Pwn2Own Ireland 2026 Berakhir, Hacker Raih US$1,26 Juta Setelah Eksploitasi 98 Kerentanan Zero-Day

Kompetisi hacking internasional Pwn2Own Ireland 2026 resmi berakhir dengan total hadiah mencapai US$1.262.000 atau sekitar US$1,26 juta setelah para peneliti keamanan berhasil mengeksploitasi 98 kerentanan zero-day pada berbagai perangkat dan platform teknologi.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Trend Micro Zero Day Initiative (ZDI) tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Oktober 2026, dengan melibatkan 29 tim peneliti keamanan yang menguji berbagai produk, mulai dari smartphone flagship, infrastruktur artificial intelligence (AI), hingga perangkat smart home dan printer.
Tim keamanan Ikotas Labs keluar sebagai juara utama setelah mengumpulkan 42,5 poin Master of Pwn dan hadiah sebesar US$361.000.
Salah satu pencapaian terbesar tim tersebut adalah keberhasilan mengeksploitasi Google Pixel 10 melalui kombinasi beberapa kerentanan keamanan pada hari terakhir kompetisi. Demonstrasi tersebut menghasilkan hadiah tunggal terbesar dalam ajang tahun ini, yakni US$300.000.
Selain Google Pixel 10, sejumlah produk terkenal lainnya juga berhasil diretas selama kompetisi berlangsung, termasuk Samsung Galaxy S26, OpenAI Codex, dan Oracle Autonomous AI Database.
Hasil Pwn2Own Ireland 2026 menunjukkan bahwa kerentanan keamanan masih dapat ditemukan pada produk teknologi modern, termasuk perangkat yang menjalankan firmware terbaru dan platform AI yang semakin banyak digunakan dalam lingkungan enterprise.
Ikotas Labs Raih Gelar Master of Pwn 2026
Ikotas Labs menjadi pemenang utama Pwn2Own Ireland 2026 setelah menunjukkan kemampuan eksploitasi terhadap sejumlah target dengan tingkat kompleksitas berbeda.
Sepanjang kompetisi, tim tersebut berhasil memperoleh total 42,5 poin Master of Pwn serta mengumpulkan hadiah senilai US$361.000.
Poin Master of Pwn diberikan berdasarkan keberhasilan eksploitasi, kategori target, serta ketentuan penilaian yang diterapkan penyelenggara.
Dalam kompetisi tahun ini, Ikotas Labs berhasil menunjukkan eksploitasi terhadap beberapa produk, termasuk Samsung Galaxy S26, OpenAI Codex, dan Oracle Autonomous AI Database.
Namun, pencapaian yang paling menentukan posisi tim pada klasemen akhir terjadi pada hari ketiga ketika mereka berhasil mengambil alih Google Pixel 10 melalui rangkaian exploit.
Demonstrasi tersebut memberikan tambahan 30 poin Master of Pwn dan hadiah US$300.000, sekaligus memastikan Ikotas Labs menempati posisi teratas.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu sorotan utama karena kategori smartphone memiliki persyaratan eksploitasi yang ketat dan menyediakan hadiah tinggi untuk serangan yang berhasil memenuhi kriteria.
Google Pixel 10 yang digunakan dalam kompetisi juga harus menjalankan versi perangkat lunak terbaru sesuai dengan ketentuan Pwn2Own.
Artinya, peneliti harus menemukan kelemahan keamanan yang masih dapat dieksploitasi pada konfigurasi perangkat yang telah diperbarui.
Google Pixel 10 Berhasil Diretas Menggunakan Rangkaian Zero-Day
Pada hari ketiga Pwn2Own Ireland 2026, Google Pixel 10 menjadi salah satu target yang paling menarik perhatian peneliti keamanan.
Terdapat tiga demonstrasi eksploitasi terhadap perangkat tersebut, termasuk serangan yang dilakukan Xint, Ikotas Labs, dan tim gabungan yang melibatkan peneliti CENSUS Labs.
Ikotas Labs berhasil memenangkan hadiah maksimum US$300.000 setelah menggabungkan beberapa kerentanan untuk memperoleh akses terhadap perangkat.
Teknik yang digunakan dikenal sebagai exploit chaining, yakni pendekatan ketika beberapa kelemahan keamanan dimanfaatkan secara berurutan untuk mencapai tujuan serangan.
