Chip GDDR7 2 GB Micron Dilaporkan Mencapai End of Life

Micron dilaporkan telah menghentikan produksi chip memori GDDR7 berkapasitas 2 GB yang digunakan pada sejumlah kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 50 series. Informasi tersebut muncul setelah salah satu chip GDDR7 Micron dengan kecepatan 28 Gbps tercatat berstatus End of Life (EOL) pada situs resmi perusahaan.
Chip yang dimaksud adalah Micron D8FHL dengan nomor model MT68A512M32DF-28. Selain varian 28 Gbps tersebut, seluruh chip GDDR7 2 GB dalam katalog Micron, termasuk varian 32 Gbps, kini dilaporkan memiliki status EOL.
Jika informasi tersebut akurat, Micron tidak lagi menawarkan chip GDDR7 berkapasitas 2 GB sebagai bagian dari portofolio produksinya. Untuk saat ini, chip GDDR7 3 GB menjadi pilihan kapasitas berikutnya dalam katalog perusahaan.
Chip GDDR7 2 GB Digunakan pada GeForce RTX 50
Memori GDDR7 2 GB dari Micron digunakan pada sejumlah kartu grafis GeForce RTX 50 series. Namun, Micron bukan pemasok utama GDDR7 untuk NVIDIA.
Samsung dan SK hynix masih memasok sebagian besar kebutuhan GDDR7 untuk kartu grafis generasi tersebut. Micron sendiri baru mulai memasok GDDR7 dalam volume yang lebih berarti kepada NVIDIA pada tahun ini.
Karena kontribusi Micron terhadap total pasokan relatif terbatas, penghentian chip 2 GB tersebut diperkirakan tidak secara langsung menyebabkan kekurangan GDDR7 untuk GeForce RTX 50 series.
Meski demikian, hilangnya salah satu sumber pasokan tetap menjadi perhatian di tengah kondisi pasar memori yang sedang ketat.

Semua GDDR7 2 GB Micron Dilaporkan Berstatus EOL
Chip D8FHL 28 Gbps dengan nomor model MT68A512M32DF-28 menjadi salah satu produk yang tercatat berstatus End of Life.
Selain chip tersebut, varian GDDR7 2 GB dengan kecepatan 32 Gbps juga dilaporkan mengalami status yang sama.
Dengan demikian, kapasitas 2 GB tidak lagi menjadi pilihan yang tersedia dalam lini GDDR7 Micron. Chip 3 GB kemudian menjadi kapasitas yang lebih tinggi dan tersedia dalam katalog perusahaan.
Perubahan tersebut dapat memiliki konsekuensi bagi produsen kartu grafis yang membutuhkan konfigurasi VRAM tertentu, terutama karena kapasitas 3 GB tidak selalu cocok dengan desain memory bus pada GPU yang telah tersedia.
GDDR7 3 GB Tidak Mudah Menggantikan 2 GB
Secara teori, beralih dari chip 2 GB ke 3 GB dapat meningkatkan kapasitas VRAM pada kartu grafis. Namun, konfigurasi tersebut tidak selalu praktis.
Salah satu masalahnya adalah kapasitas 3 GB tidak dapat dipetakan dengan mudah ke berbagai konfigurasi memory bus yang digunakan GPU saat ini.
Desain kartu grafis perlu mempertimbangkan jumlah chip memori, lebar memory bus, serta organisasi kanal memori. Karena itu, mengganti chip 2 GB dengan chip 3 GB tidak sekadar mengganti komponen dengan kapasitas yang lebih besar.
Selain persoalan desain, chip GDDR7 3 GB juga disebut memiliki biaya yang lebih tinggi. Kombinasi keterbatasan konfigurasi dan harga tersebut membuatnya kurang menarik sebagai pengganti langsung GDDR7 2 GB untuk sebagian besar GeForce RTX 50 series.
Harga Memori Menjadi Faktor Penting
Kondisi ini juga berkaitan dengan harga GDDR7 yang semakin menjadi faktor dalam pengembangan kartu grafis generasi berikutnya.
