Security

Ledger Konfirmasi Chip Mata-Mata pada Hardware Wallet, Cryptocurrency Pengguna Dicuri Lewat Perangkat yang Dimodifikasi

Produsen hardware wallet cryptocurrency, Ledger, mengonfirmasi penemuan chip mata-mata atau hardware implant pada salah satu perangkat milik pengguna yang mengalami pencurian aset kripto. Perangkat tersebut diketahui berasal dari CryptoBilis, reseller hardware wallet berbasis di Malaysia yang melayani pasar Asia Tenggara.

Insiden ini mengungkap metode serangan supply chain yang memanfaatkan modifikasi fisik pada hardware wallet untuk mencuri recovery phrase pengguna. Berbeda dengan serangan yang mengeksploitasi vulnerability software, pelaku menanamkan komponen elektronik tambahan ke dalam perangkat Ledger sehingga dapat memantau informasi sensitif tanpa mengganggu fungsi utamanya.

Ledger mulai menyelidiki laporan kehilangan cryptocurrency pada 9 Oktober 2026 setelah sejumlah pengguna mengaku aset dalam wallet mereka terkuras secara tidak sah.

Sehari kemudian, perusahaan memastikan bahwa setidaknya satu perangkat yang terkait dengan insiden tersebut mengandung hardware implant yang tidak diotorisasi.

Ledger juga menyatakan bahwa seluruh kasus pencurian dana yang telah dikonfirmasi dalam rangkaian insiden tersebut berkaitan dengan perangkat yang dijual melalui CryptoBilis. Namun, perusahaan belum mengungkap jumlah pasti perangkat terdampak maupun total kerugian yang dialami pengguna.

Ledger Temukan Perangkat yang Telah Dimodifikasi Secara Fisik

Investigasi Ledger bermula setelah sejumlah pelanggan di Asia Tenggara melaporkan kehilangan cryptocurrency dari hardware wallet yang mereka beli melalui CryptoBilis.

CryptoBilis dikenal sebagai salah satu distributor hardware wallet yang melayani pelanggan di Malaysia dan sejumlah negara Asia Tenggara lainnya, termasuk Indonesia dan Filipina.

Pada 9 Oktober 2026, Ledger mengumumkan dimulainya investigasi dan meminta CryptoBilis menghentikan sementara seluruh penjualan serta pengiriman perangkat Ledger.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kemungkinan perangkat lain yang telah dimodifikasi sampai ke tangan pelanggan.

Pada 10 Oktober, Ledger mengonfirmasi bahwa salah satu perangkat milik pengguna terdampak memiliki komponen elektronik tambahan yang tidak termasuk dalam desain resmi produk.

Perusahaan menyebut komponen tersebut sebagai unauthorized hardware implant.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa perangkat telah mengalami modifikasi fisik sebelum digunakan oleh pemiliknya.

Ledger kemudian bekerja sama dengan otoritas terkait untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas manipulasi hardware tersebut.

Dalam pembaruan berikutnya pada 11 Oktober 2026, perusahaan menegaskan bahwa seluruh kasus pencurian cryptocurrency yang telah dikonfirmasi berkaitan dengan perangkat yang didistribusikan melalui CryptoBilis.

Ledger menyatakan jumlah perangkat yang terdampak masih terbatas. Perusahaan juga memastikan bahwa sistem internal dan saluran penjualan langsung miliknya tidak terdampak oleh insiden tersebut.

Meski demikian, belum diketahui secara pasti kapan, di mana, dan bagaimana perangkat-perangkat tersebut dimodifikasi.

Chip Mata-Mata Tersembunyi di Dalam Ledger Nano X

Investigasi independen terhadap perangkat Ledger Nano X mengungkap teknik modifikasi hardware yang semakin canggih.

Mark Karpelès, mantan CEO bursa cryptocurrency Mt. Gox yang kini memimpin Karpeles Lab Inc. dan menjabat sebagai CTO Shells.com, memperlihatkan contoh Ledger Nano X yang telah dipasangi komponen mata-mata.

Menurut Karpelès, perangkat tersebut tampak seperti hardware wallet asli, tetapi memiliki rangkaian elektronik tambahan yang disembunyikan di balik layar.