Dalam banyak kasus, satu kerentanan saja tidak cukup untuk mengambil alih perangkat modern karena sistem operasi memiliki berbagai lapisan perlindungan.
Attacker mungkin perlu menggabungkan kerentanan yang memungkinkan eksekusi kode dengan kelemahan lain untuk melewati sandbox, meningkatkan hak akses, atau memperoleh kontrol lebih luas terhadap sistem.
Keberhasilan exploit chain dalam lingkungan Pwn2Own menunjukkan bahwa mekanisme pertahanan berlapis masih dapat ditembus apabila terdapat kombinasi kelemahan yang sesuai.
Selain Ikotas Labs, Xint berhasil mendemonstrasikan remote exploit terhadap Google Pixel 10 dan menerima hadiah US$150.000 setelah hasilnya dinilai memiliki kesamaan dengan kerentanan yang telah digunakan sebelumnya dalam kompetisi.
Sementara itu, tim yang melibatkan Dimitrios Valsamaras, Ken Gannon, dan Tenia Valsamara berhasil mengeksploitasi Google Pixel 10 menggunakan rangkaian dua kerentanan, termasuk satu zero-day yang unik.
Tim tersebut memperoleh hadiah US$112.500 berdasarkan penilaian penyelenggara.
Hasil ini memperlihatkan bahwa satu perangkat dapat menjadi target beberapa pendekatan eksploitasi berbeda, meskipun sebagian demonstrasi memanfaatkan kelemahan yang saling beririsan.
Samsung Galaxy S26 Berulang Kali Berhasil Diretas
Selain Google Pixel 10, smartphone flagship Samsung Galaxy S26 juga menjadi salah satu target utama kompetisi.
Perangkat tersebut berhasil diretas dalam sejumlah demonstrasi selama tiga hari penyelenggaraan Pwn2Own Ireland 2026.
Pada hari pertama, peneliti dari Interrupt Labs, Ikotas Labs, serta Nguyen Thanh Dat dari Viettel Cyber Security berhasil menunjukkan eksploitasi terhadap Galaxy S26.
Namun, sebagian kerentanan yang digunakan dalam demonstrasi tersebut ternyata sudah diketahui vendor.
Dalam aturan Pwn2Own, kondisi ketika sebuah kerentanan yang digunakan peneliti telah ditemukan atau dilaporkan sebelumnya disebut sebagai bug collision.
Bug collision dapat memengaruhi nilai hadiah dan poin yang diperoleh peserta karena temuan tersebut tidak sepenuhnya dianggap sebagai penemuan baru.
Pada hari kedua, Galaxy S26 kembali berhasil diretas melalui tiga demonstrasi terpisah.
Peneliti yang terlibat mencakup PetoWorks, Kyeongmin Kim dari KAIST Hacking Lab, serta tim yang melibatkan Dimitrios Valsamaras, Ken Gannon, dan Tenia Valsamara dari CENSUS Labs.
Eksploitasi tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan beberapa jalur serangan yang masih dapat digunakan terhadap perangkat flagship Samsung.
Pada hari terakhir, kelompok BunkyoWesterns juga berhasil menunjukkan remote exploit terhadap Galaxy S26 menggunakan rangkaian dua kerentanan.
Demonstrasi tersebut melibatkan satu kerentanan yang beririsan dengan temuan sebelumnya dan satu kerentanan unik, sehingga menghasilkan hadiah US$8.250 serta 3,75 poin Master of Pwn.
Serangkaian keberhasilan eksploitasi ini tidak secara otomatis berarti bahwa perangkat Samsung Galaxy S26 yang digunakan masyarakat telah mengalami serangan aktif.
Temuan dalam Pwn2Own merupakan hasil pengujian keamanan terkontrol yang bertujuan membantu vendor mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan sebelum dimanfaatkan oleh attacker.
OpenAI Codex dan Oracle Autonomous AI Database Ikut Menjadi Target
Pwn2Own Ireland 2026 juga memperluas perhatian terhadap keamanan platform artificial intelligence.
Salah satu kategori yang dipertandingkan adalah AI coding applications, yang mencakup perangkat lunak berbasis AI untuk membantu aktivitas pemrograman.