Varian GDDR7 3 GB sebelumnya dilaporkan menjadi salah satu faktor yang menghambat rencana NVIDIA untuk menghadirkan GeForce RTX 50 Super series.
Kapasitas VRAM yang lebih besar membutuhkan konfigurasi memori yang berbeda, sementara biaya chip GDDR7 berkapasitas tinggi dapat meningkatkan biaya produksi kartu grafis secara signifikan.
Bagi produsen GPU, pilihan kapasitas memori tidak hanya ditentukan oleh kebutuhan performa. Ketersediaan chip, konfigurasi memory bus, harga, serta kapasitas produksi pemasok juga menjadi bagian dari pertimbangan.
Samsung dan SK hynix Masih Menjadi Pemasok Utama
Penghentian GDDR7 2 GB Micron tidak berarti pasokan GDDR7 untuk NVIDIA langsung terhenti.
Samsung dan SK hynix masih menjadi pemasok utama GDDR7 yang digunakan pada GeForce RTX 50 series. Karena itu, hilangnya sebagian kapasitas produksi Micron tidak serta-merta berarti NVIDIA maupun produsen kartu grafis akan menghadapi kekurangan chip dalam waktu dekat.
Namun, kondisi tersebut tetap terjadi di tengah pasar memori yang sedang mengalami tekanan pasokan.
Berkurangnya salah satu pemasok dapat membuat fleksibilitas rantai pasokan menjadi lebih terbatas, terutama apabila kebutuhan GDDR7 terus meningkat seiring perkembangan GPU generasi berikutnya.
Micron Mulai Mengarah ke Kapasitas GDDR7 Lebih Besar
Dengan chip GDDR7 2 GB yang dilaporkan memasuki fase EOL, chip berkapasitas 3 GB menjadi salah satu opsi yang tersisa dalam portofolio Micron.
Namun, arah industri menunjukkan bahwa kapasitas GDDR7 yang lebih besar kemungkinan akan semakin penting pada generasi GPU mendatang.
Produsen memori dilaporkan sedang mempersiapkan chip GDDR7 dengan kapasitas 4 GB dan 6 GB untuk periode 2027 hingga 2028.
Kapasitas tersebut lebih sesuai dengan kebutuhan GPU generasi mendatang yang diperkirakan membutuhkan VRAM lebih besar untuk menangani game dengan aset beresolusi tinggi, workload AI, serta aplikasi grafis yang semakin kompleks.
Perubahan Kapasitas Memori Menuju Generasi GPU Berikutnya
Penghentian GDDR7 2 GB Micron dapat dilihat sebagai bagian dari perubahan portofolio memori grafis menuju chip dengan kapasitas yang lebih besar.
Untuk GPU generasi saat ini, chip 2 GB masih memiliki keuntungan dari sisi kompatibilitas dengan konfigurasi memory bus yang sudah ada. Namun, kebutuhan kapasitas VRAM yang semakin besar mendorong industri untuk mengembangkan chip dengan kepadatan lebih tinggi.
Jika tren tersebut berlanjut, GPU generasi berikutnya akan memiliki lebih banyak pilihan untuk menggunakan konfigurasi VRAM berkapasitas besar tanpa harus menambah jumlah chip secara berlebihan.
Bagi NVIDIA dan produsen kartu grafis, perubahan ini juga akan menjadi pertimbangan dalam menentukan desain PCB, lebar memory bus, kapasitas VRAM, serta biaya produksi.
Untuk saat ini, status EOL GDDR7 2 GB Micron belum menunjukkan adanya dampak langsung terhadap ketersediaan GeForce RTX 50 series karena Samsung dan SK hynix masih menjadi sumber pasokan utama. Namun, perkembangan ini menunjukkan bahwa struktur pasokan GDDR7 sedang mengalami perubahan ketika industri mulai bergerak menuju chip memori berkapasitas lebih besar.
Sumber: Micron







