Perusahaan Utilitas Amerika ‘Itron’ Ungkap Pembobolan Jaringan TI Internal

Perusahaan teknologi utilitas Itron, Inc. telah mengonfirmasi bahwa pihak ketiga yang tidak berwenang berhasil mengakses beberapa sistem internal mereka selama terjadinya sebuah serangan siber.
Perusahaan menyatakan bahwa mereka langsung mengaktifkan rencana respons keamanan siber perusahaan saat mendeteksi aktivitas mencurigakan tersebut pada bulan lalu. Mereka juga telah memberi tahu pihak penegak hukum dan melibatkan penasihat keamanan eksternal untuk mendukung penyelidikan serta penahanan insiden lebih lanjut.
“Pada 13 April 2026, Itron, Inc. diberitahu bahwa pihak ketiga yang tidak berwenang telah memperoleh akses ke beberapa sistem tertentunya,” ungkap perusahaan dalam pengajuan formulir 8-K kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).
“Perusahaan mengaktifkan rencana respons keamanan sibernya dan meluncurkan penyelidikan dengan dukungan penasihat eksternal untuk menilai, memitigasi, memulihkan, dan menahan aktivitas yang tidak sah tersebut.”
Aktivitas peretasan tersebut kini telah berhasil diblokir sepenuhnya, dan perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak mengamati adanya aktivitas lanjutan dari peretas.
Profil Perusahaan dan Dampak Serangan
Itron adalah perusahaan publik yang berbasis di Washington, Amerika Serikat, yang menyediakan produk dan layanan teknologi utilitas untuk pengelolaan sumber daya energi dan air. Bisnis Itron terjalin sangat erat dengan infrastruktur kritis negara, seperti jaringan listrik, distribusi air, dan jaringan gas.
Perusahaan yang terdaftar di bursa NASDAQ ini mempekerjakan sekitar 5.600 orang. Pada tahun 2025 lalu, Itron melaporkan pendapatan tahunan sebesar $2,4 miliar, melayani 7.700 pelanggan di 100 negara, dan mengelola hingga 112 juta titik akhir (endpoints).
Meskipun memegang peranan vital dalam infrastruktur kritis, Itron mencatat bahwa dalam insiden kali ini, operasi bisnis perusahaan tidak mengalami gangguan operasional yang berarti, dan mereka saat ini tidak memperkirakan adanya dampak lanjutan yang fatal. Selain itu, mereka memperkirakan sebagian besar biaya yang timbul akibat insiden ini akan ditanggung oleh pihak asuransi.
Itron juga menegaskan bahwa aktivitas tidak sah tersebut tidak meluas hingga ke data atau jaringan pelanggan. Walau begitu, penyelidikan mengenai cakupan dan dampak pasti dari insiden tersebut hingga saat ini masih terus berlangsung.
Sejauh ini, belum ada kelompok ransomware atau aktor ancaman siber yang secara publik mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap Itron tersebut.