Dalam kategori ini, OpenAI Codex termasuk di antara produk yang menjadi target pengujian keamanan.
Ikotas Labs berhasil memperoleh hadiah dari demonstrasi eksploitasi terhadap OpenAI Codex, yang turut berkontribusi terhadap total poin dan kemenangan tim tersebut.
Selain AI coding tools, kompetisi juga mencakup kategori AI infrastructure yang menargetkan sistem pendukung aplikasi kecerdasan buatan.
Produk seperti Oracle Autonomous AI Database, LiteLLM, Chroma, dan Dynamo termasuk dalam daftar target kompetisi.
Oracle Autonomous AI Database berhasil menjadi sasaran beberapa demonstrasi eksploitasi selama kompetisi berlangsung.
Pada hari ketiga, peneliti Nikolaos Mourousias dan Bruno Halltari dari OtterSec berhasil mengeksploitasi platform tersebut menggunakan rangkaian empat bug.
Namun, tiga bug yang digunakan memiliki kesamaan dengan temuan sebelumnya, sedangkan satu lainnya merupakan zero-day baru.
Demonstrasi tersebut menghasilkan hadiah US$6.250 dan 2,5 poin Master of Pwn.
Tim Platform Security yang terdiri dari Connor Laidlaw dan Matthew Keeley juga berhasil mengeksploitasi Oracle Autonomous AI Database menggunakan lima bug, dengan sebagian besar hasilnya mengalami collision.
Keberhasilan eksploitasi terhadap berbagai platform AI menunjukkan bahwa keamanan ekosistem artificial intelligence tidak hanya berkaitan dengan model AI, tetapi juga software, database, API, serta infrastruktur yang menjalankan layanan tersebut.
Kerentanan pada komponen pendukung berpotensi membuka peluang bagi attacker untuk memperoleh akses yang tidak semestinya terhadap sistem aplikasi.
Namun, dampak teknis masing-masing eksploitasi baru dapat dinilai secara lengkap setelah detail kerentanan dipublikasikan dan vendor menyelesaikan proses perbaikannya.
Kompetisi Hari Pertama Temukan 32 Kerentanan Zero-Day
Pada 6 Oktober 2026, hari pertama Pwn2Own Ireland, peserta berhasil mendemonstrasikan 32 kerentanan zero-day dengan total hadiah US$388.500.
Samsung Galaxy S26 menjadi salah satu sorotan karena berhasil diretas melalui sejumlah pendekatan oleh tim keamanan yang berbeda.
Selain smartphone, peserta juga menargetkan infrastruktur AI, perangkat smart home, printer, dan perangkat kesehatan.
Salah satu demonstrasi penting dilakukan peneliti VinSOC yang berhasil mengeksploitasi Philips Hue Bridge Pro melalui kombinasi tujuh kerentanan.
Demonstrasi tersebut menghasilkan hadiah sebesar US$40.000.
Tim VinSOC juga berhasil mengeksploitasi Oracle Autonomous AI Database menggunakan rangkaian lima kerentanan yang memberikan hadiah tambahan US$40.000.
Hasil hari pertama memperlihatkan luasnya cakupan pengujian, mulai dari perangkat konsumen hingga platform enterprise yang menjalankan aplikasi penting.
Keberhasilan eksploitasi pada berbagai kategori juga menunjukkan bahwa kelemahan perangkat lunak dapat ditemukan pada komponen dengan arsitektur dan fungsi yang sangat berbeda.
Hari Kedua Tambahkan 45 Kerentanan dan Hadiah US$232.500
Pada 7 Oktober 2026, kompetisi berlanjut dengan penemuan 45 kerentanan zero-day unik dan total hadiah senilai US$232.500.
Jumlah temuan pada hari kedua merupakan yang tertinggi berdasarkan rekap harian kompetisi.
Samsung Galaxy S26 kembali menjadi perhatian utama setelah berhasil diretas tiga kali oleh kelompok peneliti yang berbeda.
Selain itu, peserta melakukan eksploitasi terhadap perangkat smart home, printer, dan sistem AI.
Berbagai demonstrasi pada hari kedua memperlihatkan penggunaan exploit chain untuk melewati perlindungan yang diterapkan produsen.
Dalam beberapa demonstrasi, peserta juga menemukan kelemahan yang telah digunakan oleh tim lain atau telah diketahui vendor.