Komponen berbahaya tersebut dirancang untuk memantau informasi yang ditampilkan pada layar perangkat serta interaksi pengguna melalui tombol fisik.

Implant kemudian menggunakan koneksi seluler untuk mengirimkan informasi sensitif kepada penyerang.

Dalam analisisnya, Karpelès menjelaskan bahwa perangkat berbahaya tersebut dapat menangkap recovery phrase pengguna ketika ditampilkan pada layar Ledger Nano X.

Informasi tersebut kemudian dapat dikirim melalui koneksi LTE menggunakan modul komunikasi yang dilengkapi eSIM.

Dengan metode ini, penyerang tidak perlu membobol komputer atau smartphone korban untuk memperoleh recovery phrase.

Komponen mata-mata yang sudah tertanam dalam hardware wallet dapat menjalankan aktivitas penyadapan secara tersembunyi ketika perangkat digunakan.

Karpelès juga menjelaskan bahwa perangkat yang dianalisisnya tidak dibeli melalui saluran penjualan yang direkomendasikan Ledger.

Hardware wallet tersebut diperoleh melalui platform perdagangan online dari penjual yang berbasis di China, dengan pengiriman barang berasal dari Malaysia.

Namun, Karpelès tidak mengidentifikasi CryptoBilis sebagai penjual perangkat yang diperiksanya. Karena itu, hubungan langsung antara sampel tersebut dan kasus CryptoBilis belum dapat dipastikan.

Recovery Phrase Dicuri Saat Ditampilkan pada Layar

Hardware wallet seperti Ledger Nano X dirancang untuk menyimpan private key cryptocurrency di dalam komponen keamanan khusus yang disebut Secure Element.

Secure Element berfungsi melindungi informasi kriptografi dan memungkinkan perangkat menandatangani transaksi tanpa harus mengekspos private key kepada komputer atau aplikasi yang terhubung.

Namun, pengguna tetap memerlukan recovery phrase untuk memulihkan akses terhadap aset apabila perangkat hilang atau rusak.

Recovery phrase biasanya terdiri dari 24 kata yang ditampilkan ketika perangkat pertama kali dikonfigurasi.

Informasi tersebut sangat sensitif karena siapa pun yang memiliki recovery phrase dapat menggunakannya untuk memulihkan wallet dan memperoleh kendali atas aset cryptocurrency terkait.

Dalam kasus Ledger Nano X yang dimodifikasi, penyerang tidak perlu mengeksploitasi Secure Element secara langsung.

Sebaliknya, hardware implant memantau jalur komunikasi antara chip utama dan layar OLED.

Ketika perangkat menampilkan recovery phrase, informasi tampilan dikirim melalui jalur komunikasi internal agar dapat dibaca pengguna.

Implant yang terhubung ke jalur tersebut dapat menangkap data tampilan, merekonstruksi karakter yang muncul pada layar, kemudian mengidentifikasi kata-kata recovery phrase.

Setelah seluruh kata berhasil diperoleh, informasi dapat dikirimkan kepada penyerang melalui modem seluler yang tertanam dalam perangkat.

Teknik ini memungkinkan pelaku memperoleh akses terhadap aset cryptocurrency meskipun Secure Element asli tetap berfungsi dan tidak mengalami kompromi secara langsung.

Tibane Labs Temukan Dua Varian Hardware Implant

Perusahaan riset dan pengembangan cryptocurrency Tibane Labs turut melakukan analisis terhadap perangkat Ledger Nano X yang telah dimodifikasi.

Peneliti memperoleh dua sampel dari saluran penjualan berbeda di Jepang.

Sampel pertama dibeli melalui Yahoo! Auctions Jepang, sementara perangkat kedua diperoleh dari Amazon Jepang melalui penjual berbasis di China yang mengirimkan barang dari Malaysia.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kedua perangkat menggunakan desain hardware implant yang berbeda.

Pada varian pertama, penyerang mengganti baterai asli Ledger Nano X dengan baterai berukuran lebih kecil untuk menyediakan ruang bagi komponen tambahan.

Di dalam perangkat ditemukan rangkaian elektronik yang mencakup microcontroller, modul komunikasi LTE, eSIM, serta antena.

Salah satu komponen yang berhasil diidentifikasi adalah STMicroelectronics STM32G431KBU6, sebuah microcontroller berbasis Arm Cortex-M4 dengan kapasitas flash memory 128 KB.

