distribusi listrik pada PCB juga menjadi bagian penting dari desain keseluruhan.
Penggunaan dua konektor 12VHPWR memberikan lebih banyak jalur suplai daya yang dapat dimanfaatkan sesuai kemampuan rancangan kartu grafis.
Namun, dua konektor tidak berarti sebuah GPU secara otomatis mengonsumsi daya 1.200 watt dalam penggunaan normal.
Konsumsi aktual tetap ditentukan oleh konfigurasi firmware, batas daya, pengaturan tegangan, serta kondisi pengoperasian.
Dalam konteks RTX 3090 Ti KINGPIN, dua konektor tersebut lebih berkaitan dengan penyediaan ruang pengembangan untuk aktivitas overclocking ekstrem.
Bagi overclocker yang menggunakan liquid nitrogen, ketersediaan suplai daya yang stabil sangat penting ketika GPU dijalankan pada kondisi yang jauh berbeda dari penggunaan sehari-hari.
Karena itulah Lucido menganggap konfigurasi konektor daya sebagai salah satu elemen desain yang tidak dapat diabaikan.
RTX 3090 Ti KINGPIN Dijual Seharga US$2.500 dengan PSU 1.600 Watt
Ketika akhirnya tersedia pada Juli 2022, EVGA GeForce RTX 3090 Ti KINGPIN dipasarkan dengan harga sekitar US$2.500.
Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga peluncuran GeForce RTX 3090 Ti reference yang berada pada kisaran US$1.999.
Namun, EVGA menyertakan power supply SuperNOVA berkapasitas 1.600 watt dalam paket penjualan RTX 3090 Ti KINGPIN.
Penyertaan PSU berdaya besar mencerminkan karakteristik produk yang memang dirancang untuk sistem high-end dengan kebutuhan daya tinggi.
RTX 3090 Ti KINGPIN juga dilengkapi sistem pendinginan hybrid dengan liquid cooling untuk GPU serta komponen pendinginan tambahan pada kartu.
Pendekatan tersebut membantu menangani panas yang dihasilkan saat GPU dijalankan dengan konfigurasi performa tinggi.
Meski demikian, versi retail dengan hybrid cooling tetap berbeda dari konfigurasi extreme overclocking menggunakan liquid nitrogen.
Pada penggunaan LN2, solusi pendinginan standar biasanya diganti dengan perangkat khusus yang memungkinkan temperatur GPU diturunkan jauh di bawah kondisi operasi biasa.
RTX 3090 Ti KINGPIN dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan enthusiast yang ingin melakukan modifikasi dan pengujian performa tingkat lanjut.
Namun, keterlambatan peluncurannya membuat periode pemasaran kartu tersebut relatif singkat sebelum NVIDIA memasuki generasi GPU berikutnya.
Produksi RTX 3090 Ti KINGPIN Disebut Menjadi Sangat Terbatas
Selain menyebabkan keterlambatan, Lucido menyatakan perselisihan mengenai konektor daya berdampak terhadap jumlah unit RTX 3090 Ti KINGPIN yang diproduksi.
Menurutnya, persoalan tersebut mengganggu proses pengembangan hingga akhirnya memengaruhi ketersediaan produk di pasar.
Namun, Lucido tidak mengungkap angka produksi resmi maupun jumlah kartu yang berhasil dijual EVGA.
Karena itu, belum dapat dipastikan berapa unit RTX 3090 Ti KINGPIN yang dipasarkan secara keseluruhan.
Kartu grafis KINGPIN sejak awal memang merupakan produk khusus yang ditujukan untuk segmen enthusiast, bukan GPU mainstream dengan volume produksi besar.
Desain PCB khusus, sistem pendinginan premium, serta validasi untuk kebutuhan extreme overclocking membuat pengembangannya lebih kompleks dibandingkan kartu grafis standar.
Selain itu, produk flagship seperti ini biasanya memiliki target pasar lebih kecil.
Namun, Lucido menilai jumlah unit RTX 3090 Ti KINGPIN yang akhirnya tersedia tidak hanya ditentukan oleh karakteristik pasar tersebut.