Kondisi tersebut memengaruhi perhitungan hadiah karena penyelenggara membedakan penemuan zero-day unik dengan kerentanan yang mengalami collision.
Meski nilai hadiah hari kedua lebih kecil dibandingkan hari pertama, jumlah kerentanan baru yang berhasil diidentifikasi meningkat secara signifikan.
Temuan tersebut juga menjadi tambahan penting bagi vendor untuk melakukan analisis dan memperbaiki kelemahan pada produk masing-masing.
Hari Ketiga Jadi Puncak Kompetisi dengan Hadiah US$641.000
Hari terakhir yang berlangsung pada 8 Oktober 2026 menjadi periode dengan nilai hadiah terbesar.
Sebanyak 21 kerentanan zero-day berhasil dieksploitasi, dengan total hadiah mencapai US$641.000.
Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan gabungan hadiah pada masing-masing hari sebelumnya karena adanya sejumlah keberhasilan eksploitasi smartphone bernilai besar.
Google Pixel 10 menjadi pusat perhatian setelah berhasil diretas dalam tiga demonstrasi terpisah.
Ikotas Labs memperoleh hadiah US$300.000, Xint mendapatkan US$150.000, sedangkan tim gabungan peneliti CENSUS Labs memperoleh US$112.500 dari eksploitasi terhadap perangkat yang sama.
Selain smartphone, peserta juga berhasil mengeksploitasi beberapa produk printer dan smart home.
FuzzingLabs berhasil menemukan satu kerentanan zero-day pada printer Brother MFC-L8970CDW dan memperoleh hadiah US$20.000.
Sementara itu, tim yang terdiri dari Cong Thanh, Duc Hieu, dan Nam Dung mengeksploitasi printer Lexmark CX532adwe melalui dua kerentanan unik.
Salah satu demonstrasi penutup kompetisi dilakukan Team MAMMOTH terhadap Home Assistant Green.
Tim tersebut berhasil menggunakan rangkaian enam kerentanan zero-day untuk mengeksploitasi perangkat smart home tersebut dan memperoleh hadiah US$7.500.
Dengan berakhirnya hari ketiga, jumlah keseluruhan temuan mencapai 98 zero-day dan hadiah kompetisi menembus US$1,26 juta.
Klasemen Akhir Pwn2Own Ireland 2026
Setelah seluruh demonstrasi selesai, penyelenggara menetapkan Ikotas Labs sebagai peraih gelar Master of Pwn.
Berikut hasil tiga besar kompetisi Pwn2Own Ireland 2026:
| Peringkat | Tim | Hadiah | Poin Master of Pwn |
|---|---|---|---|
| 1 | Ikotas Labs | US$361.000 | 42,5 |
| 2 | Xint | US$240.000 | 27,5 |
| 3 | Team ZyGoat | US$125.000 | 27,5 |
Ikotas Labs memimpin klasemen berkat kombinasi keberhasilan eksploitasi di sejumlah kategori, dengan kontribusi terbesar berasal dari Google Pixel 10.
Xint menempati posisi kedua setelah menunjukkan kemampuan eksploitasi terhadap berbagai produk, termasuk smartphone dan perangkat smart home.
Sementara itu, Team ZyGoat mengamankan posisi ketiga dengan total hadiah US$125.000.
Persaingan tersebut menegaskan pentingnya strategi pemilihan target dan kemampuan menghasilkan exploit yang memenuhi persyaratan kompetisi.
Meskipun dua tim memiliki jumlah poin yang sama, penetapan urutan akhir mengikuti klasemen resmi penyelenggara.
iPhone 17 Masuk Daftar Target, tetapi Tidak Ada Peserta yang Mendaftar
Salah satu hal menarik dari Pwn2Own Ireland 2026 adalah masuknya Apple iPhone 17 sebagai salah satu target potensial.
Penyelenggara menyediakan hadiah maksimum US$300.000 bagi peserta yang berhasil memenuhi persyaratan remote exploitation terhadap perangkat tersebut.
Namun, hingga kompetisi berlangsung, tidak ada peserta yang mendaftarkan demonstrasi serangan terhadap iPhone 17.
Dengan demikian, tidak terdapat hasil eksploitasi iPhone 17 yang dapat dilaporkan dari kompetisi tahun ini.