Perangkat tersebut juga menggunakan eSIM berukuran sekitar 2 × 2 milimeter yang terhubung dengan modul komunikasi seluler.

Modifikasi ini memungkinkan hardware implant memperoleh daya dari baterai perangkat sekaligus mengirimkan informasi melalui jaringan seluler.

Namun, penggunaan baterai pengganti menjadi salah satu karakteristik fisik yang dapat membantu peneliti mendeteksi keberadaan komponen tidak sah.

Varian Lebih Canggih Disembunyikan di Balik Layar OLED

Sampel kedua yang dianalisis Tibane Labs menunjukkan peningkatan signifikan dalam desain hardware implant.

Berbeda dengan varian sebelumnya, komponen tambahan pada perangkat ini disembunyikan di ruang yang biasanya digunakan oleh bantalan pelindung di belakang layar OLED.

Dengan memanfaatkan ruang tersebut, penyerang tidak perlu mengganti baterai asli Ledger Nano X.

Hasilnya, perangkat terlihat lebih mendekati konfigurasi hardware resmi ketika casing dibuka.

Peneliti menemukan bahwa rangkaian tambahan menggunakan flexible printed circuit board atau flex PCB yang dilapisi warna hitam agar menyerupai komponen internal perangkat.

Beberapa chip juga ditemukan dalam kondisi tanda identifikasinya telah dihapus secara fisik.

Penghapusan tersebut diduga bertujuan mempersulit proses identifikasi komponen selama pemeriksaan forensik.

Salah satu komponen yang masih dapat dikenali adalah modul komunikasi Nordic Semiconductor nRF9151.

Modul tersebut mendukung teknologi LTE-M dan NB-IoT untuk komunikasi melalui jaringan seluler.

Selain modem, perangkat dilengkapi antena khusus yang dirancang mengikuti bentuk internal casing Ledger Nano X.

Antena tersebut menggunakan desain fleksibel dan ditempatkan pada bagian dalam casing sehingga tidak terlihat dari luar.

Menurut Tibane Labs, salah satu indikasi keberadaan implant adalah kabel antena tipis yang melintang di sepanjang tepi bagian atas perangkat.

Namun, indikasi tersebut hanya dapat diperiksa setelah casing dibuka dan tidak menjamin seluruh perangkat yang dimodifikasi memiliki karakteristik fisik yang sama.

Desain Hardware Implant Mengarah pada Produksi Terencana

Temuan Tibane Labs menunjukkan bahwa modifikasi Ledger Nano X tidak lagi menggunakan metode sederhana berupa pemasangan kabel secara manual.

Pada generasi sebelumnya, hardware implant menggunakan rangkaian tambahan dengan sejumlah kabel yang disolder langsung ke komponen perangkat.

Namun, sampel terbaru memperlihatkan penggunaan flex PCB yang dirancang secara khusus agar sesuai dengan tata letak komponen internal Ledger Nano X.

Desain tersebut memungkinkan implant dipasang dengan lebih cepat dan konsisten.

Peneliti juga menemukan bahwa antena yang digunakan memiliki nomor komponen khusus, menunjukkan adanya proses desain dan revisi hardware.

Selain itu, penggunaan lapisan warna yang menyerupai motherboard asli dan penghapusan identifikasi chip menunjukkan adanya upaya untuk menyembunyikan modifikasi dari pemeriksaan fisik.

Tibane Labs menilai karakteristik tersebut mengindikasikan adanya perencanaan teknis dan sumber daya yang lebih besar dibandingkan pembuatan prototipe sederhana.

Rancangan flex PCB yang dapat diproduksi melalui fasilitas manufaktur elektronik juga membuka kemungkinan pemasangan implant pada banyak perangkat.

Meski demikian, temuan tersebut belum cukup untuk menentukan jumlah perangkat yang telah dimodifikasi atau membuktikan adanya operasi produksi massal.

Identitas pihak yang merancang dan memasang komponen tersebut juga masih belum diketahui.

Pemeriksaan Genuine Check Ledger Tidak Dapat Mendeteksi Semua Implant

Salah satu aspek penting dari kasus ini adalah keterbatasan mekanisme autentikasi perangkat yang disediakan Ledger.

