Warga Ghana Mengaku Bersalah dalam Kasus Penipuan $100 Juta Lewat BEC dan Romance Scam

Seorang warga negara Ghana mengaku bersalah atas perannya dalam jaringan penipuan berskala besar yang merugikan korban di Amerika Serikat lebih dari 100 juta dolar AS melalui skema business email compromise (BEC) dan romance scam.
Derrick Van Yeboah (40) pada Kamis waktu setempat menyatakan bersalah atas dakwaan konspirasi melakukan wire fraud dan menyetujui pembayaran restitusi lebih dari 10 juta dolar AS.
Operasi Penipuan Lintas Negara
Menurut dokumen pengadilan, Van Yeboah merupakan anggota senior dari jaringan penipuan yang berbasis di Ghana dan aktif menargetkan warga Amerika Serikat sejak 2016 hingga Mei 2023.
Ia diekstradisi ke AS pada Agustus 2025 bersama sejumlah tersangka lain, yakni Isaac Oduro Boateng (alias “Kofi Boat”), Inusah Ahmed (“Pascal”), dan Patrick Kwame Asare (“Borgar”).
Kelompok ini menyebut diri mereka sebagai “game boys” atau “sakawa boys” dan beroperasi dengan menargetkan korban rentan, terutama perempuan dan pria lanjut usia yang hidup sendiri.
Modus Romance Scam dan BEC
Dalam skema romance scam, para pelaku membangun hubungan emosional palsu secara daring dengan korban, lalu meyakinkan mereka untuk mentransfer uang ke rekening perantara di Amerika Serikat.
Perantara tersebut kemudian mencuci dana, mengambil bagian mereka, dan mengirim sisa uang ke Afrika Barat kepada para koordinator yang disebut “chairmen”, yang mengatur operasi penipuan.
Selain itu, jaringan ini juga menjalankan serangan business email compromise (BEC), dengan memalsukan alamat email yang menyamar sebagai pelanggan atau karyawan perusahaan target. Melalui metode ini, pelaku menipu perusahaan agar mentransfer dana ke rekening yang mereka kendalikan.
Jaksa menyebut Van Yeboah secara langsung menjalankan banyak aksi romance scam yang dirinci dalam dakwaan, serta mengaitkannya dengan kerugian lebih dari 10 juta dolar AS.
Kerugian dan Proses Hukum
Total kerugian dari jaringan ini diperkirakan melampaui 100 juta dolar AS, menjadikannya salah satu kasus penipuan lintas negara terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Van Yeboah dijadwalkan menjalani sidang vonis di hadapan Hakim Distrik AS Arun Subramanian. Ia menghadapi hukuman maksimal sesuai ketentuan federal atas dakwaan konspirasi penipuan kawat.
Otoritas penegak hukum kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap hubungan daring yang meminta transfer dana, serta selalu memverifikasi permintaan pembayaran melalui saluran resmi dalam konteks bisnis.