Menurut pengakuannya, gangguan pada jadwal produksi juga berperan terhadap terbatasnya ketersediaan.
Pernyataan ini menjadi salah satu informasi baru mengenai masa akhir pengembangan lini KINGPIN bersama EVGA.
EVGA Mengakhiri Kemitraan dengan NVIDIA pada September 2022
Tidak lama setelah RTX 3090 Ti KINGPIN diluncurkan, EVGA mengumumkan keputusan besar yang mengejutkan komunitas PC enthusiast.
Pada September 2022, perusahaan secara resmi menyatakan akan menghentikan produksi kartu grafis dan mengakhiri kemitraannya dengan NVIDIA.
Keputusan tersebut sekaligus menandai berakhirnya perjalanan EVGA sebagai salah satu produsen kartu grafis GeForce yang dikenal luas.
Selama bertahun-tahun, EVGA menjadi salah satu mitra NVIDIA yang menawarkan berbagai model GPU, mulai dari produk mainstream hingga flagship untuk enthusiast.
Perusahaan dikenal melalui sejumlah lini produk seperti XC, FTW, dan KINGPIN.
Namun, hubungan bisnis antara EVGA dan NVIDIA dilaporkan mengalami ketegangan sebelum keputusan penghentian tersebut diumumkan.
CEO EVGA saat itu, Andrew Han, menjelaskan adanya persoalan dalam hubungan kemitraan kedua perusahaan.
Keputusan EVGA bukan sekadar menghentikan satu generasi produk, tetapi keluar sepenuhnya dari bisnis kartu grafis.
Akibatnya, berbagai proyek GPU yang sedang dikembangkan ikut dibatalkan.
Hal tersebut juga mencakup produk-produk yang sebelumnya direncanakan menggunakan branding KINGPIN.
Dengan demikian, GeForce RTX 3090 Ti KINGPIN menjadi kartu grafis retail terakhir EVGA yang menggunakan nama Vince Lucido.
Hubungan NVIDIA dan EVGA Disebut Sudah Mengalami Ketegangan
Pengungkapan Lucido menambah daftar cerita mengenai hubungan bisnis EVGA dan NVIDIA menjelang berakhirnya kemitraan mereka.
Sebelumnya, mantan Product Manager EVGA, Brendon Ray Hedrick, juga menceritakan sejumlah tantangan yang dihadapi perusahaan selama bekerja dengan NVIDIA.
Salah satu persoalan yang pernah disinggung adalah persaingan antara kartu grafis EVGA dan NVIDIA Founders Edition.
Dalam model bisnis tersebut, NVIDIA tidak hanya menjadi pemasok GPU bagi EVGA, tetapi juga memasarkan kartu grafis bermerek sendiri kepada konsumen.
Kondisi itu menciptakan persaingan antara NVIDIA dan board partner yang bergantung pada pasokan chip dari perusahaan tersebut.
Selain itu, pengembangan kartu grafis custom membutuhkan investasi tambahan untuk desain PCB, power delivery, dan sistem pendinginan.
Namun, kartu yang menggunakan desain lebih kompleks biasanya juga harus dipasarkan dengan harga lebih tinggi.
Ketika GPU reference sudah menawarkan performa tinggi, produsen kartu custom harus memberikan alasan yang cukup kuat bagi konsumen untuk membayar harga premium.
Persoalan konektor daya yang diceritakan Lucido memberikan perspektif berbeda mengenai tantangan tersebut.
Dalam kasus KINGPIN, perbedaan pandangan tidak berfokus pada harga jual, tetapi pada kebebasan merancang hardware untuk kebutuhan overclocking ekstrem.
Meski demikian, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa perselisihan dua konektor RTX 3090 Ti merupakan penyebab langsung keputusan EVGA keluar dari bisnis GPU.
Keputusan penghentian kemitraan kemungkinan melibatkan berbagai pertimbangan bisnis yang lebih luas.
KINGPIN Dikenal sebagai Ikon Extreme Overclocking
Vince Lucido merupakan salah satu nama yang memiliki reputasi kuat dalam komunitas extreme overclocking.