Ledger memiliki fitur bernama Genuine Check yang digunakan untuk memverifikasi keaslian perangkat ketika terhubung dengan aplikasi resminya.

Mekanisme tersebut memeriksa keaslian Secure Element untuk memastikan perangkat menggunakan komponen kriptografi resmi.

Namun, fitur ini tidak dirancang untuk mendeteksi seluruh perubahan fisik yang mungkin dilakukan terhadap perangkat.

Apabila penyerang menggunakan Ledger asli dan hanya menambahkan rangkaian mata-mata tanpa mengganti Secure Element, perangkat tersebut masih dapat lolos pemeriksaan Genuine Check.

Ledger secara terbuka menjelaskan bahwa pemeriksaan keaslian tidak dapat mendeteksi hardware implant tambahan apabila Secure Element asli tetap utuh.

Kondisi tersebut membuat serangan supply chain berbasis modifikasi fisik menjadi sulit dikenali oleh pengguna biasa.

Hardware wallet dapat terlihat normal, berfungsi sebagaimana mestinya, dan berhasil melewati pemeriksaan autentikasi, meskipun terdapat komponen tidak sah di dalamnya.

Oleh karena itu, hasil Genuine Check yang berhasil tidak boleh dianggap sebagai jaminan bahwa perangkat belum pernah dimodifikasi secara fisik.

Ledger Minta Pelanggan CryptoBilis Tidak Menggunakan Perangkat

Menanggapi insiden tersebut, Ledger mengeluarkan rekomendasi keamanan khusus bagi pengguna yang membeli perangkat melalui CryptoBilis.

Perusahaan meminta pelanggan yang belum melakukan konfigurasi awal untuk tidak mengaktifkan atau menggunakan perangkat tersebut.

Sementara itu, pengguna yang telah melakukan konfigurasi disarankan segera memindahkan cryptocurrency mereka ke hardware wallet baru yang diperoleh melalui saluran tepercaya.

Ledger juga menekankan pentingnya menggunakan recovery phrase baru yang dihasilkan langsung oleh perangkat baru.

Pengguna tidak disarankan memulihkan wallet menggunakan recovery phrase lama yang sebelumnya pernah ditampilkan pada perangkat yang dicurigai telah dimodifikasi.

Hal ini karena recovery phrase tersebut berpotensi sudah diketahui oleh penyerang.

Apabila informasi tersebut telah dicuri, mengganti perangkat tanpa mengganti recovery phrase tidak akan menghilangkan risiko kehilangan aset.

Penyerang tetap dapat menggunakan recovery phrase lama untuk mengakses wallet dari perangkat atau aplikasi lain.

Karena itu, proses migrasi harus dilakukan dengan membuat wallet baru menggunakan recovery phrase yang benar-benar berbeda, kemudian memindahkan seluruh aset ke alamat yang dikendalikan oleh wallet baru.

Pengguna juga perlu memastikan bahwa recovery phrase baru tidak dimasukkan ke website, aplikasi tidak resmi, atau layanan yang mengaku dapat membantu proses pemulihan.

Selain memberikan panduan kepada pelanggan, Ledger meminta reseller dan distributor resminya memperoleh stok perangkat hanya melalui jalur distribusi yang telah disetujui.

Perusahaan juga mengingatkan agar produk yang telah dikembalikan oleh pelanggan tidak langsung dimasukkan kembali ke dalam persediaan untuk dijual.

Langkah tersebut bertujuan mengurangi risiko perangkat yang pernah dimodifikasi masuk kembali ke rantai distribusi.

Kerugian Cryptocurrency Diperkirakan Mencapai Puluhan Juta Dolar

Insiden perangkat Ledger yang dimodifikasi juga dikaitkan dengan laporan kehilangan cryptocurrency dalam jumlah besar.

Sejumlah peneliti blockchain memperkirakan nilai aset yang hilang mencapai lebih dari US$86 juta berdasarkan analisis transaksi on-chain.

Namun, nilai tersebut masih merupakan estimasi pihak independen dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh Ledger.

Perusahaan juga belum mengungkap jumlah pasti pengguna yang mengalami kehilangan aset maupun perangkat yang terbukti mengandung hardware implant.

