
Data penjualan Amazon AS untuk bulan Oktober 2025, yang dibagikan oleh analis pasar @TechEpiphanyYT, menunjukkan dominasi luar biasa AMD atas Intel dalam kategori prosesor desktop. Berdasarkan laporan tersebut, gabungan penjualan Ryzen 9800X3D dan Ryzen 7800X3D mencapai sekitar 16.000 unit, sementara total penjualan seluruh lini prosesor Intel di platform yang sama tidak melebihi 10.000 unit.
Angka ini berarti AMD menguasai sekitar 83,8% pangsa pasar berdasarkan jumlah unit terjual. Dengan kata lain, dari setiap sepuluh prosesor yang dibeli di Amazon, lebih dari delapan adalah produk AMD — sebuah capaian yang menegaskan dominasi Ryzen di pasar konsumen.
Permintaan Tinggi untuk Seri X3D
Kedua model andalan AMD, yakni Ryzen 9800X3D dan 7800X3D, masing-masing terjual sekitar 8.000 unit, menandakan permintaan yang sangat kuat untuk prosesor gaming kelas atas meskipun dibanderol dengan harga premium. Di segmen menengah, Ryzen 5 5500 juga mencatat hasil mengesankan dengan penjualan hampir 5.000 unit, menempati posisi ketiga dan mengungguli prosesor Intel sekelas Core i3, yang umumnya masih menawarkan konfigurasi empat inti.
Intel Tertekan di Segmen Konsumen
Sementara itu, Intel hanya mencatat keberhasilan terbatas melalui Core Ultra 7 265K, yang berhasil menjual sekitar 1.000 unit setelah mengalami penurunan harga di bawah $300. Namun, performa tunggal ini tidak cukup untuk menutupi penurunan penjualan di lini Core generasi ke-12, ke-13, dan ke-14, yang semakin kehilangan daya saing akibat kenaikan harga di pasar ritel yang sensitif terhadap biaya.
Rata-rata harga jual prosesor AMD tercatat sebesar $272,05, sedangkan Intel lebih tinggi di $308,62. Data ini menunjukkan strategi AMD yang lebih agresif di segmen menengah dan bawah, sementara Intel cenderung mempertahankan fokus pada produk berperforma tinggi dengan harga premium.
Pola Pembelian dan Strategi Harga
Perilaku konsumen di Amazon juga memperlihatkan polarisasi kebutuhan pasar. Satu kelompok pembeli mengutamakan performa gaming maksimal dan memilih seri X3D, sedangkan kelompok lainnya mencari prosesor serbaguna dengan harga terjangkau untuk kebutuhan produktivitas sekaligus hiburan.
Strategi AMD yang menyeimbangkan portofolio produk antara kelas atas (X3D) dan kelas menengah (Ryzen 5 5500 dan sejenisnya) memungkinkan perusahaan menarik minat kedua kelompok tersebut dengan lebih efektif.
Menariknya, meskipun beberapa model lama AMD mengalami kenaikan harga, seri Ryzen 9000 tetap stabil, membantu menjaga harga rata-rata jual tetap kompetitif. Stabilitas ini, ditambah penjualan kuat di lini ekonomis, menjadikan AMD unggul dalam kombinasi volume dan nilai jual dibandingkan pesaingnya.
Dengan hasil ini, AMD tidak hanya mendominasi pasar gaming enthusiast, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai pilihan utama konsumen yang mencari keseimbangan antara performa, efisiensi, dan harga di pasar CPU global.
Sumber: TechEpiphanyYT / Amazon US








