Raksasa Bir Jepang Asahi Konfirmasi Serangan Ransomware

Asahi Group Holdings, Ltd., produsen bir terbesar di Jepang, hari ini mengonfirmasi bahwa serangan ransomware menjadi penyebab gangguan sistem TI yang memaksa perusahaan menghentikan operasi pabriknya awal pekan ini.
Dampak Serangan
- Operasi di Jepang terganggu, termasuk penghentian produksi di beberapa pabrik.
- Proses pemesanan dan pengiriman berbasis sistem dihentikan, sehingga perusahaan terpaksa beralih ke metode manual.
- Investigasi menemukan indikasi pencurian data dari perangkat yang terkompromi.
“Asahi Group Holdings, Ltd. saat ini mengalami kegagalan sistem akibat serangan siber yang memengaruhi operasi di Jepang,” tulis perusahaan dalam pernyataan resmi.
Skala Perusahaan
Asahi merupakan raksasa minuman dengan:
- 30.000 karyawan global
- Produksi hingga 100 juta hektoliter minuman per tahun
- Kepemilikan merek internasional ternama seperti Peroni, Pilsner Urquell, Grolsch, dan Fullers
- Pendapatan hampir 20 miliar USD pada 2024
Investigasi dan Penanganan
Asahi menyebut pihaknya telah membentuk Emergency Response Headquarters dan bekerja sama dengan pakar keamanan siber eksternal untuk menelusuri insiden.
“Investigasi lanjutan telah mengonfirmasi adanya jejak yang menunjukkan kemungkinan transfer data tidak sah. Kami masih menyelidiki jenis dan ruang lingkup informasi yang mungkin terpengaruh,” jelas perusahaan.
Hingga kini, belum ada kelompok ransomware yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Kondisi tersebut bisa berarti:
- Negosiasi dengan pelaku masih berlangsung,
- Perusahaan belum merespons tuntutan, atau
- Tuntutan mungkin telah dipenuhi secara diam-diam.
Pemulihan Belum Jelas
Asahi menegaskan belum dapat memberikan estimasi kapan sistem akan pulih sepenuhnya. Namun, gangguan dipastikan terbatas pada operasi di Jepang dan tidak berdampak langsung pada operasi global.
Sumber: Asahi








