Serangan Siber Lumpuhkan Layanan Pos dan Perbankan Digital Prancis

Layanan pos nasional Prancis, La Poste, mengonfirmasi bahwa seluruh sistem informasinya mengalami gangguan besar akibat sebuah insiden jaringan berskala luas yang terjadi pada Senin. Gangguan ini membuat berbagai layanan digital—termasuk perbankan online—tidak dapat diakses oleh jutaan pelanggan di seluruh negeri.
Dalam pengumuman di media sosial, La Poste menyebut bahwa beberapa platform utama mereka terdampak, seperti situs web resmi, aplikasi mobile, layanan identitas digital, serta platform penyimpanan dokumen Digiposte. Sejumlah kantor pos juga mengalami gangguan operasional, meski transaksi perbankan dan layanan pos masih dapat dilakukan melalui loket.
La Poste menegaskan bahwa sebagian layanan finansial tetap berjalan. Pembayaran online masih dapat diproses menggunakan autentikasi SMS, sementara penarikan tunai di ATM, pembayaran kartu di mesin EDC, dan transfer melalui WERO tetap tersedia.
Situs utama La Poste masih tidak dapat diakses saat laporan ini ditulis, dengan pengunjung dialihkan ke layanan webmail dan Digiposte.
Unit perbankan La Poste, La Banque Postale, juga mengonfirmasi bahwa layanan online dan aplikasi mobile mereka ikut terdampak. Namun, operasi inti perbankan seperti pemrosesan pembayaran, pertukaran antarbank, dan alur transaksi tetap berjalan normal. Untuk sementara, autentikasi SMS digunakan menggantikan sistem Certicode.
Meski La Poste belum memberikan rincian teknis maupun estimasi pemulihan penuh, sejumlah media Prancis melaporkan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh serangan distributed denial‑of‑service (DDoS) yang melumpuhkan operasi perusahaan secara nasional.
La Poste, yang mempekerjakan lebih dari 250.000 orang dan merupakan bagian dari Groupe La Poste, mengelola berbagai layanan mulai dari pengiriman paket, surat-menyurat, perbankan, asuransi, hingga telekomunikasi.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah otoritas Prancis menangkap seorang tersangka berusia 22 tahun terkait serangan siber terhadap server email Kementerian Dalam Negeri Prancis pada awal bulan ini, menambah kekhawatiran terhadap meningkatnya intensitas serangan terhadap infrastruktur publik negara tersebut.







