Security

Microsoft Perbaiki Bug Family Safety yang Blokir Google Chrome di Windows

Microsoft akhirnya memperbaiki bug pada layanan Family Safety yang menyebabkan pengguna Windows tidak dapat menjalankan Google Chrome dan sejumlah browser lainnya. Masalah ini telah berlangsung sejak pertengahan 2025 dan berdampak pada perangkat Windows 10 dan Windows 11.

Family Safety merupakan fitur kontrol orang tua bawaan Microsoft yang memungkinkan pemantauan aktivitas anak, pengaturan durasi layar, kontrol aplikasi, pemantauan komunikasi, penyaringan konten, pelacakan lokasi, hingga laporan aktivitas.


Chrome Tidak Bisa Dibuka atau Tiba-Tiba Crash

Bug ini pertama kali diakui Microsoft pada akhir Juni 2025 setelah banyak laporan bahwa Google Chrome gagal dibuka atau tiba-tiba tertutup sendiri.

Masalah terjadi pada perangkat yang menjalankan Windows 10 versi 22H2 serta Windows 11 versi 22H2 atau yang lebih baru. Akar permasalahan berasal dari fitur web filtering pada Family Safety.

Secara normal, fitur tersebut akan meminta anak untuk meminta persetujuan orang tua saat mencoba menggunakan browser selain Microsoft Edge. Namun bug menyebabkan versi terbaru browser yang sebelumnya sudah disetujui tetap diblokir.

Artinya, setiap kali Chrome atau browser lain melakukan pembaruan versi, Family Safety memperlakukannya sebagai aplikasi baru yang belum diizinkan. Akibatnya, browser gagal dijalankan atau langsung tertutup secara tiba-tiba.


Perbaikan Dilakukan dari Sisi Layanan

Microsoft mengonfirmasi bahwa masalah tersebut telah diperbaiki melalui pembaruan dari sisi layanan (service-side fix) yang mulai digulirkan pada awal Februari 2026.

Karena perbaikan dilakukan dari server Microsoft, pengguna tidak perlu mengunduh pembaruan Windows tambahan. Perangkat hanya perlu terhubung ke internet agar perbaikan diterapkan secara otomatis.

Microsoft menyatakan bahwa distribusi perbaikan akan menjangkau seluruh perangkat terdampak dalam beberapa minggu ke depan.


Apa yang Harus Dilakukan Pengguna?

Bagi perangkat yang mengalami masalah ini, cukup pastikan komputer terhubung ke internet agar sistem menerima perbaikan secara otomatis.

Jika perangkat tidak dapat terhubung ke internet, Microsoft menyarankan untuk mengaktifkan fitur Activity Reporting pada pengaturan Microsoft Family Safety. Dengan cara ini, orang tua tetap dapat menerima permintaan persetujuan dan mengizinkan versi browser terbaru secara manual.


Dampak dan Evaluasi

Kasus ini menunjukkan bagaimana mekanisme kontrol aplikasi yang dirancang untuk keamanan justru dapat menimbulkan gangguan operasional ketika terjadi inkonsistensi dalam daftar blokir.

Meski tidak dikategorikan sebagai kerentanan keamanan, bug ini berdampak luas karena Google Chrome merupakan browser yang paling banyak digunakan di Windows.

Dengan perbaikan ini, pengguna Windows yang memanfaatkan fitur Family Safety diharapkan tidak lagi mengalami kendala saat menjalankan browser pihak ketiga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button