Ia dikenal melalui berbagai pencapaian overclocking serta keterlibatannya dalam pengembangan hardware khusus untuk pengujian performa ekstrem.
Selama bekerja bersama EVGA, Lucido membantu mengembangkan sejumlah kartu grafis flagship yang menggunakan branding KINGPIN.
Produk-produk tersebut dirancang untuk pengguna yang ingin melakukan pengujian GPU di luar batas konfigurasi standar.
Fokus pengembangannya mencakup kualitas power delivery, kemampuan pengaturan tegangan, desain PCB, serta kompatibilitas dengan solusi pendinginan ekstrem.
Berbeda dari kartu grafis gaming biasa, model KINGPIN lebih mengutamakan fleksibilitas untuk menjalankan GPU pada kondisi overclocking agresif.
Hal ini menjadikan lini KINGPIN populer di kalangan enthusiast dan overclocker yang mengejar skor benchmark tertinggi.
Namun, hardware dengan kemampuan tersebut juga memerlukan pengembangan dan validasi yang berbeda dibandingkan produk untuk penggunaan normal.
Penggunaan liquid nitrogen, misalnya, dapat membuat GPU beroperasi pada temperatur sangat rendah sehingga karakteristik hardware menjadi berbeda.
Karena itu, pengembangan kartu KINGPIN membutuhkan perhatian khusus terhadap rancangan kelistrikan dan kestabilan sistem.
Pernyataan Lucido mengenai dua konektor 12VHPWR pada RTX 3090 Ti mencerminkan pendekatan tersebut.
Baginya, rancangan kartu grafis seharusnya memberikan ruang yang cukup agar GPU dapat dimaksimalkan tanpa terhambat keterbatasan hardware.
KINGPIN Kini Bekerja Sama dengan ASUS untuk Kembali ke Overclocking
Setelah berakhirnya kerja sama dengan EVGA, Lucido sempat tidak lagi terlibat secara aktif dalam peluncuran kartu grafis retail dengan branding KINGPIN.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa dirinya sedang mempersiapkan kembalinya aktivitas extreme overclocking melalui kolaborasi dengan ASUS.
Dalam video yang dipublikasikan melalui kanal Overclocking Kingpin, Lucido memperlihatkan sejumlah perangkat yang disediakan ASUS untuk mendukung aktivitasnya.
Kerja sama tersebut menarik perhatian karena ASUS memiliki lini hardware enthusiast melalui Republic of Gamers (ROG).
Perusahaan juga telah mengembangkan berbagai motherboard, kartu grafis, dan komponen yang ditujukan untuk pengguna dengan kebutuhan overclocking tingkat lanjut.
Namun, hingga Oktober 2026, belum ada pengumuman resmi mengenai kartu grafis ASUS dengan branding KINGPIN.
Lucido hanya mengonfirmasi keterlibatannya dengan ASUS serta rencana untuk kembali melakukan eksperimen overclocking.
Karena itu, belum dapat dipastikan apakah kerja sama tersebut akan menghasilkan produk retail, proyek pengembangan hardware, atau aktivitas overclocking tanpa peluncuran kartu grafis khusus.
Meski demikian, keterlibatan ASUS membuka kemungkinan baru bagi Lucido untuk melanjutkan pengalaman pengembangan hardware setelah berakhirnya era EVGA KINGPIN.
KINGPIN Ingin GPU Extreme OC Tidak Memerlukan Modifikasi Tambahan
Dalam pembahasan mengenai kemungkinan pengembangan kartu grafis baru, Lucido menjelaskan salah satu persyaratan penting yang ingin dipertahankannya.
Menurutnya, kartu grafis yang dirancang untuk extreme overclocking seharusnya memiliki kemampuan hardware yang cukup sejak keluar dari pabrik.
Artinya, desain PCB dan power delivery harus memungkinkan GPU mencapai potensi performa maksimal tanpa mengharuskan pembeli melakukan modifikasi tambahan.
Persyaratan tersebut menjadi penting dalam konteks extreme overclocking.