Ledger menyatakan bahwa jumlah perangkat yang terdampak masih terbatas berdasarkan hasil investigasi awal.

Meskipun demikian, besarnya estimasi kerugian memperlihatkan potensi dampak serius apabila recovery phrase cryptocurrency berhasil diperoleh pihak tidak berwenang.

Berbeda dengan rekening perbankan konvensional yang memiliki mekanisme tertentu untuk menangani transaksi tidak sah, transaksi cryptocurrency pada banyak jaringan blockchain umumnya tidak dapat dibatalkan setelah dikonfirmasi.

Apabila penyerang berhasil memindahkan aset dari wallet korban, proses pemulihan dana dapat menjadi sangat sulit.

Hal ini menjadikan perlindungan recovery phrase sebagai salah satu komponen terpenting dalam keamanan penyimpanan cryptocurrency.

Insiden Ledger Ungkap Risiko Supply Chain pada Hardware Wallet

Kasus CryptoBilis memperlihatkan bahwa keamanan hardware wallet tidak hanya bergantung pada kualitas firmware, Secure Element, atau mekanisme kriptografi yang digunakan.

Integritas fisik perangkat sejak proses produksi hingga diterima pengguna juga menjadi faktor penting.

Serangan supply chain dapat terjadi ketika penyerang memperoleh kesempatan memodifikasi produk sebelum sampai ke tangan pembeli.

Dalam konteks hardware wallet, modifikasi tersebut dapat dilakukan dengan memasang komponen elektronik tambahan yang berfungsi memantau aktivitas sensitif.

Risiko semakin tinggi apabila perangkat berasal dari saluran penjualan yang tidak jelas, memiliki harga jauh di bawah harga resmi, atau telah melalui beberapa pihak dalam rantai distribusi.

Namun, perangkat yang dibeli melalui marketplace besar sekalipun tidak otomatis terjamin bebas dari manipulasi fisik.

Temuan Tibane Labs menunjukkan bahwa perangkat yang telah dimodifikasi dapat beredar melalui platform perdagangan online dan tampak seperti produk asli.

Karena itu, pengguna perlu memprioritaskan pembelian langsung dari produsen atau saluran distribusi resmi yang dapat dipercaya.

Pengguna juga disarankan menghindari perangkat bekas atau produk yang riwayat kepemilikan dan distribusinya tidak dapat dipastikan.

Di sisi lain, produsen hardware wallet perlu memperkuat pengawasan terhadap rantai distribusi, termasuk prosedur pemeriksaan perangkat dan penanganan produk yang dikembalikan.

Investigasi Ledger dan CryptoBilis Masih Berlangsung

Hingga 13 Oktober 2026, Ledger masih menyelidiki bagaimana hardware implant dapat ditemukan pada perangkat yang dijual melalui CryptoBilis.

Perusahaan telah mengonfirmasi setidaknya satu perangkat yang dimodifikasi secara fisik dan menghubungkan seluruh kasus pencurian dana yang telah diverifikasi dengan reseller tersebut.

Namun, belum terdapat informasi resmi mengenai siapa yang memasang komponen mata-mata, kapan modifikasi dilakukan, atau pada tahap distribusi mana perangkat mengalami kompromi.

Belum ada pula bukti yang menunjukkan bahwa perangkat yang dibeli langsung melalui saluran penjualan Ledger mengalami masalah serupa.

Sementara itu, hasil riset independen menunjukkan bahwa hardware implant pada Ledger Nano X telah berkembang menjadi desain yang semakin tersembunyi dan sulit dikenali.

Penggunaan microcontroller, eSIM, modul LTE, serta PCB khusus memperlihatkan bagaimana penyerang dapat memanfaatkan teknologi elektronik untuk melewati perlindungan yang berfokus pada keamanan software dan kriptografi.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa hardware wallet tetap memiliki risiko apabila perangkat fisiknya telah dimodifikasi sebelum digunakan.

Bagi pengguna cryptocurrency, perlindungan recovery phrase, pemilihan saluran pembelian yang tepercaya, dan kewaspadaan terhadap perangkat yang riwayat distribusinya tidak jelas merupakan langkah penting untuk menjaga keamanan aset digital.

Sumber: Ledger, Tibane Labs, Mark Karpelès, Ledger Donjon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button