Microsoft Sebut Bug Maintenance Jadi Penyebab Outage Besar Microsoft 365

Microsoft menyebut gangguan besar pada Microsoft 365 dan sejumlah layanan Azure pada 23 Juli 2026 dipicu oleh bug dalam sistem otomatis untuk memproses permintaan maintenance jaringan.
Bug tersebut membuat sistem salah menandai perangkat tambahan sebagai bagian dari aktivitas maintenance. Akibatnya, sejumlah IP route dihapus dari lebih banyak perangkat jaringan daripada yang seharusnya, sehingga mengganggu traffic yang masuk dan keluar dari region West US.
Insiden ini berdampak pada pelanggan yang mengakses Microsoft 365 melalui infrastruktur jaringan yang terhubung dengan region Azure West US. Microsoft melacak gangguan Microsoft 365 tersebut dengan incident ID MO1437424, sementara insiden Azure terkait tercatat dalam Azure Status dengan tracking ID ZJV6-SGG.
Layanan Microsoft 365 yang Terdampak
Gangguan dimulai pada 10:44 AM ET, atau 14:44 UTC, pada Kamis, 23 Juli 2026. Laporan pengguna meningkat tajam di Downdetector, dengan SharePoint menjadi layanan yang paling banyak dikeluhkan, disusul Excel dan Microsoft 365 Admin Center.
Microsoft mengonfirmasi bahwa sejumlah layanan Microsoft 365 terdampak. OneDrive mengalami akses intermiten, SharePoint Online menampilkan error, Microsoft Teams mengalami degradasi pada fungsi chat, sementara Microsoft 365 Admin Center memuat lambat atau tidak dapat diakses.
Layanan lain yang ikut terdampak mencakup Power Automate, Copilot Chat, Microsoft Loop, Fabric dan Power BI, Power Apps, Copilot Studio, Windows 365, serta Microsoft Defender.
Pada pelanggan Microsoft Defender, sebagian respons dari Microsoft Defender Experts mengalami keterlambatan. Investigasi, workflow, dan tindakan remediasi yang dipicu melalui Threat Explorer serta Advanced Hunting juga dapat gagal selama periode gangguan.
Bug Maintenance Menghapus Route Terlalu Luas
Dalam preliminary Post Incident Review, Microsoft menjelaskan bahwa gangguan berawal dari routine device maintenance di region Azure West US. Proses maintenance seharusnya mengisolasi jalur jaringan tertentu sambil memastikan setidaknya satu dari dua jalur redundan tetap sehat sebelum pekerjaan dimulai.
Namun, bug pada sistem konversi permintaan maintenance membuat perangkat tambahan ikut ditandai sebagai bagian dari maintenance event. Hal ini menyebabkan sejumlah IP route dihapus dari perangkat jaringan antara datacenter Microsoft dan wide-area network (WAN).
Microsoft menyebut traffic yang tetap berada sepenuhnya di dalam region West US tidak terdampak. Dampak terjadi pada konektivitas yang masuk atau keluar dari region tersebut, sehingga pelanggan mengalami connectivity failures, latency yang meningkat, atau kesulitan mengakses layanan cloud.
Azure dan Layanan Cloud Lain Ikut Terdampak
Selain Microsoft 365, gangguan ini juga memengaruhi berbagai layanan Azure. Daftar layanan terdampak mencakup Azure App Service, Application Gateway, Azure AD B2C, Azure AI Search, Azure API Management, Azure Cosmos DB, Azure Databricks, Azure Firewall, Azure Kubernetes Service, Azure Monitor, Azure Virtual Desktop, ExpressRoute, Microsoft Graph, Microsoft Sentinel, Power BI Embedded, Virtual WAN, dan VPN Gateway.
Microsoft awalnya mencoba memitigasi gangguan dengan merutekan traffic melalui jalur jaringan alternatif. Langkah tersebut membantu sebagian pelanggan, tetapi banyak layanan masih terdampak hingga perubahan jaringan yang bermasalah berhasil di-rollback.
Tim engineering Microsoft mulai melakukan rollback pada 17:45 UTC. Infrastruktur jaringan dilaporkan kembali sehat pada 18:26 UTC, sementara semua layanan terdampak sepenuhnya pulih pada 19:41 UTC.
Microsoft Lakukan Review Internal
Microsoft mengatakan akan melakukan analisis penuh terhadap safety checks, proses otomatis perubahan maintenance request, dan faktor lain yang berkontribusi terhadap insiden ini. Perusahaan juga menyatakan akan menerbitkan final Post Incident Review setelah investigasi internal selesai, biasanya dalam waktu sekitar 14 hari.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa otomatisasi maintenance pada infrastruktur cloud berskala besar membutuhkan guardrail yang ketat. Kesalahan kecil dalam proses konversi atau validasi dapat berdampak luas ketika perubahan tersebut menyentuh lapisan jaringan inti.
Bagi organisasi yang bergantung pada layanan cloud, gangguan ini juga menegaskan pentingnya monitoring granular, alerting yang tepat, serta strategi multi-region untuk workload penting. Meski penyedia cloud memiliki redundansi internal, arsitektur aplikasi tetap perlu dirancang agar dapat bertahan ketika satu region atau jalur jaringan mengalami gangguan.
Sumber: Microsoft Azure Status








