Security

Pembaruan Windows 11 Terbaru Picu Masalah Koneksi Remote Desktop bagi Pengguna Non-Admin

Microsoft secara resmi mengonfirmasi bahwa pengguna yang tidak memiliki hak akses administrator (non-admin users) berpotensi gagal terhubung ke perangkat melalui layanan Remote Desktop setelah memasang pembaruan Windows terbaru. Kendala teknis ini dilaporkan terjadi apabila fitur keamanan Administrator protection dalam kondisi aktif pada sistem target.

Fitur keamanan tersebut sejatinya mulai digulirkan melalui pembaruan kumulatif pratinjau KB5067036 untuk sistem operasi Windows 11 versi 24H2 dan 25H2 pada Oktober 2025 lalu. Namun kini, fitur tersebut diaktifkan secara bawaan (by default) bagi organisasi maupun perusahaan yang menerapkan Windows security baselines setelah menginstal pembaruan keamanan Windows edisi Oktober 2026.

Saat diaktifkan, fitur Administrator protection memastikan pengguna yang masuk ke dalam sistem hanya memegang izin akses pengguna standar (standard user permissions). Sistem kemudian akan meminta proses autentikasi ulang melalui Windows Hello—baik menggunakan PIN maupun pemindaian biometrik—ketika pengguna mencoba melakukan tindakan administratif seperti menginstal aplikasi baru atau memodifikasi Windows registry.

Muncul Kode Error 0xC000000D pada Sejumlah Versi Windows 11

Dalam keterangan resminya pada hari Selasa, Microsoft menjelaskan bahwa upaya koneksi Remote Desktop dapat mengalami kegagalan disertai munculnya kode galat 0xC000000D setelah sistem memasang pembaruan pratinjau non-keamanan edisi September 2026 (KB5124010) atau pembaruan yang lebih baru pada perangkat yang menjalankan Windows 11 versi 24H2, 25H2, 26H1, dan 26H2.

Saat mencoba terhubung, pengguna akan mendapati pesan kesalahan yang menyatakan bahwa token yang diteruskan ke fungsi tersebut tidak valid (“The token that was passed to the function is invalid”). Microsoft mencatat bahwa insiden ini terutama berdampak pada perangkat jarak jauh yang dikelola oleh lingkungan korporasi (enterprise-managed remote devices) yang difungsikan sebagai host Remote Desktop dengan fitur Administrator protection menyala, terlepas dari bagaimana metode pengaktifan fitur tersebut dilakukan.

Lebih lanjut, apabila sebuah organisasi menerapkan Windows security baselines yang diterbitkan melalui Microsoft Security Compliance Toolkit, maka fitur Administrator protection ini akan otomatis aktif secara bawaan pada baseline keamanan Windows 11 versi 24H2, 25H2, dan 26H2, kecuali pihak administrator IT perusahaan telah mengonfigurasi kebijakan tersebut secara berbeda.

Solusi Sementara bagi Administrator IT

Sembari tim engineer Microsoft terus bekerja menyiapkan perbaikan permanen untuk mengatasi bug tersebut, perusahaan telah membagikan langkah solusi sementara (workaround). Para administrator IT disarankan untuk menonaktifkan fitur Administrator protection terlebih dahulu melalui metode manajemen kebijakan (policy management) yang digunakan di lingkungan kerja masing-masing.

Sebagai contoh, bagi administrator sistem yang mengelola perangkat menggunakan Microsoft Intune atau Group Policy, langkah mitigasi ini dapat diterapkan dengan cara mengatur ulang (reset) kebijakan bernama “User Account Control Type Of Admin Approval Mode”.

Rentetan gangguan pada layanan kendali jarak jauh akibat pembaruan sistem ini bukanlah hal baru bagi Microsoft. Sebelumnya pada Maret 2025 lalu, perusahaan juga sempat memperbaiki masalah serupa yang memicu kegagalan koneksi Remote Desktop dan Remote Desktop Services (RDS) pasca instalasi pembaruan yang dirilis sejak Januari 2025. Selain itu, tepat pada bulan lalu, Microsoft juga terpaksa merilis pembaruan darurat di luar jadwal reguler (out-of-band updates) guna mengatasi lumpuhnya layanan Remote Desktop Services pada jajaran perangkat Windows Server yang dipicu oleh pembaruan keamanan edisi September 2026.

Sumber: Microsoft Windows Release Health

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button