Ketiadaan peserta tidak dapat dijadikan bukti bahwa iPhone 17 bebas dari kerentanan keamanan.
Keputusan peneliti untuk mengikuti sebuah kategori dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kesiapan exploit, kompleksitas target, waktu penelitian, dan peluang keberhasilan dalam batas waktu kompetisi.
Hal yang sama berlaku untuk produk lain yang tidak berhasil dieksploitasi selama Pwn2Own.
Hasil kompetisi hanya mencerminkan kerentanan yang berhasil didemonstrasikan dalam kondisi dan aturan pengujian tertentu.
Tujuh Kategori Produk Diuji dalam Pwn2Own Ireland 2026
Pwn2Own Ireland 2026 mempertemukan 29 tim peneliti yang menguji produk dari tujuh kategori teknologi.
Kategori tersebut mencakup mobile phones, AI infrastructure, AI coding applications, messaging applications, smart home devices, printers, serta wellness healthcare devices.
Kategori perangkat kesehatan dan kebugaran menjadi salah satu tambahan baru dalam penyelenggaraan tahun ini.
Kehadiran kategori tersebut mencerminkan meningkatnya penggunaan perangkat digital yang memproses informasi kesehatan dan terhubung melalui jaringan.
Perangkat seperti smart home hub, printer jaringan, dan perangkat kesehatan memiliki karakteristik keamanan yang berbeda dibandingkan komputer atau smartphone.
Sebagian perangkat menggunakan firmware khusus, layanan jaringan internal, dan mekanisme pembaruan yang bergantung pada produsen.
Ketika sebuah kerentanan berhasil dieksploitasi, dampaknya dapat berupa akses tidak sah, eksekusi kode, atau pengambilalihan fungsi tertentu, tergantung pada arsitektur produk.
Sementara itu, penambahan kategori AI menunjukkan bahwa pengujian keamanan mulai mencakup teknologi yang semakin banyak digunakan dalam pengembangan perangkat lunak dan pengelolaan data.
Dengan cakupan tersebut, Pwn2Own tidak lagi hanya berfokus pada browser dan sistem operasi desktop, tetapi juga berbagai komponen dalam ekosistem digital modern.
Peneliti Wajib Menggunakan Firmware dan Software Terbaru
Salah satu persyaratan utama Pwn2Own adalah penggunaan perangkat dan software yang telah diperbarui ke versi terbaru sesuai aturan kompetisi.
Ketentuan tersebut dibuat agar peneliti tidak hanya memanfaatkan kelemahan lama yang sebenarnya sudah memiliki patch.
Peserta harus berhasil mengompromikan target melalui teknik eksploitasi yang memenuhi kriteria penyelenggara, termasuk demonstrasi arbitrary code execution sesuai persyaratan kategori.
Arbitrary code execution memungkinkan penyerang menjalankan kode tertentu pada sistem target di luar fungsi yang semestinya diizinkan.
Dalam beberapa kategori, keberhasilan eksploitasi juga bergantung pada metode akses awal, seperti remote attack atau interaksi melalui antarmuka perangkat tertentu.
Pwn2Own memberikan hadiah berdasarkan tingkat kesulitan target dan keberhasilan demonstrasi.
Selain itu, penyelenggara menerapkan mekanisme collision untuk menangani kondisi ketika sebuah kerentanan telah ditemukan sebelumnya.
Penilaian tersebut membantu membedakan temuan keamanan baru dengan teknik yang menggunakan kelemahan yang sudah diketahui.
Seluruh proses dilakukan dalam lingkungan pengujian terkontrol, bukan melalui serangan terhadap perangkat milik pengguna tanpa izin.
Vendor Diberi Waktu 90 Hari untuk Memperbaiki Zero-Day
Setelah kompetisi selesai, detail teknis kerentanan yang ditemukan tidak langsung dipublikasikan secara lengkap.
Trend Micro Zero Day Initiative menerapkan kebijakan responsible disclosure agar vendor memiliki kesempatan mengembangkan dan mendistribusikan perbaikan keamanan.
Berdasarkan aturan Pwn2Own, produsen diberikan waktu hingga 90 hari untuk memperbaiki kerentanan yang dilaporkan sebelum ZDI dapat mengungkapkan detail teknisnya kepada publik.
