Security

Italia Denda Apple $116 Juta atas Kebijakan Privasi App Store dan ATT

Otoritas persaingan usaha Italia, AGCM, menjatuhkan denda sebesar €98,6 juta (sekitar $116 juta) kepada Apple setelah menyimpulkan bahwa perusahaan tersebut menyalahgunakan dominasi pasar melalui penerapan App Tracking Transparency (ATT) dalam ekosistem iklan aplikasi mobile.

ATT, yang diperkenalkan pada 2020 dan mulai diberlakukan pada April 2021 bersamaan dengan rilis iOS 14.5 dan iPadOS 14.5, mewajibkan pengembang aplikasi pihak ketiga meminta izin pengguna sebelum melacak aktivitas mereka di aplikasi dan situs lain. Namun, menurut AGCM, kebijakan ini tidak diterapkan secara setara.

AGCM menemukan bahwa aplikasi dan layanan Apple tidak diwajibkan menampilkan prompt izin pelacakan yang sama, sementara pengembang pihak ketiga harus meminta persetujuan pengguna dua kali: melalui prompt ATT dan mekanisme persetujuan tambahan untuk memenuhi persyaratan GDPR. Regulator menilai proses ini sebagai beban berlebih yang tidak perlu dan berpotensi menghambat persaingan.

AGCM menegaskan bahwa Apple dapat mencapai tingkat perlindungan privasi yang sama tanpa membebani pengembang lain, sehingga tidak menciptakan ketidakseimbangan dalam ekosistem iklan aplikasi. Dengan kata lain, implementasi ATT dinilai memberikan keuntungan kompetitif bagi Apple dalam pasar periklanan digital.

Menanggapi keputusan tersebut, Apple menyatakan akan mengajukan banding. Perusahaan menegaskan bahwa ATT dirancang untuk memberikan kontrol privasi yang lebih kuat kepada pengguna dan aturan tersebut berlaku untuk semua pengembang, termasuk Apple sendiri. Apple juga menilai keputusan AGCM mengabaikan manfaat privasi yang diberikan ATT dan justru menguntungkan perusahaan ad-tech serta broker data.

Ini bukan pertama kalinya Apple menghadapi tindakan regulator terkait ATT. Pada April lalu, otoritas persaingan usaha Prancis menjatuhkan denda €150 juta atas dugaan penyalahgunaan dominasi pasar melalui kebijakan yang sama. Investigasi serupa juga masih berlangsung di Polandia, sementara regulator Jerman telah meminta Apple menyesuaikan prompt persetujuan ATT untuk mengatasi kekhawatiran antimonopoli.

Kasus ini menambah tekanan terhadap Apple di Eropa, terutama terkait bagaimana perusahaan menyeimbangkan perlindungan privasi pengguna dengan persaingan yang sehat dalam ekosistem digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button