Security

Pemimpin Jaringan ‘Swatting’ Online Asal Rumania Divonis 4 Tahun Penjara

Seorang warga negara Rumania yang memimpin jaringan swatting daring (online) yang menargetkan lebih dari 75 pejabat publik, sejumlah jurnalis, dan empat institusi keagamaan akhirnya dijatuhi hukuman 4 tahun penjara federal Amerika Serikat.

Bagi yang belum familier, swatting adalah taktik pelecehan kriminal yang sangat berbahaya. Taktik ini melibatkan pembuatan laporan palsu kepada petugas tanggap darurat mengenai ancaman kekerasan yang sedang berlangsung di alamat target, dengan tujuan memprovokasi respons kepolisian bersenjata lengkap (seperti tim SWAT) untuk menggerebek rumah korban.

Jejak Kriminal dan Ancaman Skala Tinggi

Thomasz Szabo (27), yang diekstradisi dari Rumania pada November 2024, juga dijatuhi hukuman tiga tahun pembebasan bersyarat dengan pengawasan setelah ia mengaku bersalah atas satu tuduhan konspirasi dan satu tuduhan ancaman yang melibatkan bahan peledak pada bulan Juni 2025.

Menurut dokumen pengadilan, Szabo beroperasi di dunia maya menggunakan berbagai nama samaran (seperti “Jonah”, “Plank”, “War Lord”, hingga “Cypher”). Ia mendirikan dan memimpin sebuah komunitas daring yang secara konsisten memulai pola ancaman bom dan serangan swatting sejak akhir tahun 2020.

Szabo secara pribadi pernah membuat laporan palsu yang fatal kepada penegak hukum AS. Catatan kriminalnya termasuk ancaman pada bulan Desember 2020 untuk melakukan penembakan massal di sinagoga-sinagoga New York City, serta ancaman untuk meledakkan bahan peledak di Gedung Capitol AS dan membunuh Presiden terpilih Joe Biden pada Januari 2021.

Menguras Ratusan Ribu Dolar Uang Pajak

“Anggota Kongres, pejabat kabinet, kepala lembaga penegak hukum federal, gereja, jurnalis — Thomasz Szabo dan para pengikutnya menargetkan mereka semua dengan panggilan swatting dan ancaman bom palsu yang dirancang untuk mengirim polisi bersenjata ke pintu mereka,” ungkap Jaksa AS Pirro pada hari Rabu.

Szabo secara aktif mengiklankan aktivitasnya kepada para pengikutnya dan mendorong mereka untuk melakukan serangan serupa. Hasutan ini memicu rentetan serangan swatting terkonsentrasi antara bulan Desember 2023 hingga awal Januari 2024, yang menargetkan:

  • Setidaknya 25 anggota Kongres AS atau anggota keluarga mereka.
  • Setidaknya 6 pejabat senior cabang eksekutif (termasuk beberapa tokoh setingkat kabinet).
  • 13 pejabat penegak hukum federal senior.
  • 27 pejabat negara bagian dan empat institusi keagamaan.

Skala serangan kelompok ini sangat masif. Salah satu anggota kelompok tersebut bahkan pernah menyombongkan diri kepada Szabo tentang kemampuannya melakukan lebih dari 25 panggilan swatting dalam satu hari. Ia mengklaim telah membuang-buang lebih dari $500.000 dana pembayar pajak AS hanya dalam waktu dua hari.

Rekan konspirator lainnya, Nemanja Radovanovic (23) yang merupakan warga negara Serbia, juga telah didakwa pada Agustus 2024 sehubungan dengan skema yang sama dan kini tengah menghadapi proses peradilan terpisah.

“Serangan swatting tanpa henti yang dilakukan Szabo dan rekan konspiratornya sangat menguras sumber daya penegak hukum dan uang pembayar pajak, serta menempatkan warga sipil tak berdosa dalam bahaya,” tambah Agen Khusus FBI, Michael Burgwald. “Vonis hari ini menegaskan bahwa mereka yang menganggap swatting hanya sekadar lelucon akan menghadapi konsekuensi keadilan yang nyata.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button