Pada sejumlah kartu grafis, overclocker terkadang melakukan modifikasi hardware untuk meningkatkan batas daya, mengubah pengaturan tegangan, atau mengatasi pembatasan tertentu.
Modifikasi tersebut dapat melibatkan perubahan pada PCB maupun penggunaan perangkat eksternal untuk mengontrol tegangan.
Namun, tindakan semacam ini membawa risiko kerusakan hardware dan biasanya tidak termasuk dalam kondisi penggunaan yang didukung produsen.
Lucido menginginkan pendekatan berbeda untuk kartu grafis yang secara khusus dipasarkan sebagai produk extreme overclocking.
Menurut visinya, produk tersebut harus memiliki rancangan kelistrikan dan kemampuan pengaturan yang memadai tanpa memerlukan modifikasi fisik tambahan.
Pendekatan tersebut juga sejalan dengan alasan dirinya dahulu menginginkan dua konektor 12VHPWR pada EVGA RTX 3090 Ti KINGPIN.
Bagi Lucido, kemampuan suplai daya merupakan bagian penting dari desain kartu yang ditujukan untuk penggunaan ekstrem.
Namun, belum ada kepastian apakah persyaratan tersebut akan diwujudkan melalui produk ASUS pada masa mendatang.
Kerja Sama dengan PNY Tidak Menghasilkan Kartu Grafis KINGPIN
Sebelum mulai bekerja sama dengan ASUS, Lucido sempat memiliki rencana mengembangkan kartu grafis extreme overclocking bersama PNY.
Kolaborasi tersebut diumumkan setelah dirinya meninggalkan EVGA.
Rencana awalnya adalah menghadirkan kembali hardware dengan kemampuan overclocking ekstrem melalui produsen kartu grafis baru.
Namun, proyek tersebut tidak menghasilkan produk retail yang menggunakan branding KINGPIN.
Dalam perkembangan selanjutnya, Lucido menyatakan bahwa tantangan logistik menjadi salah satu kendala utama dalam mewujudkan proyek tersebut.
Pengembangan kartu grafis custom memerlukan proses yang kompleks, mulai dari desain PCB, validasi komponen, produksi, hingga koordinasi dengan pemasok.
Untuk produk extreme overclocking, kebutuhan pengembangan dapat menjadi lebih spesifik karena rancangan hardware tidak selalu mengikuti pendekatan standar.
Akibat berbagai kendala tersebut, rencana kolaborasi PNY tidak berlanjut menjadi kartu grafis yang tersedia secara komersial.
Lucido kemudian melewatkan generasi GeForce RTX 50 Series tanpa meluncurkan kartu KINGPIN baru.
Situasi tersebut membuat RTX 3090 Ti KINGPIN tetap menjadi produk terakhir yang menggunakan branding tersebut hingga Oktober 2026.
KINGPIN Tidak Meluncurkan GPU pada Generasi RTX 50 Series
Absennya kartu grafis KINGPIN pada generasi GeForce RTX 50 Series menjadi salah satu perubahan yang cukup terasa bagi komunitas extreme overclocking.
Pada generasi sebelumnya, lini KINGPIN dikenal sebagai salah satu pilihan hardware untuk menjalankan GPU NVIDIA pada konfigurasi ekstrem.
Namun, setelah EVGA keluar dari bisnis kartu grafis, Lucido tidak lagi memiliki mitra produksi yang dapat langsung melanjutkan pengembangan produk tersebut.
Kerja sama dengan PNY sempat membuka kemungkinan kembalinya lini KINGPIN, tetapi proyek tersebut tidak terealisasi.
Dalam penjelasan sebelumnya, Lucido menyebut persoalan logistik membuat pengembangan produk baru sulit diwujudkan.
Karena itu, ia memilih tidak meluncurkan kartu grafis KINGPIN pada generasi RTX 50.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan GPU khusus overclocking tidak cukup hanya mengandalkan desain teknis.
Produsen juga membutuhkan kemampuan produksi, distribusi, dan koordinasi pasokan komponen untuk menghadirkan produk secara komersial.