Masa tersebut bertujuan mengurangi kemungkinan attacker memanfaatkan informasi eksploitasi ketika patch belum tersedia secara luas.
Selama periode tersebut, peneliti dan penyelenggara bekerja melalui proses koordinasi pengungkapan kerentanan dengan vendor terkait.
Setelah perbaikan tersedia, pengguna diharapkan memasang security update untuk mengurangi risiko eksploitasi.
Namun, keberadaan kerentanan zero-day dalam kompetisi tidak berarti bahwa kelemahan tersebut telah digunakan dalam serangan nyata.
Pwn2Own justru bertujuan menemukan masalah keamanan lebih awal melalui pengujian yang diizinkan, sehingga vendor dapat memperbaikinya sebelum digunakan secara luas oleh pelaku kejahatan siber.
Pwn2Own Ireland 2026 Lampaui Hasil Kompetisi Tahun Sebelumnya
Pencapaian Pwn2Own Ireland 2026 juga menunjukkan peningkatan dibandingkan penyelenggaraan pada 2025.
Pada Pwn2Own Ireland 2025, peneliti berhasil mendemonstrasikan 73 kerentanan zero-day dengan total hadiah sebesar US$1.024.750.
Sementara itu, kompetisi 2026 menghasilkan 98 zero-day dan hadiah US$1.262.000.
Dengan demikian, jumlah temuan meningkat sebanyak 25 kerentanan, sedangkan total hadiah bertambah US$237.250.
Pada kompetisi 2025, Summoning Team keluar sebagai pemenang utama dengan total hadiah US$187.500.
Tim tersebut berhasil mengeksploitasi sejumlah produk, termasuk Samsung Galaxy S25, Home Assistant Green, QNAP TS-453E NAS, serta beberapa perangkat Synology.
Peningkatan jumlah temuan pada 2026 tidak secara langsung berarti bahwa keamanan seluruh perangkat teknologi mengalami penurunan.
Jumlah kerentanan yang ditemukan juga dipengaruhi oleh perubahan kategori, jumlah peserta, pilihan target, dan kompleksitas pengujian.
Meski demikian, hasil tahun ini memperlihatkan bahwa penelitian keamanan aktif masih mampu menemukan banyak kelemahan pada produk modern, termasuk perangkat yang sudah menerapkan pembaruan terbaru.
Hasil Pwn2Own 2026 Menjadi Peringatan bagi Industri Teknologi
Dengan total 98 kerentanan zero-day yang berhasil dieksploitasi, Pwn2Own Ireland 2026 memberikan gambaran mengenai pentingnya pengujian keamanan independen terhadap perangkat dan aplikasi.
Produk yang berhasil diretas mencakup smartphone kelas atas, platform AI, printer, serta perangkat smart home yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun lingkungan bisnis.
Keberhasilan eksploitasi terhadap Google Pixel 10 dan Samsung Galaxy S26 menunjukkan bahwa sistem operasi mobile tetap memerlukan penguatan keamanan secara berkelanjutan.
Sementara itu, temuan pada OpenAI Codex dan Oracle Autonomous AI Database menegaskan bahwa penerapan teknologi AI juga harus disertai evaluasi terhadap keamanan aplikasi dan infrastruktur pendukungnya.
Bagi vendor, hasil kompetisi menjadi masukan untuk memperbaiki kelemahan pada produk sebelum detail teknisnya tersedia secara luas.
Bagi organisasi dan pengguna, langkah yang paling relevan adalah memastikan perangkat menggunakan firmware dan software terbaru serta menerapkan security update setelah dirilis.
Pwn2Own Ireland 2026 sekali lagi menunjukkan peran penting penelitian keamanan yang dilakukan secara bertanggung jawab.
Melalui kompetisi tersebut, peneliti memperoleh penghargaan atas temuan mereka, sementara vendor mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki kerentanan sebelum berpotensi dieksploitasi dalam serangan nyata.
Dengan hadiah lebih dari US$1,26 juta dan 98 zero-day yang terungkap, penyelenggaraan tahun ini menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi antara komunitas keamanan dan industri teknologi dapat membantu memperkuat perlindungan terhadap ancaman siber yang terus berkembang.
Sumber: Trend Micro Zero Day Initiative (ZDI)








