Microsoft Tambal Bug Layanan Cache yang Paksa Instalasi Driver di Windows

Microsoft resmi menggulung perbaikan darurat untuk mengatasi masalah sistem (bug) yang memaksa sejumlah perangkat Windows menginstal pembaruan driver secara otomatis. Masalah ini tetap terjadi meskipun administrator atau pengguna telah mengonfigurasi kebijakan (policies) untuk memblokir pembaruan otomatis (auto-updates).
Berdasarkan laporan insiden resmi di admin center dengan nomor referensi MO1332784, Microsoft menjelaskan bahwa biang keladi dari anomali ini adalah adanya kesalahan konfigurasi pada layanan caching Windows Update.
Kronologi Masalah: Informasi Pendaftaran Perangkat Terhapus Sementara
Layanan cache yang bermasalah tersebut dilaporkan sempat secara tidak sengaja menghapus atau menghilangkan informasi pendaftaran perangkat (device enrollment information).
Akibat hilangnya data tersebut, sistem Windows Update mendeteksi perangkat-perangkat korporasi yang terdampak sebagai perangkat umum/reguler yang tidak terdaftar (non-enrolled devices). Kondisi ini menyebabkan seluruh kendali persetujuan driver (driver-approval controls) yang telah diatur oleh tim IT admin tidak diaplikasikan dengan benar oleh sistem.
Tim Dukungan Intune (Intune Support Team) juga sempat mengakui adanya keluhan massal ini melalui platform media sosial X (Twitter) dan Reddit saat investigasi sedang berlangsung.
Pernyataan Resmi Microsoft: “Kami menerima laporan mengenai masalah di mana perangkat Windows pengguna yang telah dikonfigurasi dengan kebijakan untuk mencegah pembaruan otomatis tetap menginstal driver. Selagi kami bekerja untuk memulihkan dampak yang terjadi, kami memastikan bahwa driver yang terinstal tersebut adalah driver yang telah disetujui/ditandatangani resmi oleh Microsoft (Microsoft approved/signed) dan tidak menimbulkan ancaman keamanan.”
Dampak Nyata di Lapangan: Puluhan Ribu PC Terdampak Pembaruan BIOS
Meski Microsoft mengeklaim driver tersebut aman dari sudut pandang siber, dampak operasional di lapangan justru menimbulkan kepanikan bagi para administrator jaringan (Windows admins).
Sejumlah admin melaporkan bahwa mereka harus menangani tensi kerja tinggi karena puluhan ribu perangkat di jaringan perusahaan mereka secara mendadak mendapatkan pembaruan BIOS dan driver secara serentak. Imbasnya, banyak perangkat yang mengalami malafungsi operasional, seperti perangkat audio dan kartu grafis (video) yang mendadak berhenti berfungsi pasca-instalasi paksa tersebut.
Solusi dan Resolusi dari Microsoft
Guna memitigasi dampak yang meluas, Microsoft segera memperbarui cache layanan yang terdampak serta memulihkan kembali status pendaftaran (enrollment status) pada perangkat-perangkat komputer yang mengalami error.
Melalui pembaruan rilis informasi, Microsoft mengonfirmasi bahwa masalah ini telah sepenuhnya diselesaikan (resolved).
Pembaruan Konfirmasi Microsoft: “Kami telah memvalidasi bahwa masalah ini telah diselesaikan menyusul adanya konfirmasi pemulihan dampak dari sebagian pengguna yang sebelumnya terdampak. Kami terus meninjau bagaimana layanan caching ini bisa menghilangkan informasi pendaftaran perangkat Windows secara sementara guna mendeteksi, mencegah, dan merespons masalah layanan serupa dengan lebih baik di masa mendatang.”
Rentetan Anomali Pembaruan Windows
Insiden salah instalasi ini menambah daftar panjang masalah manajemen pembaruan (update management) Windows belakangan ini. Sebagai catatan:
- April 2026: Microsoft sempat direpotkan oleh bug yang menyebabkan sistem operasi Windows Server 2019 dan 2022 melakukan peningkatan (upgrade) ke Windows Server 2025 “secara tidak terduga”.
- Mei 2026: Sebuah bug serupa juga dilaporkan menyerang perangkat-perangkat Windows 11 yang dikelola oleh fitur Autopatch di kawasan Uni Eropa, di mana driver tetap terinstal secara otomatis meski kebijakan administratif telah membatasi penyebaran driver.
Bagi para admin IT yang sempat terdampak oleh insiden MO1332784 ini, disarankan untuk melakukan pengecekan ulang pada riwayat pembaruan (Update History) di perangkat klien serta memastikan status sinkronisasi pada dasbor Microsoft Intune telah kembali normal.
Sumber: Microsoft 365 Admin Center








