Security

Polisi Tutup Versi Reboot Marketplace ‘Crimenetwork’, Admin Ditangkap di Spanyol

Otoritas penegak hukum Jerman kembali menorehkan kemenangan besar dalam memerangi kejahatan siber. Mereka berhasil menutup paksa versi peluncuran ulang (reboot) dari pasar gelap online ‘Crimenetwork’ dan menangkap operator utamanya yang sempat buron.

Crimenetwork versi asli sebelumnya dikenal sebagai marketplace kejahatan siber daring terbesar di Jerman. Beroperasi sejak 2012 dengan sekitar 100.000 pengguna terdaftar, platform ini menjadi surga bagi transaksi layanan ilegal, obat-obatan terlarang, hingga jual beli data curian.

Kebangkitan Singkat Sang ‘Kloningan’

Kehancuran Crimenetwork bermula pada akhir tahun 2024, ketika Kantor Kejaksaan Umum di Frankfurt am Main, Kantor Pusat Pemberantasan Kejahatan Siber (ZIT), dan Kantor Polisi Kriminal Federal (BKA) berhasil membongkar operasi tersebut, menyita platform, dan menangkap salah satu administrator utamanya.

Namun, hanya beberapa hari setelah penutupan bersejarah itu, versi baru dari Crimenetwork langsung muncul di permukaan. Berjalan di atas infrastruktur teknis yang sama sekali baru dan dikelola oleh operator yang berbeda, platform reboot ini kembali menawarkan rentang barang dan jasa terlarang yang serupa dengan pendahulunya.

Platform kloningan ini terbukti sangat populer. Dalam waktu singkat, mereka berhasil mengumpulkan 22.000 pengguna aktif dan lebih dari 100 vendor. Berdasarkan bukti yang dikumpulkan polisi, versi baru Crimenetwork ini diestimasi telah meraup pendapatan setidaknya €3,6 juta (sekitar Rp63 Miliar).

Operasi Penangkapan Lintas Negara

Pelarian sang admin baru akhirnya terhenti pada awal pekan ini. Seorang pria Jerman berusia 35 tahun yang dicurigai sebagai administrator di balik Crimenetwork versi baru ditangkap di kediamannya di Mallorca, Spanyol.

Penangkapan ini dilakukan oleh unit khusus Kepolisian Nasional Spanyol di bawah surat perintah penangkapan Eropa.

“Tersangka dituduh telah membangun dan mengelola infrastruktur teknis yang sama sekali baru hanya beberapa hari setelah penutupan versi sebelumnya dari Crimenetwork dan penangkapan mantan administratornya pada bulan Desember 2024, serta menamainya Crimenetwork juga,” jelas BKA dalam siaran persnya.

Selain melakukan penangkapan dan memasang banner penyitaan di situs web tersebut, pihak kepolisian juga menyita aset terlarang senilai sekitar €194.000 (sekitar Rp3,4 Miliar). Lebih penting lagi, aparat berhasil mengamankan sejumlah besar data pengguna dan transaksi, yang tentunya akan memfasilitasi penyelidikan dan penangkapan lebih lanjut terhadap para penjual dan pembeli di platform tersebut.

“Peluncuran ulang Crimenetwork telah gagal, dan administrator lainnya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan pengadilan Jerman,” tegas Carsten Meywirth, Direktur BKA. “Kejahatan siber itu tidak menguntungkan.”

Ancaman Hukuman dan Nasib Pendahulunya

Administrator yang baru saja ditangkap ini kini menghadapi berbagai tuntutan berat berdasarkan Pasal 127 KUHP Jerman, serta Pasal 29a dan 30a dari Undang-Undang Narkotika Jerman, yang semuanya berpotensi membuahkan hukuman penjara yang lama.

Sebagai gambaran betapa beratnya hukuman untuk kasus ini, pada bulan Maret lalu, operator Crimenetwork versi asli telah dijatuhi hukuman tujuh tahun sepuluh bulan penjara. Tidak hanya itu, pengadilan juga memerintahkannya untuk menyerahkan lebih dari €10 juta (sekitar Rp175 Miliar) dari hasil kejahatannya, meskipun putusan tersebut saat ini masih dalam proses banding dan belum berkekuatan hukum tetap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button