Dengan ASUS kini menjadi mitra hardware terbaru Lucido, muncul harapan bahwa pengalaman pengembangan KINGPIN dapat diterapkan kembali pada proyek mendatang.
Namun, belum ada informasi resmi mengenai generasi GPU yang akan digunakan ataupun jadwal peluncuran produk baru.
Apakah ASUS Akan Menghidupkan Kembali Kartu Grafis KINGPIN?
Kolaborasi antara ASUS dan Vince Lucido secara alami memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan hadirnya kartu grafis ASUS KINGPIN.
ASUS telah memiliki pengalaman dalam mengembangkan produk high-end untuk enthusiast, termasuk kartu grafis ROG dengan desain PCB dan sistem pendinginan khusus.
Sementara itu, Lucido memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan hardware untuk extreme overclocking.
Kombinasi tersebut berpotensi menghasilkan proyek yang menarik bagi komunitas PC enthusiast.
Namun, keterlibatan KINGPIN dengan ASUS belum menjadi konfirmasi peluncuran kartu grafis retail.
Belum diketahui apakah kerja sama tersebut akan difokuskan pada desain GPU, eksperimen overclocking, pengembangan power delivery, atau kategori produk lainnya.
Tidak ada pula informasi mengenai kemungkinan penggunaan nama KINGPIN pada produk ASUS.
Karena itu, spekulasi mengenai hadirnya ASUS GeForce RTX KINGPIN masih perlu diperlakukan dengan hati-hati.
Satu hal yang telah dikonfirmasi adalah Lucido kembali aktif mengembangkan aktivitas overclocking dengan dukungan hardware dari ASUS.
Informasi mengenai proyek tersebut akan dibagikan melalui kanal YouTube Overclocking Kingpin.
Kisah RTX 3090 Ti KINGPIN Menjadi Bagian Akhir Era EVGA GPU
Pengakuan Vince Lucido memberikan gambaran tambahan mengenai tantangan pengembangan EVGA GeForce RTX 3090 Ti KINGPIN, salah satu kartu grafis flagship terakhir perusahaan.
Menurutnya, perbedaan pandangan dengan NVIDIA mengenai penggunaan dua konektor 12VHPWR menjadi penyebab penting terganggunya jadwal produksi.
Meskipun konfigurasi dua konektor akhirnya digunakan, kartu tersebut baru dipasarkan sekitar tiga bulan setelah RTX 3090 Ti standar diluncurkan.
Lucido juga mengaitkan persoalan tersebut dengan terbatasnya jumlah unit yang berhasil diproduksi.
Namun, penjelasan tersebut masih merupakan kesaksian dari satu pihak. NVIDIA belum mengungkap alasan teknis maupun kebijakan yang melatarbelakangi keberatannya terhadap desain tersebut.
Beberapa bulan setelah peluncuran RTX 3090 Ti KINGPIN, EVGA secara resmi mengakhiri kemitraannya dengan NVIDIA dan menghentikan bisnis kartu grafis.
Keputusan tersebut membuat berbagai proyek KINGPIN yang sedang dikembangkan ikut dibatalkan.
Upaya Lucido untuk kembali melalui PNY juga tidak menghasilkan kartu grafis komersial, sehingga generasi RTX 50 Series berlalu tanpa produk baru dengan nama KINGPIN.
Kini, dengan dukungan ASUS, Lucido mulai membangun kembali aktivitasnya di dunia extreme overclocking.
Meski belum ada kepastian mengenai kartu grafis ASUS KINGPIN, pengalaman pengembangan RTX 3090 Ti memberikan gambaran mengenai prinsip yang ingin dipertahankan Lucido.
Menurut KINGPIN, kartu grafis yang dirancang untuk extreme overclocking harus memiliki sistem power delivery dan PCB yang mampu mendukung potensi GPU secara maksimal sejak keluar dari pabrik, tanpa memerlukan modifikasi tambahan dari pengguna.
Sumber: Vince “KINGPIN” Lucido — Overclocking Kingpin








