News

China Larang Perusahaan Teknologi Membeli Akselerator AI NVIDIA

Pemerintah Tiongkok dilaporkan resmi melarang perusahaan teknologi domestik membeli akselerator AI buatan NVIDIA, sebagai upaya mendorong penggunaan chip kecerdasan buatan lokal. Menurut sumber yang dekat dengan Financial Times, Cyberspace Administration of China (CAC) telah menginstruksikan raksasa teknologi seperti Alibaba, Baidu, dan Tencent untuk menghentikan evaluasi maupun pembelian akselerator AI modifikasi khusus ekspor dari NVIDIA.

Produk NVIDIA yang Dilarang

Larangan ini mencakup chip seperti RTX PRO 6000D, varian khusus pasar Tiongkok dari RTX PRO 6000. Namun, tidak ada penyebutan terkait Blackwell Ultra B30A, akselerator satu-die yang juga dirancang untuk pasar Tiongkok dengan performa komputasi setengah dari GB300.

Dorongan ke Akselerator Lokal

Meski banyak perusahaan Tiongkok menilai produk NVIDIA lebih unggul dari sisi ekosistem perangkat lunak dan kemampuan komputasi, regulator menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah mempromosikan chip lokal dari perusahaan seperti Huawei dan Cambricon.

Akselerator lokal tersebut umumnya masih berbasis teknologi manufaktur generasi lama, karena Tiongkok terbatas dalam akses ke proses produksi canggih dan tidak memiliki peralatan litografi EUV modern untuk mendukung pabrik semikonduktornya.

Keyakinan Pemerintah Tiongkok

Seorang sumber menyebutkan bahwa terdapat “konsensus di level atas” bahwa pasokan chip domestik cukup untuk memenuhi permintaan, sehingga tidak perlu lagi membeli chip NVIDIA. Meski begitu, tantangan tetap ada, terutama dalam melatih dan menjalankan model AI pada perangkat keras non-NVIDIA, yang selama ini dianggap lebih sulit karena ekosistemnya belum matang.

Langkah ini mempertegas ambisi Beijing untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing dan mempercepat kemandirian industri AI nasional.


Sumber: Financial Times

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button